Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Penasaran


__ADS_3

Al terus menatap pria yang ada di hadapannya, pria yang menampar Nisa di malam itu, dan Al menjadi penengah pertengkaran ke duanya.


"Apa kamu pria yang di suruh Nisa mengantar uang untukku?" tanya pria yang ada di hadapan Al, tanpa basa basi.


Kemudian tatapan matanya tertuju ke arah koper yang berada di tangan kanan Al.


"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Al dan menjauhkan koper yang ada di tangannya saat pria yang ada di hadapannya ingin mengambilnya.


"Kamu tidak perlu tahu siapa aku. Kemari kan uang itu, aku tahu koper itu pasti berisi uang,"


"Betul, ini berisi uang yang kamu inginkan," sambung Al berbohong, padahal koper tersebut tidak berisi apa pun.


Al menjauhkan kembali koper yang dirinya tenteng, saat pria yang ada di hadapannya, ingin mengambilnya lagi.


"Apa kamu sedang mempermainkan aku?" tanya pria tersebut yang begitu emosi.


"Untuk apa, aku kenal kamu juga tidak. Aku hanya heran saja, kamu itu seorang pria namun tidak memiliki malu meminta uang dari seorang wanita,"


"Apa kamu sedang mengejekku?" tanya pria tersebut.


"Tidak. Jika kamu merasa begitu, baguslah,"


"Kurang ajar!" kesal pria tersebut sambil mengepalkan tangan kanannya mendekati Al. "Sekarang berikan uang itu atau–"


"Atau Apa? Apa kamu ingin mengancam ku?" tanya Al memotong perkataan pria yang sekarang tiba tiba menarik kerah kemeja yang di gunakan oleh Al.

__ADS_1


"Kamu diam saja, dan berikan uang itu. Kamu hanya suruhan Nisa, jadi jangan macam macam denganku!" tegas pria tersebut yang hanya di tanggapi dengan senyuman oleh Al.


Kemudian pria tersebut mengambil paksa koper yang ada di tangan Al, lalu pergi dengan terburu buru keluar dari restoran tersebut.


"Bawalah koper tersebut," ucap Al sambil tersenyum. "Eh nanti dulu, aku masih penasaran siapa pria tadi,"


Kemudian Al juga keluar dari restoran tersebut, untuk mengikuti pria yang sudah keluar terlebih dahulu dari restoran, saat Al masih penasaran dengan pria tersebut.


"Sial," kesal Al saat sudah keluar dari restoran, namun tidak menemukan pria yang tadi di temui nya. "Ya ampun Al, ada apa dengan dirimu. Dan apa urusanmu, hingga kamu penasaran seperti ini, tidak ada gunanya," ucap Al pada dirinya sendiri.


Kemudian Al menuju mobil miliknya yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berada, dan seperti tujuan awal, dirinya akan pergi ke klub malam untuk menemui ke dua sahabatnya.


Sementara itu, pria yang tadi di temui Al. Mengeluarkan semua umpatan dari bibirnya, ketika dirinya sudah membuka koper yang tadi Al bawa, dan koper tersebut hanyalah koper kosong, tanpa ada sepeser uang pun, seperti yang sudah di bayangkan.


"Oke lah Nisa, jika ini yang kamu inginkan," ucap pria tersebut lalu melempar koper kosong yang berada di pangkuannya ke jok belakang mobilnya.


*


*


*


Sampainya di klub malam, Al di sambut oleh ke dua sahabatnya yang sedang memangku wanita di ke dua pahanya, tentu saja wanita tersebut adalah wanita bayarnya keduanya.


Kemudian Jery dan juga Tomi menyuruh wanita yang sedang berada di pangkuannya turun, sebelum ke duanya menghampiri Al yang sekarang sudah duduk di sofa ruang VVIP di mana sekarang dirinya berada.

__ADS_1


"Ya ampun pengantin baru, untuk apa kamu datang ke mari, apa di rumah kamu tidak di suguhkan dengan kemolekan tubuh istrimu?" tanya Tomi sambil menyodorkan segelas minuman beralkohol pada Al, yang langsung di ambilnya dan di tegaknya sampai tidak tersisa.


"Iya Al ceritakan pada kita, dan kenapa kamu tidak mengundang kita ke acara pernikahan kamu," sambung Jery.


"Bagaimana aku akan mengundang kita jika–"


"Apa kamu di grebeg saat sedang main? Dan di nikahkan di saat itu juga?" tanya Tomi penasaran memotong perkataan Al.


" Grebeg, kamu kira aku pengedar, makanya jika aku belum selesai bicara, jangan di potong dulu,"


"Maaf bos, silakan di lanjut,"


"Aku di jodohkan oleh papa, dengan wanita yang sangat menyebalkan,"


Mendengar apa yang di katakan oleh Al, ke dua sahabatnya tersebut langsung tertawa dengan kencang mengalahkan suara musik yang menggema di ruangan tersebut.


"Kenapa kalian tertawa ini tidak lucu."


"Tentu saja lucu Al, hari gini masih ada kata perjodohan, ya ampun seperti orang kuno saja,"


"Yup, betul apa yang Tomi katakan," sambung Jery membenarkan perkataan Tomi sahabatnya. "Tapi Al, kamu bilang menyebalkan, awas saja biasanya dari kata menyebalkan menjadi menyenangkan,"


"Dan itu tidak akan pernah terjadi, dia wanita yang paling menyebalkan, yang pernah aku temui," sambung Al. "Dan jangan di bahas lagi, aku ke sini untuk bersenang senang, dan bawakan wanita padaku sekarang juga," perintah Al, membuat Jery dan juga Tomi langsung saling pandang, tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh sahabatnya tersebut.


Bersambung.........................

__ADS_1


__ADS_2