Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Ramuan


__ADS_3

Mama Beca mendekati Al, yang tadi memang sudah berpindah masuk ke dalam rumah, untuk berbincang bincang dengan para sahabatnya.


"Al ikut mama sekarang," Bisik mama Beca tepat di telinga sang putra.


"Ada apa Ma?" tanya Al penasaran saat melihat raut wajah sang mama yang tidak sebahagia sebelum nya.


"Jangan banyak bicara Al, ikutlah!" perintah mama Beca.


Dan Al pun langung berpamitan pada sahabatnya, untuk ikut bersama dengan sang mama.


"Tenang saja Al pasti tante Beca, akan membuatkan kamu ramuan, agar nanti malam kamu bisa begadang sampai pagi," seru Tomi ketika melihat sahabatnya di tarik oleh sang mama keluar dari rumah.


"Bergadang, ronda kali begadang, jangan macam macam di sini kamu tidak ada lawan, jangan sampai seperti Jery main arisan," sambung Leno lalu beranjak dari duduknya untuk menghampiri sang istri yang sedang berbincang dengan Nessa, tidak jauh dari tempatnya duduk.


Al yang sudah berada di luar rumah Nessa, langsung menautkan ke dua alisnya saat melihat pria paruh baya yang sangat dirinya kenal sedang beradu mulut dengan papa Zack.


Untung saja tamu undangan tidak ada lagi di rumah ibu Sumi.

__ADS_1


"Ma, Mama masuk saja ke dalam, dan jaga istri aku, biar aku yang akan menangani ini," perintah Al pada sang mama.


"Tapi Al–"


"Tenang saja Ma, aku bisa mengatasi om Toni," sambung Al memotong perkataan sang mama.


Kemudian Al menuju ke arah papa Zack yang masih berdebat dengan Toni, papa dari Nisa. Yang entah dari mana bisa mengetahui jika Al ada di kota M tempatnya sekarang berada.


Toni menghentikan ucapannya ketika melihat Al menghampirinya, lalu senyum sinis tersungging dari sebelah sudut bibirnya.


"Om, apa kabar ada apa ini?"


Tamparan mendarat di pipi Al yang di layangkan oleh Toni tanpa menjawab pertanyaan Al.


"Jadi kamu menceraikan Nisa yang sedang hamil anak kamu, karena kamu ingin menikah lagi begitu Al, pria macam apa kamu ini?" tanya Toni dengan kesal dan sekarang menarik kemeja yang masih melekat di tubuh Al.


Dan Al yang sekarang menyunggingkan senyum sinis dari sebelah sudut bibirnya, sambil memegangi pipinya yang baru mendapat tamparan Toni, ketika baru saja mendengar apa yang di katakan oleh mantan papa mertuanya tersebut.

__ADS_1


"Anakku? Sejak kapan aku menyentuh anak Om Toni, meskipun aku pernah menikahinya, tapi aku tidak pernah menyentuhnya, dan jangan pernah Om mengatakan jika bayi yang di kandung oleh Nisa adalah anakku!" tegas Al dan melepas tangan Toni yang masih menarik kemeja miliknya.


"Omong kosong apa yang kamu katakan ini Al, setelah kamu puas dengan Nisa kamu meninggalkan nya begitu saja, dan untuk kamu Zack. Kamu membiarkan anak kamu menceraikan anakku dan menikah lagi," ujar Toni pada papa Zack sang sahabat.


"Ton, sudah aku katakan berapa kali, kita bisa bicara baik baik tapi bukan di sini, tapi nanti jika kita sudah kembali ke ibu kota," sambung papa Zack coba untuk menenangkan Toni, tidak ingin membuat keributan, apa lagi hari ini adalah hari di mana sang putra merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya, menikah dengan wanita yang di cintanya.


"Apa kamu juga akan mengatakan hal sama dengan apa yang di katakan oleh Al putramu? Jika Nisa bukan anak Al,"


"Itulah kenyataannya Om, jika bayi yang di kandung oleh Nisa bukanlah anakku," jelas Al sekali lagi.


"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah percaya, karena Nisa sendiri yang mengatakan jika kamu adalah ayah dari bayi yang di kandungnya."


"Berarti anak om itu pembohong besar, karena bayi yang di kandung oleh anak om adalah anak Kevin bukan anak Al," sambung Tomi di ikuti oleh Jery dari belakang, yang menghampiri Al saat keduanya melihat ada yang tidak beres di luar rumah.


Mendengar apa yang di katakan oleh Tomi, papa Zack langsung menautkan ke dua alisnya sambil menatap ke arah Tomi. "Kevin?" tanya Toni yang sudah tidak asing.


"Ya, dan itu semua karena kesalahan kamu di masa lalu," sambung papa Zack.

__ADS_1


"Tidak mungkin!"


Bersambung.........................


__ADS_2