Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Tidak Pantas Untuk Di Maafkan


__ADS_3

Al menarik tangannya saat Nessa membuka matanya dan menatap langsung ke arahnya.


"Nes, ma–"


"Sejak kapan kamu memiliki hati Al, hingga kamu bisa mengatakan kata cinta?" tanya Nessa memotong perkataan Al.


"Siapa bilang aku tidak memiliki hati Nes, aku manusia tentu saja aku memiliki hati, dan hati ini hanya untukmu,"


"Sejak kapan?"


"Sejak aku tidak ingin kehilangan kamu Nes, dan aku mohon maafkan aku karena aku adalah orang–"


"Bagaimana jika aku tidak akan pernah memaafkan kamu Al?" tanya Nessa dan memotong perkataan Al kembali.


"Dan itu saatnya aku tidak akan bisa bernafas lagi untuk selamanya," jawab Al yang sekarang beranjak dari duduknya. "Aku tahu kesalahan aku memang tidak pantas untuk di maafkan Nes, tapi tidak adakah sedikit kata maaf dari mu untukku Nes?"


Mendengar pertanyaan Al, Nessa yang masih berada di tempatnya langsung menggelengkan kepalanya.


"Baiklah Nes, terima kasih untuk kamu yang sudah hadir di dalam kehidupan aku, asal kamu tahu. Kamulah wanita terindah dalam hidupku. Sekali lagi maaf," ucap Al dan air mata tak terasa jatuh dari ke dua pelupuk matanya. "Jagalah anak kita untuk selamanya, carilah ayah yang baik untuknya Nes, dan ini saatnya aku pergi dan itu untuk selamanya," ucap Al lagi lalu membalik tubuhnya ingin meninggalkan Nessa.


Namun belum juga Al melangkahkan kakinya ingin meninggalkan Nessa, tangannya langsung di cekal oleh Nessa yang sekarang sudah beranjak dari tidurnya.

__ADS_1


"Sejak kapan kamu bisa menangis Al? Dan sejak kapan kamu berputus asa seperti ini? Apa kamu tidak ingin membesarkan anak kita bersama sama?"


Al yang masih diam terpaku, langsung mencerna apa yang baru saja Nessa katakan, lalu satu tangannya menghapus air mata yang masih membasahi pipi, dan Al pun langsung membalik tubuhnya untuk menatap Nessa yang sekarang sedang tersenyum ke arahnya.


"Nes apa kamu–"


Belum juga Al meneruskan ucapannya, Nessa langsung memeluk tubuh Al yang masih bingung dengan sikap Nessa yang tiba tiba berubah.


"Katanya kamu mencintaiku, tapi kenapa kamu tidak balik memelukku Al?" tanya Nessa yang masih memeluk tubuh Al.


Dan reflek Al langsung memeluk balik tubuh Nessa yang masih memeluknya dari atas ranjang.


"Tidak, hanya saja aku ingin memberi kesempatan untuk kamu membuktikan, cintamu padaku Al," ujar Nessa, saat hatinya terbuka ketika mendengar semua yang tadi mama Beca katakan padanya tentang Al.


Awalnya Nessa sebenarnya tidak ingin memaafkan Al, atas apa yang Al lakukan pada dirinya di masa lalu, namun dengan susah payah mama Beca meyakinkan Nessa, dan menggoyahkan keyakinannya, apa lagi tidak di pungkiri, Nessa benar benar susah untuk melupakan Al, pria yang sangat di cintai nya.


Al yang masih berdiri kini duduk di pinggiran ranjang lalu meraih ke dua tangan Nessa.


"Dan aku akan membuktikan betapa besarnya cintaku padamu Nes," ujar Al yang sekarang mencium ke dua punggung tangan Nessa bergantian.


"Oke A–"

__ADS_1


Nessa tidak jadi meneruskan ucapannya, saat Al tiba tiba mencium bibirnya, bibir yang sudah sangat Al rindukan, dan bibir yang sudah menjadi candu bagi nya.


Nessa yang juga menikmati sentuhan bibir Al, memejamkan matanya dan membiarkan Al terus mengeksplor bibirnya.


Dan saat Al sudah puas, kini Al melepas tautan bibirnya, lalu membelai wajah Nessa dengan lembut.


"Terima kasih Nes," ucap Al sambil mengukir senyum, lalu mengelus perut Nessa yang masih rata. "Terima sayang, karena kamu papamu ini tidak kehilangan wanita yang begitu berharga dalam hidup papa," ucap Al lagi dan sekarang mencium perut Nessa.


Dan tanpa ke duanya sadari ibu Sumi yang terjaga dari tidurnya mendengar perbincangan ke duanya langsung mengukir senyum.


*


*


*


Satu minggu kemudian


Hayo ngapain? 🤭🤭🤭🤭


Bersambung....................

__ADS_1


__ADS_2