Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Tidak Percaya


__ADS_3

Al tidak bisa menghentikan langkah nya ketika sudah berada di rumah sakit, tepatnya di depan ruang UGD di mana mama Beca sedang mendapat perawatan khusus, karena tibanya di rumah sakit mama Beca belum juga sadarkan diri.


Suara derap langkah kaki terdengar jelas menghampiri Al yang terus mondar mandir tepat di depan ruang UGD.


"Al, apa yang sebenarnya terjadi pada mama?" tanya papa Zack yang begitu panik ketika mendapat kabar jika sang istri berada di rumah sakit.


Alhasil saat tadi pak Edi menghubunginya, papa Zack langsung menuju rumah sakit meskipun jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari.


Al pun langsung menghentikan langkahnya, lalu menatap ke arah papa Zack.


"Ini semua karena Nisa menantu papa itu,"


"Ada apa dengan Nisa?"


"Karena bayi yang di kandung Nisa bukanlah anakku Pa tapi anak orang lain!"


Plak!


Tamparan mendarat di salah satu pipi Al yang di layangkan oleh papa Zack, yang sama sekali tidak percaya pada yang di katakan oleh sang putra barusan.


"Jaga bicaramu Al, apa kamu mengatakan ini karena kamu lebih memilih wanita jallang itu?"


"Iya, karena dia yang sedang mengandung anakku Pa."

__ADS_1


"Dan sampai kapan pun papa tidak akan pernah menganggap anak itu adalah cucu papa, cucu papa hanyalah anak yang di kandung oleh Nisa, kamu paham!"


"Terserah papa, tapi sebentar lagi aku akan menceraikan Nisa,"


"Jika itu sampai terjadi, papa akan mengambil seluruh aset yang sudah papa berikan padamu, agar kamu tidak memiliki apa pun,"


"Dan aku tidak peduli," sambung Al dan ingin melangkahkan kakinya pergi meninggalkan papa Zack, namun Al urungkan saat pintu ruang UGD di buka dari dalam, dan memperlihatkan dokter yang tadi memeriksa mama Beca.


Kemudian Al menghampiri dokter tersebut di ikuti oleh papa Zack dari belakang.


"Dok apa yang terjadi? Mama baik baik saja kan?" tanya Al yang masih cemas dengan keadaan sang mama.


"Syukurlah semua baik baik saja, kalian tidak perlu cemas, hanya saja pasien harus beristirahat totol," ujar dokter tersebut dan langsung menceritakan jika mama Beca terkena serangan jantung ringan.


*


*


*


Bagaimana bisa tidur dengan tenang ketika dia pergi ke rumah Kevin namun yang di cari tidak ada, dan sudah puluhan kali Nisa menghubungi Kevin, tetap saja tidak di angkat dan terakhir nomor ponsel Kevin tidak lagi bisa di hubungi.


Nisa yang sudah beranjak dari tidurnya menoleh ke arah meja nakas di mana ponselnya di letakkan, lalu Nisa mengambil nya dan langsung menghubungi Kevin.

__ADS_1


Dan raut wajah kekecewaan terlihat jelas di wajah Nisa, saat mencoba menghubungi Kevin nomornya sudah tidak aktif.


"Ya Tuhan, Kevin kamu ke mana aku dan anak kita sangat merindukan kamu," ucap Nisa sambil mengelus perutnya. "Baiklah pagi ini aku akan mengunjungimu, dan membawa sarapan untukmu," ucap Nisa lagi yang kali ini sambil mengukir senyum, dan turun dari tempat tidur.


Nisa yang sudah keluar dari dalam kamar setelah membersihkan diri, langsung menuju ruang makan sambil menautkan keningnya.


Pasalnya biasanya mama Beca dan juga papa Zack sudah berada di meja makan untuk menikmati sarapan, namun kali ini meja makan masih sepi meskipun makanan sudah tersaji di atas meja makan.


"Mbak," panggil Nisa pada salah satu asisten rumah tangga mama Beca, yang langsung menghampiri Nisa yang sudah duduk du kursi makan. "Oh Iya Mbak, papa dan mama ke mana? Kenapa belum sarapan?" tanya Nisa pada asisten rumah tangga mama Beca yang sudah berdiri di samping nya.


"Ibu sedang di rawat di rumah sakit, dan Bapak juga berada di sana untuk menjaga ibu,"


Nisa begitu terkejut mendengar pernyataan asisten rumah tangga mama Beca. Membuatnya langsung beranjak dari duduknya dan kembali menuju kamarnya untuk mengambil tas miliknya, berniat untuk mengunjungi mama Beca yang berada di rumah sakit.


*


*


*


Mama Beca, Al dan juga papa Zack yang sudah berada di dalam ruang perawatan mama Beca sejak semalam mama Beca di pindah.


Kini ke tiganya hanya diam, setelah mama Beca memberi tahu pada sang suami jika dirinya mendengar sendiri apa yang semalam mama Beca dengar, jika bayi yang di kandung Nisa bukan lah anak Al.

__ADS_1


"Papa tidak akan pernah percaya pada apa yang baru saja kamu katakan Ma," ujar papa Zack yang tidak percaya sama sekali dengan apa yang baru saja sang istri katakan. "Mungkin saja pria itu mengatakan jika bayi yang di kandung Nisa adalah bayinya, karena dia ingin mengincar harta Nisa dan juga keluarganya."


Bersambung..........................


__ADS_2