
"Selamat siang," sapa Nessa, saat sudah mendekati wanita paruh baya yang tak lain dan tak bukan adalah mama Beca.
Yang begitu penasaran dengan wanita bernama Nessa, yang terus menghubungi ponsel Al di malam itu, dan di situ mama Beca langsung menyimpan nomor Nessa.
"Siang," sapa balik mama Beca dengan senyum yang menghiasi ke dua sudut bibirnya. "Silakan duduk," perintah mama Beca.
Dan Nessa pun dengan segera duduk di kursi tepat di hadapan mama Beca yang masih terus mengukir senyum.
"Perkenalkan aku Beca," ujar mama Beca lalau mengulurkan tangannya ke hadapan Nessa.
Dan Nessa pun langsung menjabat tangannya. "Aku Nessa tante," sambung Nessa dan balas ikut mengukir senyum sambil menatap wanita paruh baya yang terlihat begitu ramah, padahal ini pertama kalinya ke duanya bertemu.
"Oh iya kamu mau makan apa?" tanya mama Beca ramah.
"Maaf tante, aku tidak lapar, mungkin aku hanya ingin pesan jus mangga saja,"
"Baiklah," sambung mama Beca, dan langsung memanggil pelayanan.
Nessa terus menatap mama Beca yang sedang berbicara pada pelayanan untuk memesan makanan. Dan Nessa terus mengingat, apakah dirinya pernah bertemu dengan mama Beca atau belum, dan Nessa yakin belum pernah bertemu dengan nya.
Yang menjadi pertanyaan Nessa adalah, kenapa mama Beca tahu nomor ponsel nya, dan kenapa juga ingin bertemu dengan dirinya.
__ADS_1
"Jangan menatap ku seperti itu, apa ada yang aneh dengan wajahku?" tanya mama Beca yang menyadari jika Nessa terus menatapnya.
"Oh tidak tante. Maaf," jawab Nessa. "Tapi sepertinya kita baru bertemu sekarang,"
"Tentu," sambung mama Beca, dan tatapan matanya terus menyusuri setiap jengkal wajah Nessa, yang begitu cantik, dan siapa saja pria akan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Nessa.
"Oh iya tante, ada yang ingin aku tanyakan dengan tante,"
"Nanti saja, aku ingin menikmati makan siang dulu," sambung mama Beca bertepatan dengan pelayanan yang datang membawa pesannya, dan mama Beca tahu persis apa yang ingin di tanyakan oleh Nessa.
"Baiklah, selamat makan tante," ujar Nessa lalu meraih gelas berisi jus mangga pesanannya.
Belum juga Nessa ingin meminum jus mangga di hadapannya, rasa mualnya timbul ketika mencium bau makanan yang di pesan mama Beca.
Karena akhir akhir ini Nessa terus mengeluarkan isi perutnya ketika mencium aroma makanan, alhasil dirinya tidak sama sekali mau makan apa pun kecuali hanya buah dan susu, dan membuat tubuhnya begitu lemah.
Mama Beca yang sedang menyantap makanan di hadapannya, menautkan ke dua alisnya melihat Nessa.
"Ada apa dengan kamu?" tanya mama Beca saat menjeda makannya. Karena penasaran dengan tingkah Nessa.
"Oh tidak ada tante, aku hanya tidak menyukai bau makanan yang tente pesan," jelas Nessa dan mempersilakan mama Beca untuk meneruskan makannya.
__ADS_1
Mama Beca pun meneruskan makannya, dan menyuruh pelayan untuk membereskan meja yang ada di hadapannya setelah dirinya selesai menyantap makan siang.
Dan setelah itu Nessa membuka kembali masker yang menutupi hidungnya, kemudian mengukir senyum ke arah mama Beca.
"Oh ya tante aku ingin bertanya, dari mana tante mendapatkan nomor ponsel aku?" tanya Nessa penasaran.
"Dari Alberto Gonza," jawab mama Beca menyebut nama lengkap Al, untuk mengetahui reaksi Nessa seperti apa.
Nessa begitu terkejut saat mama Beca menyebut nama lengkap Al. Dan Nessa meyakini jika wanita paruh baya yang ada di hadapannya adalah mama Al.
"Jangan berfikir aku mama dari Al," bohong mama Beca karena tujuannya menemui Nessa hanya ingin tahu siapa Nessa sebenarnya. "Pasti kamu berfikir aku mama Al kan?" tanya mama Beca dan Nessa pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Jika tante bukan mama Al, terus tante–"
"Bukan siapa siapa," sambung mama Beca memotong perkataan Nessa. "Aku menemui kamu, kerena Al menyuruhku untuk menyampaikan jika Al baru saja melangsungkan pernikahan," ujar mama Beca untuk melihat reaksi Nessa.
Alangkah terkejutnya mama Beca melihat reaksi Nessa yang biasa saja.
Tentu saja, Nessa bersikap biasa saja karena dirinya yakin apa yang di katakan oleh wanita paruh baya di hadapannya hanyalah kebohongan belaka.
Karena Nessa tahu persis siapa Al, yang tidak percaya dengan suatu pernikahan.
__ADS_1
Bersambung...................