Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Berteman


__ADS_3

"Kenapa tidak ada reaksi dari dia," batin mama Beca yang terus menatap wajah Nessa yang terlihat biasa saja. "Apa kamu tidak percaya pada apa yang aku katakan?"


"Tentu saja tidak tante, aku sangat mengenal siapa Al,"


Mendengar apa yang di katakan oleh Nessa, mama Beca menautkan ke dua alisnya, dan rasa penasarannya kembali bertambah.


"Sangat mengenal?"


"Iya," jawab singkat Nessa sambil mengukir senyum.


"Apa kamu kekasihnya?" tanya mama Beca dan rasa penasaran pada wanita yang ada di hadapannya tidak bisa lagi di kontrol.


"Aku bukan kekasihnya, tapi–" Nessa tidak jadi meneruskan ucapannya, bagaimana pun, wanita paruh baya yang ada di hadapannya adalah orang yang baru dirinya kenal, tidak mungkin Nessa menceritakan hubungan dirinya dengan Al.


"Tapi apa?" tanya mama Beca sambil menatap intens wajah Nessa.


"Tidak ada tante, hanya saja Al adalah pria yang sangat baik padaku, dan karena dia, aku tidak lagi mengalami kesulitan hidup di ibu kota ini," jelas Nessa di akhiri dengan senyum manis yang menghiasi ke dua sudut bibirnya.


"Jadi kamu–"


"Aku perantau di sini tante," sambung Nessa memotong perkataan mama Beca.


Dan akhirnya mama Beca tidak jadi menanyakan apa pun lagi, saat rasa penasarannya terus bertambah dengan gadis cantik yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Namun mama Beca tidak ingin menanyakan apa pun lagi, karena tujuannya saat ini hanya ingin mendekati Nessa, agar dirinya tahu ada hubungan apa Nessa dengan sang putra, tanpa harus terus menekankan pertanyaan pada wanita cantik yang ada di hadapannya.


"Nessa," panggil mama Beca.


"Iya tante,"


"Bagaimana jika mulai saat ini kita berteman, apa kamu mau berteman denganku, aku juga perantau di sini, dan aku akan senang bisa berteman dekat wanita yang Al kenal,"


"Tentu tante," sambung Nessa. "Oh iya tante, jika tidak ada hal penting yang ingin di sampaikan, bolehkah aku undur diri," ucap Nessa karena dirinya ingin mengunjungi dokter, untuk berkonsultasi, apakah janinnya baik baik saja meskipun dirinya hanya makan buah buahan.


"Oh iya silakan, terima kasih sudah menemui aku,"


"Sama sama tante, kalau begitu aku permisi dulu," pamit Nessa yang sudah beranjak dari duduknya lalu meninggalkan mama Beca yang terus menatap kepergian nya.


Lalu mama Beca menuju mobilnya yang terparkir tepat di depan kafe tersebut, dan menyuruh sopir pribadinya mengikuti taksi yang di tumpangi Nessa. Saat rasa penasarannya masih memenuhi dirinya, dan mama Beca ingin tahu di mana Nessa tinggal.


*


*


*


Hampir setengah jam mama Beca mengikuti taksi yang di tumpangi oleh Nessa. Dan taksi tersebut berhenti tepat di depan sebuah rumah sakit.

__ADS_1


"Apa dia bekerja di rumah sakit?" tanya mana Beca dan tatapan matanya terus tertuju ke arah Nessa yang sekarang melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sakit.


Dan tanpa pikir panjang mama Beca pun langsung turun dari mobilnya.


"Pak, bapak cari parkiran, aku ingin masuk ke dalam," perintah mama Beca pada supir pribadinya yang memberhentikan mobilnya di belakang taksi yang Nessa tumpangi.


Kemudian mama Beca berjalan masuk ke dalam rumah sakit, mengikuti Nessa dari jarak jauh, agar dirinya tidak ketahuan.


Mama Beca menghentikan langkahnya saat Nessa sudah masuk ke ruang dokter kandungan.


"Apa mungkin dia seorang dokter, ah tidak mungkin," ujar mama Beca karena tadi dirinya sempat mendengar Nessa menanyakan dokter yang berada di dalam ruangan, pada perawat yang berjaga di luar ruangan tersebut.


Mama Beca menunggu lama di sebuah bangku tunggu yang jaraknya lumayan jauh dari ruangan di mana tadi Nessa masuk.


Lalu mama Beca mengalihkan pandangannya saat melihat Nessa keluar dari ruangan tersebut.


Kemudian mama Beca beranjak dari duduknya, namun tujuannya saat ini bukan mengikuti Nessa lagi, namun menemui dokter yang baru saja di temui oleh Nessa, saat dirinya ingin tahu apa yang Nessa lakukan dengan menemui dokter kandungan.


Mama Beca sempat di larang masuk oleh perawat yang berjaga di depan ruangan tersebut karena belum membuat janji, namun akhirnya dengan segala alasan mama Beca di ijinkan untuk masuk ke dalam.


Alangkah terkejutnya saat mama Beca sudah masuk ke dalam ruangan dokter kandungan tersebut, dan melihat seseorang yang sangat dirinya kenal.


"Anisa?"

__ADS_1


Bersambung............................


__ADS_2