
Nessa hanya diam terpaku di tempatnya setelah mendengar semua yang baru saja mama Beca katakan, jika Al adalah pria yang sudah melecehkannya dulu.
Air mata jatuh membasahi ke dua pipi Nessa, saat sudah mengetahui kebenarannya yang membuatnya benar benar tidak habis pikir.
Karena ternyata pria yang menjadi partnernya di atas ranjang selama ini adalah pria yang sudah merenggut kehormatannya untuk pertama kalinya.
Dan Nessa mengingat lagi kejadian sepuluh tahun silam yang coba untuk terus dirinya lupakan. Di mana Nessa tidak sama sekali mengetahui siapa pria yang sudah merenggut kehormatannya, karena saat itu hari sudah larut dan pria tersebut melakukannya di ruangan gelap hingga dirinya tidak sama sekali melihat wajahnya.
Mama Beca yang melihat Nessa begitu terkejut, dengan apa yang baru saja dirinya katanya, langsung memeluk bahunya dari samping, dan membawa Nessa ke dalam pelukannya.
"Maafkan Al, Nes, meskipun aku tahu itu tidak mudah untuk kamu," ucap mama Beca sambil mencium pucuk kepada Nessa yang berada di dalam pelukannya, dan tadi Nessa yang hanya menitikkan air mata kini menangis di pelukan mama Beca.
__ADS_1
Karena kejadian beberapa tahun lalu yang coba untuk dirinya lupakan, kembali membuat hatinya terluka lagi, apa lagi saat Nessa mengingat sang ayah meninggal dunia di sebabkan kejadian yang menimpa nya dulu.
"Menangis lah, jika dengan cara menangis membuat kamu lega. Namun ada, satu hal yang perlu kamu ketahui tentang Al setelah kejadian itu Nes," ujar mama Beca pada Nessa yang masih menangis di dalam pelukannya, dan Nessa pun mendengar jelas apa yang di katakan oleh mama Beca. "Karena setelah kejadian itu Al sangat menyesali apa yang telah di lakukan nya, dan Al langsung mencari keberadaan kamu, karena dia ingin bertanggung jawab pada apa yang sudah di lakukan nya. Namun Al tidak menemukan keberadaan kamu, hingga akhirnya Al menemukan foto kamu dulu di dalam kamarmu Nes, dan dia begitu terkejut saat mengetahui foto yang dirinya temukan di kamar kamu, adalah kamu Nes," ujar mama Beca menjelaskan semuanya.
Sementara itu di dalam rumah sakit, Al langsung masuk ke dalam ruangan di mana ibu Sumi berada.
Saat dokter yang memeriksa ibu Sumi keluar dari ruangan di mana ibu Sumi berada dan mencari Al, saat ibu Sumi yang sudah sadar ingin menemui Al.
Al yang sudah masuk ke dalam ruangan ibu Sumi, berdiri tepat di depan pintu, dan tatapan matanya tertuju ke arah ibu Sumi yang terbaring di atas ranjang perawatan, dengan selang infus yang menempel di tangan kirinya. Yang juga sedang menatap ke arah Al.
"Maafkan Aku," hanya itu ucapan yang keluar dari bibir Al saat sudah mendekati ibu Sumi, hanya kata itu yang saat ini ingin terus Al katakan, meskipun kesalahannya begitu fatal dan tidak pantas untuk di maafkan.
__ADS_1
Kemudian Al duduk di pinggiran ranjang di mana ibu Sumi berada, lalu Al meraih tangan ibu Sumi dan menggenggamnya dengan erat.
"Sekali lagi maafkan aku Bu, meskipun seribu maaf tidak cukup untuk memaafkan kesalahan aku ini," ucap Al lagi saat ibu Sumi tidak menanggapi permintaan maafnya.
"Apa kamu sungguh mencintai Nessa?" Ibu Sumi malah bertanya pada Al bukannya menanggapi perkataannya.
"Iya aku mencintai Nessa, dan aku ingin menikahinya," jawab Al dengan pasti.
"Kamu mengatakan ini bukan karena kami kasihan dengan Nessa kan nak?"
Mendengar apa yang di katakan oleh ibu Sumi, Al yang masih menggenggam tangan ibu Sumi, kini mengangkat tangannya dan menaruhnya di atas kepala Al.
__ADS_1
"Demi Tuhan, aku sangat mencintai Nessa Bu, dan aku ingin menikahinya, dan menjadikan dia satu satunya wanita yang akan selalu bersamaku, dan aku berjanji akan terus membahagiakan dia, selama aku masih bisa bernafas," ucap Al dengan penuh kepastian.
Bersambung...................