
Al yang sedari tadi duduk di pinggiran ranjang perawatan sang mama dan ingin beranjak dari duduknya setelah mendengar apa yang di katakan oleh papa Zack, tangannya langsung di cekal oleh mana Beca yang tahu persis pasti sang putra akan melawan sang suami.
"Al, biarkan papa kamu dengan pemikirannya, mama akan ada untuk kamu, dan mama akan berpihak pada kamu dengan Nessa," ujar mama Beca membuat Al langsung duduk di tempatnya kembali.
"Oh kamu berpihak pada wanita jallang itu? Dan entah siapa anak yang sedang di kandungnya,"
"Itu anak aku Pa, dan berhenti menghinanya, mungkin dulu dia seperti yang papa katakan, tapi sekarang berbeda," sahut Al yang tidak Terima dengan perkataan sang papa dan beranjak dari duduknya.
"Berbeda? Apa yang berbeda? Sampai kapan pun dia tetaplah jallang,"
"Papa!" teriak mama Beca kala sang suami terus menyebut Nessa dengan kata Jallang. "Apa papa lupa manusia bisa berubah dengan berjalannya waktu?" tanya mama Beca yang sekarang sudah beranjak dari tidurnya dan menatap sang suami yang berdiri di hadapannya.
"Papa tahu itu," jawab lembut papa Zack.
"Jika papa tahu, kenapa papa terus berkata jallang pada ibu dari anak Al?"
Bukannya menjawab pertanyaan sang istri papa Zack malah membalik tubuhnya untuk meninggalkan mama Beca dan juga Al.
"Papa!" teriak mama Beca menghentikan langkah sang suami.
__ADS_1
"Sampai kapan pun, papa tidak akan pernah percaya pada apa yang kalian katakan tentang Nisa. Dan sampai kapan pun jangan pernah berharap papa akan menerima wanita jallang dan anaknya itu sebagai bagian dari keluarga kita, ingat, sampah hanya ada di tempat sampah," ujar papa Zack tanpa membalik tubuhnya, lalu keluar dari ruang perawatan sang istri.
"Papa!"
"Al, percuma kamu meladeni papa kamu," sambung mama Beca sambil menahan tangan sang putra yang ingin menyusul papa Zack.
"Tapi Ma, aku tidak ingin mengakui anak orang lain sebagai anakku, sedangkan anakku sendiri aku tidak tahu di mana sekarang berada,"
"Tenang saja Nessa baik baik saja," sambung mama Beca membuta Al langsung menatap sang mama, sambil menautkan keningnya.
"Apa mama tahu di mana dia berada?" tanya Al penasaran setelah mendengar apa yang mama Beca katakan.
Bukan tanpa alasan mama Beca berbohong pada sang putra, hanya saja dirinya sudah berjanji pada Nessa untuk tidak memberi tahu siapa pun di mana dia berada termasuk pada Al.
Namun bukan hanya itu alasan mama Beca, dirinya ingin sang putra menyadari perasaannya pada Nessa, karena mama Beca yakin sang putra mencintai Nessa.
Dan mama Beca tidak peduli lagi meskipun saat ini Al sudah menikah dengan Nisa yang mama Beca tahu sendiri jika anak yang di kandung oleh sang menantu adalah anak pria lain, bukanlah anak dari sang putra.
"Aku harus mencari Nessa ke mana lagi Ma, aku sungguh tidak bisa jauh darinya," ujar Al sambil menghembuskan nafasnya kasar. "Aku benar benar sangat merindukan dia Ma, rasanya hidupku hampa tanpa dia,"
__ADS_1
"Itulah cinta Al, kamu tidak sadar telah mencintai Nessa," sambung mama Beca untuk membuka hati Al.
"Ma Tapi–"
"Al, perasaan yang sedang kamu rasakan sekarang ini adalah cinta," sambung mama Beca memotong perkataan sang putra.
Kemudian mama Beca yang sedang duduk di atas ranjang perawatan nya langsung meraih tangan Al dan menyuruhnya untuk duduk, lalu mama Beca menggenggam erat tangan putranya tersebut.
"Al, carilah Nessa dan bawa dia kembali, mama akan selalu mendukung hubungan kalian, meskipun papa kamu menolak, karena ini hidup kamu, dan kamu yang akan menjalani, dan mama hanya ingin melihat putra mama bahagia dengan wanita yang di cintai nya."
Mendengar apa yang di katakan oleh mama Beca, Al menoleh ke arah sang mama dan melepas genggaman tangannya, lalu Al memeluk mama Beca.
"Terima kasih Ma," ucap Al yang masih memeluk sang mama, kemudian Al melepas pelukannya dan sekarang beralih menggenggam tangan mama Beca. "Aku ingin mengatakan hal penting pada mama, hal yang tidak pernah mama tahu sebelumnya," ujar Al membuat mama Beca langsung menautkan ke dua alisnya.
"Hal penting?" tanya mama Beca penasaran.
"Iya Ma, dan maaf selama ini aku menyembunyikan nya dari mama,"
Bersambung.......................
__ADS_1