
Selepas kepergiannya dari tempat kos Nessa, mama Beca terus melamun di dalam mobil yang sudah melaju dengan kecepatan rata rata, meninggalkan kota di mana Nessa tinggal yang jaraknya lumayan jauh dari tempatnya tinggal.
Sebenarnya mama Beca enggan meninggalkan Nessa dan ingin terus bersama dengannya, saat merasa begitu nyaman berada dekat dengan Nessa yang baru di kenalnya, meskipun kunjungan hari ini tidak menyenangkan seperti biasanya, karena Nessa beberapa kali menghindarinya.
Terlebih lagi malam ini ke dua besannya akan datang ke rumah untuk makan malam dan merayakan hari bahagia, di mana Nisa sang menantu ternyata sedang mengandung.
"Pak," panggil mama Beca pada supir pribadinya yang sedang fokus mengendarai mobilnya.
"Iya Bu, ada yang bisa aku bantu?"
"Apa kamu ada kenalan seseorang yang dapat di percaya?"
"Untuk apa Bu?" tanya pak Edi penasaran.
"Untuk mengawasi wanita yang tadi aku temui, ke mana pun dia pergi," jawab mama Beca, yang entah mengapa mempunyai firasat jika Nessa akan pergi dari tempatnya sekarang berada.
Bagaimana mama Beca tidak memiliki firasat seperti itu, saat Nessa menyuruhnya, untuk tidak membantunya dalam hal apa pun, yang biasa mama Beca berikan pada Nessa saat mengunjunginya.
__ADS_1
Jika mama Beca masih ingin menemuinya, hingga akhirnya mama Beca mengiyakan apa yang di katakan oleh Nessa, agar dirinya masih bisa mengunjunginya, meskipun Nessa memintanya mengunjunginya hanya seminggu sekali.
"Baik Bu, saya punya teman yang ahli dalam memata matai," sambung pak Edi menyanggupi permintaan mama Beca.
Sementara itu selepas kepergian mama Beca dari tempat kos nya. Nessa yang sedang duduk di pinggiran tempat tidurnya, mengelus perutnya yang masih rata dengan penuh kasih sayang.
"Kamu hanya milik mama sayang, jadi mama akan memberikan yang terbaik untukmu, dan kita tidak membutuhkan ini semua, karena mama bisa membelikannya untukmu," ucap Nessa lalu beranjak dari duduknya, dan mengambil beberapa kantong plastik yang dirinya simpan lalu memasukkan semua belanjaan yang mama Beca bawa.
Dan setelah semua di masukkan ke dalam kantong plastik, kemudian Nessa keluar dari kamar kos nya untuk memanggil satpam penjaga tempat kos nya, dan menyuruhku untuk membagikan barang belanjaan yang baru saja dirinya kemasi untuk orang orang yang membutuhkan.
Bukan tanpa alasan Nessa melakukan itu, hatinya masih terasa sakit dengan apa yang di alaminya saat ini, meskipun kesalahan juga ada pada dirinya, karena mengharapkan seseorang yang tidak memiliki hati seperti Al.
*
*
*
__ADS_1
Sementara itu Al yang pulang untuk makan malam, karena ancaman mama Beca, hanya diam tanpa mengatakan apa pun sambil sesekali memakan makanan yang ada di piringnya, saat semua anggota keluarga sedang berada di ruang makan menikmati makan malam.
Ucapan dan juga tawa kebahagianan terdengar jelas di telinga Al, yang keluar dari para anggota keluarga yang sudah selesai makan malam.
Tapi tidak dengan Al, yang sangat yakin jika bayi yang di kandung Nisa bukanlah anaknya.
Mama Beca terus menatap ke arah sang putra, yang terlihat jelas tidak menikmati makan malam hari ini.
Tentu saja Al tidak menikmati makan malam hari ini, selain tidak menyukai dengan suasananya, Al juga terus memikirkan keberadaan Nessa yang belum juga di temukan, apa lagi bayangan Nessa terus memenuhi otaknya.
Sebenarnya mama Beca juga tidak menikmati makan malam ini, dan senyum yang terus terukir dari ke dua bibirnya adalah senyum yang di paksakan, untuk mengimbangi senyum kebahagian dari sang suami dan juga ke dua besannya, yang begitu bahagia mengetahui Nisa sedang hamil.
Bagaimana mama Beca bisa menikmati makan malam, jika di sisi lain ada calon cucu yang tidak mendapatkan perhatian lebih dari orang terdekatnya, mengingat lagi Nessa adalah orang perantauan, bukan hanya itu, bayi yang di kandung Nessa adalah hasil kesalahan yang di lakukan oleh Al putranya.
"Al, papa sedang bertanya padamu," ujar Nisa yang duduk di samping Al, lalu menyenggol lengan Al yang sedang melamun, hingga papa mertuanya bertanya beberapa kali, namun Al tidak mendengar nya.
"Aku hanya ingin kamu kembali Nes," ucapan yang keluar dari bibir Al yang masih melamun.
__ADS_1
Membuat semua orang yang berada di meja makan langsung menautkan ke dua alisnya mendengar apa yang di katakan oleh Al barusan.
Bersambung...........................