
Nessa yang sedang duduk di pinggiran tempat tidur di unit apartemen Al, tempatnya setahun lebih tinggal, terus mengukir senyum, ketika satu tangannya masih menempelkan ponsel miliknya di telinga.
"Iya aku maafkan, aku tunggu kedatangan mu ya Al, bay," ucap Nessa lalu menutup sambungan ponselnya, dan senyum kebahagian tidak pudar dari ke dua sudut bibirnya.
Bagaimana Nessa tidak bahagia, ketika baru saja Al yang sangat di rindukannya tiba tiba menghubunginya, dan meminta maaf karena tidak membalas pesan Nessa selama di kampung, dan juga tidak bisa menjemput Nessa di bandara.
Kemudian Nessa beranjak dari duduknya, dan melangkah kan kalinya menuju meja rias yang jaraknya tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Lalu Nessa menatap tubuhnya sendiri dari pantulan cermin, saat dirinya hanya menggunakan baju tidur.
"Baiklah saatnya berganti pakaian dan juga merias diri. Dan ini saatnya aku mengatakan isi hatiku, dan juga mengatakan jika di dalam sini ada kehidupan baru," ucap Nessa sambil mengelus perutnya, dan dirinya sudah berniat untuk mengatakan rasa cintanya pada Al, yang Nessa yakini Al akan menerima cintanya dan juga menerima janin yang ada di rahimnya.
Nessa menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul delapan malam, dan itu artinya satu jam lagi Al akan sampai di unit apartemennya.
Dan Nessa pun langsung bergegas menuju lemari pakaian yang berada di kamarnya tersebut.
Nessa yang sudah cantik dengan gaun warna merah muda yang melekat di tubuhnya, dan memperlihatkan punggung mulusnya, bukan hanya punggung nya yang terekspos, belahan gunung kembarnya juga terlihat jelas saat gaun yang di gunakan nya tidak memiliki lengan.
Membuat siapa saja yang melihat Nessa pasti langsung terpesona, apa lagi gaun yang di kenakan nya hanya menutupi separuh ke dua pahanya.
__ADS_1
Kemudian Nessa keluar dari kamar saat jam di kamar menunjukkan pukul sembilan kurang yang artinya Al akan segera sampai.
Nessa yang baru keluar dari kamar, langsung mengukir senyum ketika melihat Al baru masuk ke dalam unit apartemennya.
"Al," panggil Nessa membuat Al yang tadi sedang menutup pintu apartemennya, dengan segera menoleh ke arah Nessa yang kini mendekat ke arahnya.
Al tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, tak lupa ke dua bola matanya menatap intens tubuh Nessa dari ujung kepada hingga ujung kaki, dan seperti biasa penampilan Nessa selalu membuat hasratnya tidak bisa di kontrol.
"Kamu selalu membuat aku ingin melahap mu Nes," ujar Al lalu menarik pinggang Nessa yang sudah berada di hadapannya, hingga menempel di tubuhnya.
"Apa hari ini melelahkan?"
"Tidak masalah Al, aku tahu kesibukan kamu. Oh iya kamu sudah makan malam belum Al?"
"Belum," jawab Al, lalu berjalan menuju sofa ruang tamu di ikuti Nessa dari belakang.
"Kalau begitu aku akan memasak pasta untukmu,"
"Tidak perlu," sambung Al yang sudah duduk di sofa lalu mencekal tangan Nessa yang ingin meninggalkan nya. "Yang aku butuhkan saat ini hanya kamu Nes," ucap Al, membuat Nessa langsung tersenyum tahu apa yang di inginkan Al.
__ADS_1
"Tapi Al, kamu–" Nessa tidak jadi meneruskan ucapannya, saat Al menarik tangannya lagi, hingga Nessa terjatuh di pangkuannya.
"Aku sangat merindukan kamu Nes," ucap Al, membuat Nessa langsung mengerutkan keningnya mendengar apa yang di katakan oleh Al, karena ini pertama kalinya Al mengatakan kata rindu padanya.
"Em Al," desaah Nessa yang berada di pangkuan Al, saat Al mengecup belahan gunung kembarnya di akhiri dengan menyelusup kan kepalanya untuk mencium aroma tubuh Nessa yang begitu menenangkannya.
"Al,"
"Diam lah Nes," sambung Al yang kini menegakkan kepalanya, lalu menciumi leher Nessa dan sesekali menyesapnya.
"Em Al," desaah Nessa, dan Al langsung menghentikan aksinya lalu menatap wajah Nessa.
"Aku suka sekali mendengar suara sexy kamu Nes," ujar Al dan ingin menciumi bibir Nessa, namun langsung di tahan oleh Nessa. "Ada apa Nes?"
"Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu Al,"
"Katakan saja, aku akan mendengarnya Nes," ucap Al sambil meremas ke dua gunung kembar Nessa.
Belum juga Nessa mengatakan apa yang ingin di katakan nya, suara bel pintu unit apartemennya di tekan oleh seseorang dari luar berulang kali.
__ADS_1
Bersambung........................