Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Rumit


__ADS_3

"Kenapa kamu terkejut Al? Apa kamu akan mengelak jika bayi yang di kandungan Nisa bukan anak kamu?" tanya mama Beca dengan kesal, pasalnya kemarin saat Al mengatakan jika belum pernah sama sekali menyentuh Nisa, mama Beca percaya pada Al. "Berapa benih yang sudah kamu sebar pada wanita Al, dan wanita yang mana lagi, selain Nessa dan juga Nisa yang mengandung anak kamu?"


"Ma–"


"Jangan katakan apa pun lagi Al," sambung mam Beca untuk menghentikan ucapan Al. "Mama kecewa telah melahirkan anak seperti dirimu Al, mama tidak bisa berkata apa apa lagi, tapi mama hanya ingin kamu berubah menjadi pria yang bertanggung jawab,"


"Maafkan aku Ma, memang aku salah, tapi untuk Nisa, demi Tuhan aku tidak pernah melakukan hubungan intim dengan nya, dan dengan wanita lain aku juga menggunakan pengaman Ma, hanya dengan Nessa aku tidak mengunakan pengaman untukku sendiri," jelas Al tanpa ada yang di tutup tutupi.


Plak!


Tamparan mendarat di pipi Al yang di layangkan oleh mama Beca yang terlihat begitu kesal dengan apa yang Al katakan.


Bagaimana mama Beca tidak kesal mengetahui perilaku anaknya seperti binatang, dan mama Beca merasa dirinya telah gagal menjadi seorang ibu.

__ADS_1


"Jangan bawa bawa nama Tuhan, atas perbuatan tercela kamu ini Al."


"Karena ini kenyataannya Ma, dan aku katakan sekali lagi pada mama, jika bayi yang di kandung oleh Nisa bukanlah anakku, karena aku tidak pernah menyentuhnya!" tegas Al, lalu beranjak dari duduknya dan ingin meninggalkan ruang makan, namun mama Beca menghentikan langkah Al.


"Tidak kamu bilang?" tanya mama Beca menghentikan langkah Al. "Apa kamu masih ingat, kamu juga pernah mengatakan pada mama, jika kamu bangun tidur pernah tidak menggunakan sehelai benang pun?"


"Iya aku masih ingat, dan aku juga mengingat kalau aku tidak melakukan apa pun," jawab Al karena dirinya yakin tidak melakukan apa pun di malam itu. "Mungkin dia melakukan dengan orang lain,"


"Jadi kamu menuduh Nisa hamil dengan orang lain begitu?" tanya mama Beca lagi sambil menggelengkan kepalanya. "Apa kamu buta, Nisa itu wanita baik baik dan dari keluarga baik baik jadi jangan pernah kamu mengatakan hal menjijikkan itu!" tegas mama Beca sambil menunjukkan jari telunjuk nya ke arah Al.


"Baik mama akan menunggu bukti itu, tapi jika tidak terbukti mama akan bicara pada papa untuk mengambil semua aset yang sudah di berikan padamu, agar kamu tidak memiliki apa pun lagi, dan menjadi gelandangan," ujar mama Beca menantang sang putra. "Dan untuk malam ini, mama tunggu kamu untuk makan malam di rumah, jika kamu tidak pulang untuk makan malam, mama tidak akan pernah percaya pada bukti yang akan kamu tunjukkan pada mama tentang Nisa meskipun bukti itu benar adanya!" ancam mama Beca lalu membalik tubuhnya dan melangkahkan kakinya ke arah pintu untuk meninggalkan apartemen sang putra.


Selepas kepergian mama Beca Al yang masih berdiri di ruang makan langsung menendang kursi makan tempatnya tadi duduk.

__ADS_1


"Sialan kamu Nisa! Aku akan mencari bukti dan aku juga akan menghancurkan seluruh perusahaan mu, karena kamu sudah mempermainkan aku," ucap Al karena dirinya yakin Nisa sedang mempermainkan nya dengan mengatakan jika bayi yang di kandungnya adalah anaknya.


Jery yang sedari tadi duduk di sofa ruang tamu dan mendengar semua yang di katakan oleh Al dan juga mama Beca, langsung beranjak dari duduknya untuk menghampiri Al yang sekarang berada di mini bar.


"Rumit sekali hidupmu Al, teman ranjang mu hamil, dan sekarang istrimu hamil," ucap Jery sambil menepuk pundak Al, saat Jery tahu jika Al sudah menikah karena perjodohan. "Makanya jadi pria itu yang benar,"


"Jangan mengajariku, kamu saja tidak benar,"


"Tapi hidupku tidak serumit hidupmu,"


"Sudahlah aku sedang tidak ingin bercanda, lebih baik kamu bantu aku cari mata mata yang bisa di percaya untuk menyelidiki wanita licik itu,"


"Siap laksanakan."

__ADS_1


Bersambung.......................


Bonus untuk hari libur kalian, jangan lupa like, komen, vote, dan juga hadiah ya 🤭🤭🤭🤭🤭🤭


__ADS_2