
Al yang sudah berada di dalam kamar mandi, terus mengumpat dengan mengabsen satu per satu binatang yang ada di kembung binatang.
Kemudian Al menautkan keningnya sambil menatap dirinya sendiri dari pantulan cermin yang ada di hadapannya.
"Aku yakin tidak melakukan apa pun semalam," ucap Al yakin, mengingat kembali, jangankan tertidur lelap, dirinya mabuk berat dan setengah sadar saja masih ingat jika sedang melakukan hubungan intim dengan wanita. "Dan aku yakin ada sesuatu yang Nisa sembunyikan di belakang aku. Baiklah Nisa, aku akan mengikuti permainan kamu ini," ujar Al sambil menyunggingkan senyum sinis dari sebelah sudut bibirnya.
Al keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.
Tatapan Al tertuju ke arah Nisa yang sedang duduk di atas tempat tidur sambil menyadarkan punggungnya di sandaran tempat tidur, dan tangannya sibuk bermain ponsel. Tentu saja Nisa sudah mengenakan pakaian nya.
"Baiklah, aku akan mengikuti permainanmu Nisa, agar aku tahu untuk apa kamu berakting seperti tadi," batin Al, lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah tempat tidur di mana Nisa berada.
Nisa yang menyadari Al mendekat ke arahnya, menoleh lalu tersenyum manis ke arah Al.
"Kamu sudah selesai mandi?"
Namun Al tidak menjawab pertanyaan Nisa, karena dirinya langsung naik ke atas tempat tidur, lalu tidur di ke dua paha Nisa.
__ADS_1
Membuat Nisa terkejut dan refleks mendorong kepala Al hingga jatuh.
"Nis, ada Apa?" tanya Al yang kembali lagi menidurkan kepalanya di ke dua paha Al.
"Sial, kenapa jadi seperti ini," gumam Nisa dan memalingkan wajahnya tidak ingin menatap ke arah Al yang ada di bawahnya.
"Nis, tatap lah aku. Aku ada di sini loh, dan aku ingin melewati pagi ini dengan berolahraga ranjang sebelum aku berangkat ke kantor, semalam aku benar bener belum merasa puas," ucap Al untuk mengetahui apa reaksi Nisa.
"Maaf Al," sambung Nisa lalu menurunkan kepada Al dari ke dua paha nya. "Aku pagi ini ada rapat, jadi aku harus segera ke kantor," ujar Nisa yang langsung turun dari tempat tidur, dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
"Dan sekarang aku yakin, ada yang sedang kamu sembunyikan Nis, Dengan sifat kamu yang tiba tiba berubah ini. Oke aku tidak akan tinggal diam," ujar Al lalu turun dari tempat tidur dan melangkahkan kakinya menuju ruang ganti.
Mama Beca terus mengukir senyum kala melihat Nisa sedang melayani Al dengan mengambilkan makanan untuk Al, saat semuanya sedang menikmati sarapan di ruang makan.
"Mama sangat bahagia melihat kalian berdua," ujar mama Beca membuat Nisa langsung mengukir senyum ke arah mama Beca.
"Aku juga sangat bahagia melayani suamiku sebelum aku berangkat ke kantor Ma," sambung Nisa yang sudah menghabiskan segelas susu yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Mama tidak menyangka, jika kalian bisa sedekat ini, dalam waktu dekat," ujar mama Beca dan masih mengukir senyum.
"Tentu Ma, mama bilang mama ingin segera memiliki cucu bukan?" tanya Nisa, yang entah mengapa membuat Al yang sedang menyantap makanan yang ada di dihadapannya langsung menoleh ke arah Nisa. "Oh Iya Ma, Pa, aku pergi dulu, ada rapat penting pagi ini di kantor," ucap Nisa lalu beranjak dari duduknya, dan menghampiri mama Beca dan juga papa Zack untuk berpamitan, lalu Nisa mencium pipi ke dua mertuanya bergantian, dan ingin melangkahkan kakinya meninggalkan ruang makan, namun tangannya langsung di cekal oleh mama Beca.
"Menantu mama sayang, kamu belum berpamitan pada suami kamu," ujar mama Beca.
"Ma tidak perlu, jika hanya mencium pipinya, aku bisa melakukan lebih dari itu, tapi tentunya tanpa ada mama dan juga papa, aku malu,"
"Ya ampun menantu mana ini sungguh menggemaskan, ya sudah sana pergi, hati hati di jalan sayang," ujar mama Beca sambil melepas tangan Nisa.
"Terima kasih Ma, aku pergi dulu dadah," sambung Nisa yang langsung pergi meninggalkan ruang makan.
Selepas kepergian Nisa, Al juga beranjak dari duduknya padahal makanan yang ada di piringnya masih banyak.
"Al habiskan makanan kamu dulu, dan duduk kembali, ada yang ingin mama tanyakan padamu," ujar mama Beca.
Bersambung...................
__ADS_1