Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Guru


__ADS_3

Lalu Tomi menunjukkan jari telunjuk nya ke arah pasangan yang mendekat ke arah di mana Al berada.


"Leno?" tanya Al sambil mengukir senyum ke arah seseorang yang baru saja di panggil Leno.


"Kenapa kamu terkejut begitu? Apa kamu sudah melupakan pria setampan sejagad raya ini?" tanya pria yang di panggil Leno oleh Al yang sekarang berdiri tepat di depan nya, sambil menggandeng wanita cantik meskipun tidaklah muda lagi.


"Aku lupa? Tentu saja tidak, siapa yang tidak kenal guru kita,"


"Weh jangan bahasa masa lalu, bisa bisa nanti malam aku tidak dapat jatah dari istriku," sambung Leno sambil mendorong pelan bahu Al.


"Up maaf, maksudnya mantan guru," ralat Al, mengingat lagi jika sahabatnya tersebut juga sama sepertinya, dulu adalah seorang cassanova.


"Tak apa lah, yang penting pawangku sekarang cuma satu, yaitu istriku yang cantik tiada duanya," sambung Leno dan membawa wanita yang sedari tadi terus di gandengannya, ke dalam pelukannya.


"Sama sekarang pawangku juga cuma satu," Al tidak mau kalah dan sekarang langsung membawa Nessa ke dalam pelukannya. "Jomblo minggir," sindir Al untuk Tomi dan Jery.


"Betul, makannya cari istri, jangan cuma keluar masuk lubang, percayalah yang sah lebih enak dan makjleb ser," sambung Leno sambil melirik ke arah Tomi dan juga Jery.


"Jangan menatapku begitu, aku tidak seperti kalian ya yang suka keluar masuk sembarangan, karena di antara kalian hanya aku yang masih virgin," sambung Jery yang tidak ingin di samakan dengan yang lainnya.


"Cih virgin apaan, setiap pulang dari klub aja kamu em uh ah di kamar mandi main arisan," sambung Tomi.

__ADS_1


"Setidaknya aku tidak merusak wanita, dan hanya grepee aja,"


"Ah kamu belum tahu rasanya gimana keluar masuk lubang kenikmatan Jer,"


"Bodo amat, yang penting hanya istriku nanti yang mendapatkan senjata orisinil milikku," sambung Jery lalu meninggalkan semua sahabatnya tersebut.


Dan Tomi yang tidak ingin melihat ke dua sahabatnya yang sudah menikah, yang bisa membuat jika cassanova nya meronta, langsung menyusul Jery.


Setelah kepergian Jery dan juga Tomi, Al melepas pelukannya, agar sang istri lebih leluasa bergerak. Begitu pun dengan Leno.


Dan sekarang Leno langsung memeluk Al, dan memberikan selamat karena tadi belum sempat memberi selamat pada Al. Begitu pun dengan istri Leno yang bernama Lea yang juga memeluk Nessa dan memberi selamat padanya.


"Tomi yang menghubungi aku jika kamu hari ini menikah di kampung ini, dan kebetulan kami sedang liburan di kota M ini, ya sudah saat Tomi dan Jery mengajak aku ke sini, ya aku ikut saja," jelas Leno.


"Liburan apa liburan?"


"Ya begitulah, ingin menikmati waktu berdua saja, so di rumah banyak anak anak, kalau mau ehem susah, karena istriku lebih suka bersama dengan anak anak jika di rumah ya sudah, mau tidak mau, aku bawa kabur istriku," bisik Leno di telinga Al, agar sang istri yang sedang berbincang bincang dengan Nessa tidak mendengar apa yang di katakan oleh nya.


"Bisa saja,"


"Memang begitu, coba saja besok kalau kamu sudah punya anak, baru saja mau ehem pintu kamar sudah di ketuk dari luar sama anak anak karena ingin tidur dengan mommy nya,"

__ADS_1


"Pindah saja kamar lain, gitu aja kok rapot,"


"G enak kalau udah on tiba tiba mengkirut sensasinya berbeda,"


"Sama saja lah, yang penting em ah,"


"Jadi kamu sudah–"


"Tentu, dan tidak lama lagi aku akan menjadi seorang ayah," sambung Al dengan bangga memotong perkataan Leno sang sahabat tahu apa yang akan di katakan nya.


"Bukannya kamu selalu menggunakan–"


"Ceritanya panjang," sambung Al lagi lalu ke duanya langsung berbincang bincang, sebelum mama Beca datang menghentikan perbincangannya karena ada hal penting yang ingin di sampaikan pada sang putra.


Bersambung.......................


Yang ingin tahu siapa Leno dan Lea silakan melipir ke novel aku yang lainnya dengan judul Istri Arogan Sang Cassanova


Dan ini penampakan nya, yang tidak suka menunggu novel on going silakan merapat kerena novelnya sudah tamat.


__ADS_1


__ADS_2