Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Akan Bertanggung Jawab


__ADS_3

"Menyembunyikan? Dari mama?" tanya mama Beca yang begitu penasaran dengan apa yang baru saja di katakan oleh sang putra.


Dan Al pun langsung menganggukkan kepalanya dan semakin erat menggenggam tangan mama Beca.


"Apa ini ada hubungannya dengan yang pernah kamu bicarakan sama papa?"


"Iya Ma dan–"


Al tidak jadi meneruskan ucapannya, dan sekarang menoleh ke arah pintu ruang perawatan di mana dirinya berada, yang di buka dari luar oleh seseorang.


Begitu pun dengan mama Beca yang menatap ke arah pintu di mana Jery dan juga Tomi yang membuka pintu ruangannya.


Dan mama Beca langsung menautkan ke dua alisnya, pasalnya di belakang Jery dan juga Tomi yang sekarang melangkahkan kakinya mendekati ranjang perawatan nya, ada sepasang pria dan wanita yang bergandengan tangan, dan mama Beca tahu siapa pria tersebut.


Pria yang semalam mengatakan jika Nisa sedang mengandung anaknya.


Dan Al yang mendapati ada Kevin dan juga kekasihnya langsung melepas genggaman tangan mama Beca, lalu beranjak dari duduknya.


Tatapan Al tertuju ke arah Kevin, tatapan penuh kebencian, bagaimana Al tidak benci pada pria yang sudah menghamili Nisa, dan mengkambing hitamkan dirinya.

__ADS_1


"Al," Jery yang sudah menghampiri Al menahan tubuhnya saat Al ingin menghampiri Kevin. "Ada yang ingin Kevin katakan,"


"Tidak perlu mengatakan apa pun, aku tahu Nisa sedang mengandung anaknya, dan dia harus bertanggung jawab!" tegas Al dan tatapan matanya terus tertuju ke arah Kevin.


"Dan itu salah satu tujuan aku datang ke sini," sambung Kevin yang berjalan mendekat ke arah Al yang langsung menautkan ke dua alisnya mendengar apa yang baru saja Kevin katakan.


Kevin yang sudah mendekati Al menepuk bahunya, membuat Al langsung menyingkirkan tangan Kevin yang masih berada di bahunya.


"Sebelum itu, aku ingin minta maaf padamu dan juga keluargamu Al," ujar Kevin sambil mengukir senyum.


"Jangan banyak bicara, kamu harus bertanggung jawab atas kehamilan Nisa," sambung Al, meskipun dirinya tidak menyukai Nisa, namun dirinya juga merasa kasihan pada Nisa, terlepas dari apa yang sudah Nisa lakukan padanya.


Dan Al langsung teringat pada Nessa yang sedang mengandung darah daging nya, yang entah di mana sekarang berada.


"Apa!" teriak mama Beca yang begitu terkejut dengan apa yang di katakan oleh Kevin.


"Apa kamu sudah gila?" tanya Al sambil mendorong tubuh Kevin dengan kencang membuat nya mundur beberapa langkah.


"Al," ucap Jery dan menahan tubuh Al yang sudah mengepalkan tangannya ingin menghampiri Kevin. "Kamu dengarkan dulu apa yang ingin dia katakan,"

__ADS_1


"Tapi dia sungguh memuakkan Jery, bagaimana bisa dia sudah menghamili wanita tapi tidak ingin menikahinya,"


"Terus bagaimana dengan kamu," ucap Jery untuk menyindir Al.


Al yang merasa tersindir langsung menyingkirkan tubuh Jery yang berada di hadapannya, lalu meraup wajahnya dengan kasar.


"Tapi aku berniat untuk menikahinya, jika aku sudah menemukan dia," ujar Al yang tidak ingin di samakan dengan Kevin.


"Untuk apa? Apa hanya karena anak sedang di kandungnya?"


"Tentu saja tidak, karena aku men–"


Al tidak jadi meneruskan ucapannya membuat mama Beca yang masih duduk di ranjang perawatannya langsung tersenyum, tahu apa yang akan Al katakan.


"Kenapa tidak di lanjutkan Al?" tanya Jery untuk memancing sahabatnya tersebut.


"Diam kau!" tegas Al yang sekarang menatap ke arah Kevin dan tidak ingin menanggapi apa yang di katakan oleh Jery. "Jika kamu tidak ingin menikahi Nisa, bagaimana kamu bertanggung jawab!"


"Untuk hal ini kamu tidak perlu tahu, yang terpenting aku sudah mengklarifikasi jika bayi yang di kandung oleh Nisa adalah anakku, dan tenang saja aku tahu apa yang harus aku lakukan," jelas Kevin yang langsung menatap ke arah pintu.

__ADS_1


Bukan hanya Kevin saja yang menatap ke arah pintu, namun semua yang berada di ruang perawatan mama Beca juga menatap ke arah pintu yang baru saja di buka dari luar.


Bersambung......................


__ADS_2