
"Kenapa kamu terkejut Al, bayi yang berada di rahim Nessa anak kamu kan?" tanya mama Beca lagi.
Al yang masih terkejut dengan ucapan mama Beca hanya diam terpaku tanpa merespon pertanyaan sang mama.
"Mama tidak mengerti apa yang kamu lakukan ini Al, jika kamu sudah memiliki kekasih, kenapa kamu tidak mengatakan pada mama dan memperkenalkan siapa kekasih kamu sebelum semua ini terjadi," ujar mama Beca. "Jika sudah begini mama harus apa Al, di sisi lain kamu memiliki kekasih yang sedang mengandung anak kamu dan di sisi lain ada Nisa istri kamu. Meskipun kalian menikah karena perjodohan, tapi kalian sudah menjadi sepasang suami istri yang sah di mata negara dan juga agama, bagaimana jika ke dua orang tua Nisa, mengetahui semua ini,"
Namun Al lagi lagi tidak merespon semua perkataan yang baru saja mama Beca katakan, kemudian Al melangkahkan kakinya menuju sofa dan menjatuhkan tubuhnya dengan kasar.
Masa bodo dengan Nisa, yang sekarang memenuhi pikiran Al adalah, kenapa Nessa bisa hamil, ketika Nessa sudah melakukan suntik kontrasepsi.
Kemudian mama Beca menghampiri Al yang terlihat bingung, lalu duduk di samping sang putra.
"Kenapa kamu belum menjawab pertanyaan mama Al?"
"Aku harus menjawab apa Ma?" tanya Al lalu menoleh ke samping kanan di mama Beca sudah duduk si sampingnya. "Apa aku harus mengatakan, jika bayi itu anakku, meskipun kita selalu melakukan hubungan intim, tapi Nessa menggunakan suntik kontrasepsi Ma," ucap Al tidak menyadari jika ucapannya sudah membongkar apa yang selama ini di tutupi nya.
Mama Beca terus mencerna apa yang di katakan oleh sang putra, kemudian tangannya langsung menampar pipi Al dengan kencang.
__ADS_1
"Mama sungguh kecewa padamu Al, bukan ini yang selama ini mama ajarkan padamu, kamu itu manusia bukan binatang yang tidak memiliki perasaan, apa kamu tahu, yang baru saja kamu katakan pada mama itu perilaku binatang!" ucap kesal mama Beca yang benar benar kecewa dengan Al.
"Apa harus menunggu menikah dulu, baru bisa melalukan hubungan intim? Tidak Ma, kapan pun aku mau aku bisa melakukannya, tanpa ada ikatan pernikahan yang omong kosong itu,"
Mendengar apa yang di katakan oleh Al, mama Beca benar benar tidak mengenal anaknya.
"Apa kamu mencintai Nessa?" tanya mama Beca, yang tidak memiliki tenaga lagi untuk mengatakan apa pun, mendapati siapa sang putar yang sebenarnya.
"Tidak." jawab singkat Al.
"Karena aku memiliki nafsu, dan aku butuh pelampiasan,"
Plak!
Mama Beca menampar pipi sang putra dengan kencang. Dan ingin beranjak dari duduknya, namun tiba tiba mama Beca ambruk dan tidak sadarkan diri.
"Mama, bangun Ma," ujar Al, yang tadi menahan tubuh mama Beca yang ambruk, lalu Al membopong tubuh mama Beca menuju kamar di mana Nessa sudah berada di dalam.
__ADS_1
Nessa yang berada di dalam kamar, langsung menghapus air mata kesedihan nya, ketika tahu Al membawa masuk sang mama ke dalam kamar.
Bagaimana Nessa tidak sedih, setelah mendengar percakapan Al dan mama Beca, dari Al yang sudah menikahi, dan pengakuannya yang tidak mencintainya, melainkan melakukannya hanya karena nafsu, dan Nessa merasa sangat bodoh mengharap lebih dari hanya pemuas untuk Al.
"Nes, bantu aku, mama pingsan," pinta Al yang begitu panik saat sudah masuk ke dalam kamar, lalu merebahkan tubuh sang mama di tempat tidur, tempat tidur di mana selama ini dirinya memadu kasih dengan Nessa.
Tanpa mengatakan apa pun lagi Nessa segera mengambil minyak angin, yang tersimpan di kotak p3k di dalam kamar tersebut.
Kemudian Nessa yang ikut kuatir dengan keadaan mama Beca langsung menempelkan minyak angin di lubang hidung mama Beca, bukan hanya itu Nessa juga mengolesi minyak angin di telapak tangan dan kaki mama Beca, berharap mama Beca segera siuman.
"Nes, kenapa kamu bisa hamil. Aku sudah mengatakan padamu untuk rutin melakukan suntik kontrasepsi,"
Nessa menghentikan aktifitasnya saat sedang memijat kening mama Beca menggunakan minyak angin, lalu beranjak dari duduknya saat Nessa sedari tadi duduk di pinggiran tempat tidur.
"Jika kamu tidak ingin mengakui anak ini adalah anakmu, aku tidak masalah Al, aku yang salah, karena aku telat melakukan suntik kontrasepsi, dan aku juga bersalah, sudah berharap kamu mau menerima anak ini," ucap Nessa meskipun di dalam hatinya merasa sesak.
Bersambung.........................
__ADS_1