
Setelah meninggalkan apartemen sang putra, mama Beca bukannya pulang ke rumah, malah pergi ke supermarket untuk membeli susu hamil dan juga beberapa makanan dan juga buah buahan untuk memenuhi nutrisi ibu hamil.
Mama Beca yang sudah selesai berbelanja langsung menyuruh sang sopir yang bernama pak Edi untuk memasukkan barang belanjaannya ke dalam mobilnya yang tidak sedikit jumlahnya.
"Antarkan aku ke tempat biasa," perintah mama Beca pada supir pribadinya.
"Siap Bu," sambung sopir tersebut yang langsung melajukan mobilnya.
*
*
*
Hampir tiga jam mama Beca melakukan perjalanan dan sekarang dirinya sudah sampai di tempat tujuannya.
Kemudian mama Beca turun dari mobil, ketika sang supir sudah memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang tersedia di tempat tujuannya.
__ADS_1
Lalu mama Beca menghampiri sang supir yang sedang mengeluarkan barang belanjaan mama Beca dari dalam mobil, dan mengambil salah satu kantong agar sang supir tidak kewalahan membawa kantong belanjaan yang tidak sedikit.
"Bu biar saya saja," ucap pak Edi namun tidak di hiraukan oleh mama Beca.
"Oh iya Pak, seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, jangan pernah mengatakan pada siapa pun, jika aku suka berkunjung ke sini," ujar mama Beca, karena sudah beberapa kali dirinya mengunjungi tempat kos yang menjadi tempat tujuannya saat ini.
"Baik Bu," sambung pak Edi lalu mengikuti mama Beca dari belakang.
Mana Beca berjalan menuju Pos jaga kos kosan di mana tempatnya sekarang berada untuk meminta kunci cadangan.
Dan satpam yang sedang berjaga langsung memberikan kunci cadangan pada mama Beca, yang sudah di kenalnya.
"Sepertinya menantu Ibu belum pulang," ujar satpam tersebut.
Membuat mama Beca langsung menatap jam tangan yang ada di pergelangan tangannya, yang menunjukkan pukul setengah empat sore dan itu akhirnya penghuni kamar yang dirinya tuju akan pulang setengah jam lagi.
"Tidak masalah pak, aku bisa menunggu di dalam. Kalau begitu aku permisi dulu," ujar mama Beca yang langsung melangkah kakinya menuju kamar kos ya berada di lantai satu yang terdapat di ujung kos kos tersebut, yang memiliki tiga lantai dengan kemar kos keseluruhan lebih dari dua puluh.
__ADS_1
Mama Beca yang sudah berada di depan kamar kos yang di tujunya langsung masuk ke dalam kamar kos yang lebarnya hanya empat kali empat meter dengan kamar mandi kecil di dalamnya.
Kemudian mama Beca menyuruh pak Edi untuk menunggu di luar setelah menaruh barang belanjaannya.
Mama Beca pun langsung menyusun barang belanjaan di atas meja yang ada di kamar kos tersebut, dan memasukkan buah dan juga minuman dingin ke dalam lemari pendingin yang terdapat di samping meja tempatnya baru saja menata susu hamil dan juga cemilan sehat yang baik di konsumsi oleh ibu hamil.
Setelah selesai, mama Beca langsung duduk di pinggiran tempat tidur yang berukuran single, dan ingin menyambar remote televisi, namun dirinya urungkan saat pintu kamar kos tersebut di buka oleh seseorang, dan mama Beca langsung mengukir senyum pada seseorang yang baru masuk ke dalam kamar kos tersebut.
"Tante," ucap Nessa pemilik kamar kos tersebut, dan Nessa tidak terkejut lagi saat mama Beca sudah berada di dalam kamar kos nya, karena sudah beberapa kali setelah dirinya pulang kerja dari pekerjaan barunya, pasti mama Beca sudah berada di dalam kamar. Hanya saja untuk hari ini mama Beca tidak mengirim pesat jika ingin mengunjungi nya.
Kemudian mama Beca yang masih terus mengukir senyum berjalan menghampiri Nessa.
"Bagaimana pekerjaanmu? Apa Anisa memperlakukan kamu dengan baik?" tanya mama Beca sambil menyelipkan rambut Nessa ke belakang telinganya.
"Iya dokter Anisa memperlakukan aku dengan sangat baik," jawab Nessa karena dirinya sekarang menjadi salah satu asisten dokter Anisa sahabat dari mama Beca, di rumah sakit baru dokter Anisa yang letaknya tidak jauh dari tempat kos Nessa yang baru di tempati nya.
Dan mama Beca tahu keberadaan Nessa satu minggu setelah kepergiannya dari unit apartemen Al, dari dokter Anisa saat Nessa sedang melamar pekerjaan di rumah sakit barunya. "Ada apa tante datang ke sini?" tanya Nessa penasaran.
__ADS_1
"Aku ingin mengatakan hal penting padamu,"
Bersambung....................