Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Sepupu


__ADS_3

"Pak Edi hentikan mobilnya di sini saja, aku tidak ingin Nisa curiga jika kita membuntuti nya," perintah mama Beca pada sopir pribadinya, yang langsung menghentikan mobilnya jauh dari mobil Nisa yang baru saja berhenti di halaman rumah sederhana.


Ketika tadi mama Beca yang penasaran melihat sang menantu keluar rumah malam malam, langsung menyuruh pak Edi yang memang tinggal di rumah mama Beca, untuk mengikuti mobil Nisa ke mana pun dia pergi, tentu saja dengan mama Beca yang begitu penasaran ingin mengetahui apa yang menantunya lakukan di tengah malam.


Mama Beca yang berada di dalam mobil, terus menatap Nisa yang baru keluar dari dalam mobil yang di kendarai nya, lalu melangkahkan kakinya menuju pintu rumah sederhana dan masuk ke dalam rumah tersebut.


"Rumah siapa yang di datangin Nisa?" tanya mama Beca dan ingin membuka pintu mobil di mana dirinya duduk, berniat untuk menghampiri sang menantu, namun dirinya urungkan saat melihat Nisa keluar dari rumah sambil menempelkan ponsel miliknya di salah satu telinganya, seperti sedang menghubungi seseorang.


Kemudian Nisa masuk lagi ke dalam mobil, dan melajukan mobilnya untuk meninggalkan rumah tersebut.


Dan saat pak Edi ingin melajukan mobilnya untuk membuntuti Nisa kembali. Langsung di larang oleh mama Beca yang malah menyuruh pak Edi untuk memasuki halaman rumah sederhana tersebut.


Karena mama Beca begitu penasaran, rumah siapa yang di kunjungi oleh sang menantunya.


Lalu mama Beca turun dari mobil, saat pak Edi sudah memarkirkan mobil nya tepat di halaman rumah tersebut.


"Permisi apa ada orang?" tanya mama Beca sambil mengetuk pintu rumah sederhana tersebut.


Namun sudah beberapa kali mama Beca mengetuk pintu rumah tersebut, tidak ada tanda tanda jika rumah tersebut akan di buka dari dalam.


"Sepertinya ini rumah kosong Bu," ujar pak Edi yang sudah menghampiri mama Beca.

__ADS_1


"Tapi untuk apa Nisa datang ke rumah ini, dan tadi aku melihat sendiri Nisa masuk ke dalam rumah ini loh Pak,"


"Biar aku tanya seseorang," ujar pak Edi yang langsung memanggil dua orang yang seperti sedang melakukan ronda, di lingkungan tepatnya sekarang berada.


Dan ke dua orang tersebut langsung menuju teras rumah di mana tadi pak Edi memanggilnya.


"Ada yang bisa aku bantu Pak?" tanya salah satu orang yang baru saja di panggil pak Edi.


"Oh iya Pak, siapa pemilik rumah ini? Kenapa seperti tidak ada orang di dalam" tanya pak Edi.


"Oh ini rumah almarhum Bu Ida Pak, kadang putranya suka menginap di sini tapi mungkin malam ini dia tidak menginap,"


"Putra?" tanya mama Beca penasaran.


"Kami se–"


Pak Edi tidak jadi meneruskan ucapannya, saat tangannya di cekal oleh mama Beca.


"Kami sahabat lama almarhum pemilik rumah ini, dan aku baru tahu jika pemilik rumah ini sudah meninggal," bohong mama Beca. "Oh iya pak, apa kalian mengetahui putra pemilik rumah ini tinggal di mana?" tanya mama Beca yang begitu penasaran.


"Kami pernah mendengar dia tinggal di apartemen X yang elite itu Bu, tapi tepatnya di lantai berapa kami kurang tahu,"

__ADS_1


"Oh baiklah, terima kasih," ujar mama Beca sambil mengukir senyum.


"Baiklah kalau begitu kami pamit dulu," ujar salah satu pria, namun di cegah oleh mama Beca. "Ada yang bisa aku bantu lagi Bu?"


"Oh iya Pak, mau bertanya. Apa suka ada, wanita muda yang datang ke rumah ini?"


"Sering Bu, kata Kevin saudara sepupunya,"


"Sepupunya?"


"Iya Bu," jawab dua orang bersamaan yang masih berada di hadapan mama Beca.


"Oke terima kasih pak," ujar mama Beca yang langsung mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu dari dalam tas yang di bawanya, lalu memberikan pada ke dua orang yang ada di hadapannya.


"Terima kasih Bu," ujar dua orang bersamaan dan hanya di balas senyum dan anggukan oleh mama Beca.


"Antar kan aku ke apartemen X," perintah mama Beca pada pak Edi setelah ke dua orang tadi sudah meninggalkan mama Beca dan juga pak Edi.


"Bu tapi ini sudah malam, lebih baik kita datang besok saja," usul pak Edi, ketika melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul dua belas malam lebih.


"Aku ingin sekarang juga, jika Nisa sepupu dengan pria yang bernama Kevin itu, untuk apa dia datang malam malam, dan setahu aku Toni dan istrinya tidak memiliki saudara yang bernama Ida," ujar mama Beca yang benar benar penasaran dengan sang menantu.

__ADS_1


Bersambung............................


__ADS_2