
Mama Beca yang menyaksikan putranya mengucap janji sehidup semati di hadapan Tuhannya terus mengukir senyum, air mata kebahagiaan jatuh membasahi ke dua pipinya.
Papa Zack yang duduk di samping sang istri dan juga sedang melihat Al dan juga Nessa saling mengucap janji, langsung memeluk bahu sang istri.
"Papa kira, kamu benar benar menyerah dan putus asa Ma," ujar papa Zack mengingat lagi ucapan sang istri seminggu lalu.
"Tentu saja tidak, mama mengatakan itu hanya untuk membohongi Al, Pa. Dan mama ingin mengetahui reaksinya, dan ternyata dia begitu kesal, sekali kali membuat Al kesal. Masa mama terus yang di buat kesal," sambung mama Beca sambil menghapus air mata kebahagiaan nya, mengingat lagi jika yang di katakan seminggu lalu di rumah sakit, tidaklah benar, karena mama Beca tahu Nessa sudah memaafkan Al, hanya saja mama Beca ingin mengerjai Al, begitu pun dengan Nessa yang di suruh mama Beca untuk bersikap dingin pada sang putra.
Nessa dan Al yang sudah sama sama mengucap janji suci dan masih berdiri di tempatnya. Saling pandang dan ke duanya sama sama melempar senyum.
Al yang tidak tahan dengan senyum Nessa, langsung menarik tangan nya dan membawa Nessa ke dalam pelukannya.
"Istriku," ucap Al di saat satu tangannya memeluk Nessa, dan tangan yang lain membelai wajah Nessa yang begitu cantik dengan polesan make up natural namun membuatnya terlihat lebih cantik.
"Suamiku," balas Nessa di akhiri dengan mengukir senyum.
Tentu saja Al tidak tahan untuk tidak menyambar bibir Nessa, yang sudah satu minggu ini tidak dirinya rasakan, karena sebelum melangsungkan pernikahan, Al dan ke dua orang tuanya tinggal di sebuah penginapan tidak jauh sadi rumah Nessa, meskipun setiap hari Al dan ke dua orang tuanya mengunjungi rumah Nessa, tapi tidak sedikit pun Al bisa menyentuh Nessa, karena dirinya di sibukkan dengan susunan acara pernikahan yang akhirnya bisa berjalan lancar seperti sekarang ini.
Tentu saja Al menikahi Nessa saat surat resmi perceraiannya dengan Nisa sudah keluar dari pengadilan dengan cepat, karena pengacaranya di ibu kota begitu gesit menanganinya.
Suara tepukan tangan terdengar jelas di telinga Al dan juga Nessa yang langsung melepas tautan bibirnya saat tadi ke duanya sama sama balas berciuman.
__ADS_1
Dan sekarang warga Kampung Nessa yang menghadiri pernikahan tersebut langsung menghampiri nya dan memberi selamat ke pada ke duanya.
Dan terakhir ibu Sumi, papa Zack dan juga mama Beca menghampiri Al, dan satu satu memberi selamat.
Tentu saja ada adegan drama dari ke dua wanita paruh baya yang tiba tiba menangis setelah memeluk putra dan putrinya.
"Ma, jangan banyak drama. Masih banyak acara yang harus kita lalui," ucap papa Zack mengingat lagi, acara pernikahan Nessa dan juga Al belum lah selesai.
Karena setelah Nessa dan Al menikah di salah satu tempat ibadah di mana sekarang berada, di rumah Nessa nanti masih ada acara lagi sesuai tradisi dan adat istiadat kampung halaman Nessa.
Dan mama Beca pun langsung menghapus air matanya. Begitupun dengan ibu Sumi, karena benar apa yang di katakan olah papa Zack.
Namun tidak dengan papa Zack yang sekarang memeluk Nessa yang masih berdiri di tempatnya.
"Maaf, papa dulu pernah tidak menyukai kamu," ucap papa Zack yang masih memeluk Nessa. "Tapi untuk saat ini, papa begitu bahagia melihat kalian sudah menjadi suami istri, dan papa akan selalu memastikan kalian bahagia untuk selamanya."
Mendengar ucapan papa Zack Nessa meneteskan air mata kebahagiaan, karena bukan hanya mama Beca yang menyayanginya namun juga papa Zack.
"Pa, lepaskan! Sampai kapan papa akan memeluk istriku?" tanya Al yang langsung menarik tangan papa Zack, tidak terima istrinya di peluk oleh sang papa.
"Ya ampun Al, bau bau bucin nih," ujar papa Zack saat sudah melepas pelukannya.
__ADS_1
"Iya dong Pa, masa konflik mulu, kasihan kak author mikirnya, karena aku perhatian novel dia paling melow ya hanya novel aku ini," sambung Al.
"Dan sekarang kalian sudah bersatu jangan jangan sebentar lagi–"
"Tamat," sambung Al memotong perkataan sang papa.
"Iya Al,"
"Bisa jadi Pa, tapi kan aku mau di bikinin scane uwu uwu Pa,"
"Biar bisa pamer gitu maksud kamu, sama Lisa dan Ito, Berlian dan Varo, Malik dan Sabila, Lea dan Leno, Mario dan Lery, Ano dan Maria, Sela dan Kai, dan siapa lagi itu. Oh iya Jane dan juga Jona?"
"Iya dong Pa, masa mereka di bikin scane uwu uwu aku tidak,"
"Jangan berharap, kamu sudah ehem ehem duluan," sambung papa Zack sambil menoyor kepala sang putra.
"Jadi?"
Bersambung........................
Ingin tahu nama nama yang di sebut papa Zack? yuk baca novel aku yang lainnya, dengan cara klik profil aku ya gaes.
__ADS_1