
"Kenapa kamu terkejut Al? Kamu kira seseorang akan mudah memaafkan orang yang sudah membuatnya terpuruk? Tidak Al. Maka dari itu berfikir lah untuk melakukan apa yang ingin kamu lakukan, karena semua yang kamu lakukan akan berbalik padamu suatu saat nanti,"
"Kenapa mama berkata seperti ini? Aku sudah mengatakan pada mama aku sungguh menyesal,"
"Tentu saja kamu baru mengatakan menyesal sekarang, setelah perbuatan kamu itu,"
"Ma, kenapa mama berkata seperti ini?" tanya Al karena ucapan mama Beca yang terus menyemangati dirinya untuk memperjuangkan cintanya, seakan tidak ada lagi.
"Karena mama tidak memiliki harapan lagi jika Nessa akan memaafkan kamu Al," jawab mama Beca sambil menghembuskan nafasnya kasar.
"Ma, apa yang kamu katakan?" tanya papa Zack yang mendekati sang istri.
"Entahlah Pa," jawab mama Beca dan langsung melangkahkan kakinya menuju bangku tunggu, yang tidak jauh dari tempatnya berada.
Papa Zack dan juga Al pun langsung menghampiri mama Beca dan duduk di samping kanan dan kiri mama Beca.
"Ma, kenapa kamu jadi seperti ini, mana semangat kamu untuk membawa Nessa kembali?" tanya papa Zack yang melihat sang istri seperti tidak bersemangat.
Namun mama Beca tidak menjawab pertanyaan sang suami, dan sekarang memijat keningnya sendiri.
"Lebih baik kita pulang sekarang, percuma kita tetap terus berada di sini,"
"Apa yang mama katakan, jika mama ingin pulang, pulang lah sendiri. Aku akan tetap berada di sini. Sampai aku bisa membawa Nessa kembali,"
__ADS_1
"Lakukan sebisa kamu Al, tapi mama sudah menyerah karena Nessa–"
"Aku akan membuktikan pada mama, jika aku bisa mendapat kan maaf dari Nessa, dan aku juga akan membawa Nessa kembali setelah aku menikahinya," sambung Al memotong perkataan mama Beca, kemudian Al beranjak dari duduknya dan langsung melangkahkan kakinya menuju ruangan di mana Ibu sumi berada.
Meninggalkan mama Beca dan juga papa Zack yang sedang menatapnya.
"Ma, kenapa kamu berkata seperti itu, seolah olah kamu sudah berputus asa, untuk membawa Nessa kembali,"
Bukannya menanggapi perkataan sang suami, mama Beca sekarang beranjak dari duduknya.
"Lebih baik kita pulang," hanya itu ucapan mama Beca tanpa menanggapi perkataan sangat suami.
"Ma tapi–"
Papa Zack tidak jadi meneruskan ucapannya, saat sang istri sudah melangkah kan kakinya menuju arah pintu rumah sakit tersebut.
Sementara itu Nessa hanya melirik ke arah Al yang kini sudah berada di ruangan ibu Sumi.
"Jangan mendekat!" perintah Nessa saat melihat Al melangkah kan kakinya mendekati dirinya yang sedang duduk di kursi tepat di samping ranjang sang ibu.
Dan Al pun langsung mengikuti perintah Nessa, lalu menghentikan langkahnya.
"Pulang lah, aku tidak ingin melihat kamu, jangan sampai aku memanggil security untuk menyeret kamu dari sini," ucap Nessa tanpa menatap ke arah Al.
__ADS_1
"Nes,"
"Pergilah!" perintah Nessa lagi.
"Nak–"
"Bu, tolong mengertilah," sambung Nessa memotong perkataan sang ibu.
Dan ibu Sumi tidak mengatakan apa pun lagi, dan sekarang mengisyaratkan Al untuk keluar dari ruangan tersebut.
Dan akhirnya Al mengikuti perintah ibu Sumi keluar dari ruangan tersebut meskipun dengan enggan. Karena Al ingin menatap wajah Nessa yang amat sangat di rindukan nya.
Jam di pergelangan tangan kanan Al menunjukkan pukul dua pagi, dan dirinya masih setia duduk di bangku tunggu rumah sakit, di mana ibu Sumi masih di rawat.
Al tidak sama sekali merasakan kantuk, kemudian Al beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju pintu ruangan di mana ibu Sumi berada.
Lalu Al membuka pintu tersebut dan mengintip ke dalam. Di mana Nessa sudah tidur di kursi tempatnya duduk, dengan kepala di letakkan di ranjang perawatan ibu Sumi yang sudah tertidur nyenyak.
Al yang tidak tega dengan posisi tidur Nessa, langsung masuk ke dalam ruangan.
Kemudian Al yang sudah mendekati Nessa, langsung mengangkat tubuhnya dengan pelan, dan membawanya ke ranjang sebelah ibu Sumi yang hanya di batasi tirai gorden, karena memang di ruangan tersebut ada dua ranjang perawatan, dan kebetulan ranjang tersebut kosong.
Al menidurkan Nessa dengan pelan, lalu dirinya duduk di pinggiran ranjang tersebut, kemudian satu tangannya membelai wajah Nessa.
__ADS_1
"Aku mohon maafkan aku Nes, aku tidak bisa hidup tanpa kamu, karena aku sangat mencintaimu Nes," ucap Al sambil terus membelai wajah Nessa, hingga pemilik wajah tersebut membuka matanya.
Bersambung.......................