Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Katakan Saja Sejujurnya


__ADS_3

Tomi beberapa kali menekan bel pintu apartemen Kevin, saat sudah tiba di apartemen mewah di mana Kevin tinggal saat ini, dan ini pertama kalinya Kevin datang ke apartemen tersebut.


Saat tadi dirinya datang ke apartemen lama Kevin yang biasanya dulu datangi ternyata sudah di jual.


Dan Tomi mengetahui jika Kevin pindah ke apartemen mewah yang sekarang di datangi, dari orang yang membeli apartemen Kevin.


"Hebat sekali hanya mengelabuhi wanita kaya tapi bodoh, bisa membeli apartemen ini, kamu mau tidak Jery?" tanya Kevin yang begitu mengagumi apa yang di lakukan oleh Kevin.


"Tidak, untuk apa, jika ujungnya nanti masuk penjara," jawab Jery yang sudah bersama dengan Tomi, tapi tidak dengan Al yang tadi ingin pergi ke toilet yang berada di lobi apartemen.


"Lagian untuk apa Al malam malam begini ingin bertemu dengan Kevin, kamu tahu tidak Jery, kenapa?"


Jery pun hanya mengangkat ke dua bahunya mendengar pertanyaan Tomi, padahal Jery tahu persis apa tujuan Al mencari teman Tomi tersebut, namun dirinya tidak ingin memberi tahu, mengingat lagi Tomi dan juga Al suka berdebat dengan hal kecil.


Dan Tomi kembali lagi menekan bel pintu apartemen Kevin, dan untuk kali ini pintu apartemen tersebut di buka dari dalam oleh Kevin, yang hanya menggunakan celana boxer dengan bertelanjang dada.


"Tomi?" tanya Kevin yang terlihat bingung kenapa Tomi tahu di mana sekarang dirinya tinggal.


"Maaf menggangu malam mu Vin," ujar Tomi sambil mengukir senyum.


"Dari mana kamu–"


"Kamu tidak tahu aku siapa? Tentu saja aku tahu di mana kamu tinggal," sambung Tomi memotong perkataan Kevin. "Apa apartemen ini hasil kamu mengelabuhi wanita kaya tapi bodoh?" tanya Tomi membuat Kevin langsung melirik ke arah Jery. "Tenang saja kita sealiran," ujar Tomi.


"Oh iya ada apa malam malam begini kamu datang ke apartemen aku?"

__ADS_1


"Oh itu, ada seseorang yang ingin–"


"Aku yang ingin menemui kamu," sambung Al menghentikan ucapan Tomi, yang tiba tiba sudah berada di depan pintu apartemen Kevin.


Kevin langsung menautkan ke dua alisnya ketika melihat Al, pria yang pernah menemuinya, dan sekaligus pria yang menjadi suami Nisa.


"Kamu?" tanya Kevin namun tidak di hiraukan oleh Al yang langsung mendorong tubuh Kevin masuk ke dalam apartemennya.


"Katakan padaku apa hubungan kamu dengan Nisa?" tanya balik Al yang sudah menahan tubuh Kevin ke tembok dengan satu lengannya.


"Lepaskan!" Kevin mendorong tubuh Al dengan kencang hingga dirinya bisa terlepas dari tangan Al yang menahan tubuhnya.


"Katakan padaku bayi yang di kandung oleh Nisa adalah anakmu!"


Mendengar apa yang di katakan oleh Al, Kevin langsung tersenyum sambil menatap ke arah Al.


"Katakan saja sejujurnya sebelum–"


"Sebelum apa?" tanya Kevin memotong perkataan Al.


Bugh!


Al memukul perut Kevin dengan kencang hingga jatuh tersungkur ke atas lantai, dan Al ingin memukulnya kembali namun tubuhnya langsung di tahan oleh Tomi.


"Al ada apa ini?" tanya Tomi yang begitu bingung dengan situasi seperti ini.

__ADS_1


Namun Al tidak menjawab pertanyaan Tomi dan kembali mendekati Kevin yang masih berada di atas lantai.


"Aku hanya ingin kamu mengatakan jika bayi yang ada di kandungan Nisa adalah anak kamu,"


"Kamu suaminya kenapa kamu bertanya seperti itu padaku," ucap Kevin lagi yang tidak ingin mengaku.


Bugh!


"Sayang!" teriak Juli kekasih Kevin yang baru keluar dari dalam kamar bertepatan dengan Al yang memukul rahang Kevin dengan kencang.


Juli yang hanya menutupi tubuhnya dengan selimut karena tadi sedang melakukan hubungan intim dengan Kevin, berlari mendekati sang kekasih yang mengerang kesakitan akibat pukulan Al yang kencang tepat di rahangnya.


"Sayang kamu tidak apa apa kan?" tanya Juli sambil meraup wajah Kevin sang kekasih.


"Kembali kah ke dalam kamar," Perintah Kevin, karena dirinya tahu sang kekasih tidak menggunakan sehelai benang pun, dan dirinya tidak ingin orang lain melihat tubuh Juli wanita yang sangat di cintai nya.


Mendengar perintah Kevin, Juli langsung beranjak dari tempatnya.


Namun saat ingin kembali ke dalam kamar, Al menyuruh Jery untuk menangkap nya.


"Lepaskan selimut yang melilit di tubuhnya!" perintah Al pada Jery.


"Jangan!" teriak Kevin dan beranjak dari tempatnya. "Jika kamu berani melakukan maka–"


"Maka apa?" tanya Al memotong perkataan Kevin. "Tinggal kamu katakan saja padaku jika bayi yang berada di kandungan Nisa adalah anakmu, dan aku akan melepaskan kekasih kamu, jika tidak–"

__ADS_1


"Iya, bayi yang berada di kandungan Nisa adalah anakku, kamu puas!" ujar Kevin memotong perkataan Al dan langsung berlari ke arah Jery dan membawa Juli ke dalam dekapan nya.


Bersambung.............................


__ADS_2