
Mama Beca menyusuri setiap jengkal kamar sang putra, sambil terus memanggil sang menantu, namun mama Beca tetap saja tidak menemukan Nisa, di ruang ganti maupun di kamar mandi.
"Apa Nisa belum pulang?" tanya mama Beca padahal sekarang sudah tengah malam.
Kemudian mama Beca keluar dari kamar sang putra, lalu memanggil salah satu asisten rumah tangganya, yang langsung keluar dari dalam kamarnya dan menghampiri mama Beca yang baru turun dari tangga menuju kamar Al.
"Iya Bu, ada yang bisa aku bantu?" tanya Siti salah satu asisten rumah tangga mama Beca saat sudah menghampiri mama Beca
"Apa Nisa belum pulang dari sore?"
"Belum Bu," jawab Siti membuat mama Beca langsung menautkan ke dua Alisnya. "Dua hari lalu juga nona Nisa pulang tengah malam, mungkin sebentar lagi pulang Bu,"
Mendengar apa yang di katakan Siti asisten rumah tangganya, mama Beca begitu terkejut, pasalnya selama ini yang dirinya tahu, Nisa akan pulang di sore hari, walaupun Nisa ingin keluar kembali, dia selalu meminta izin dengan mama Beca, dan pulang juga ketika akan makan malam.
"Baiklah, kamu boleh beristirahat kembali, nanti aku yang akan membuka pintu," perintah mama Beca pada Siti.
"Baik Bu," sambung Siti yang kembali ke kamarnya.
__ADS_1
"Apa mungkin Nisa sedang lembur, tapi kenapa sampai larut begini. Coba aku hubungi dia," ucap mama Beca selepas kepergian asisten rumah tangganya, kemudian mama Beca berjalan ingin menuju kamarnya untuk mengambil ponsel dan menghubungi Nisa.
Namun baru beberapa langkah mama Beca melangkah kan kakinya, suara bel pintu rumahnya berbunyi, membuat mama Beca menghentikan langkahnya, dan berbalik arah menuju pintu, karena dirinya yakin itu adalah Nisa sang menantu yang menekan bel.
"Mama," ucap Nisa terkejut saat mama Beca lah yang membuka pintu. "Kenapa mama belum tidur?"
"Mama sedang menunggu kamu sayang, oh iya kenapa kamu baru pulang? Apa kamu lembur?"
"Iya Ma, akhir akhir ini pekerjaan aku sangatlah banyak, jadi mau tidak mau aku harus menyelesaikan nya dan tidak ingin menundanya," bohong Nisa lalu mencium pipi kanan dan kiri mama Beca.
Tentu saja Nisa berbohong, padahal dirinya sudah pulang kantor dari sore hari, tapi langsung menuju rumah Kevin dan menghabiskan malam bersama dengannya.
"Nis," panggil mama Beca pada Nisa yang sekarang menutup pintu rumah.
"Iya Ma," jawab Nisa sambil mengukir senyum ke arah mama Beca.
"Kenapa mama mencium aroma parfum pria?" tanya mama Beca.
__ADS_1
"Ya ampun, bisa bisanya aku teledor seperti ini," gumam Nisa, karena tadi belum sempat membersihkan diri setelah melakukan hubungan intim dengan Kevin.
Kemudian Nisa tersenyum ke arah mama Beca yang sedang menunggu jawaban darinya.
"Oh iya Ma, tentu ini aroma parfum pria, karena akhir akhir ini aku lebih suka memakai parfum pria di banding dengan parfum wanita, entah apa yang sebenarnya terjadi padaku akhir akhir ini," bohong Nisa dan terus mengukir senyum.
Mendengar apa yang di katakan oleh Nisa mama Beca menatap wajah sang menantu.
"Jangan jangan kamu se–"
"Entahlah Ma, harusnya minggu ini aku datang bulan, tapi sampai saat ini aku belum juga datang bulan," sambung Nisa memotong perkataan mama Beca, saat Nisa tahu apa yang akan di katakan oleh sang mama mertua.
Dan ini saatnya bagi Nisa, untuk bersandiwara atas kehamilannya, agar dirinya terhindar dari kemarahan ke dua orang tuanya, sekaligus untuk menyelamatkan Kevin agar terhindar juga dari kemurkaan papa Toni yang bisa saja membunuhnya ketika tahu anak yang sedang di kandung Nisa adalah anak Kevin.
"Kalau begitu aku masuk dulu ke kamar Ma, rasanya tubuhku lelah sekali," pamit Nisa dan langsung meninggalkan mama Beca yang masih diam di tempatnya.
Lalu mama Beca mengingat lagi perkataan tempo hari saat sedang mengintrogasi Al selepas kepergian Nessa.
__ADS_1
Dan Al menceritakan pada mama Beca, jika dirinya belum pernah menyentuh Nisa sama sekali, hanya saja Al pernah berkata, saat bangun tidur pernah sekali Al tidak mengenakan pakaian sama sekali, begitu pun dengan Nisa.
Bersambung.......................