
Papa Zack yang baru saja membuka pintu ruang perawatan sang istri langsung menautkan ke dua alisnya, ketika mendapati di ruangan tersebut sudah banyak orang.
"Ada apa ini?" tanya papa Zack yang melangkah kan kakinya mendekati ke ranjang perawatan sang istri.
Namun tidak mendapat jawaban dari semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut.
"Ma, ada apa ini?" tanya papa Zack pada sang istri saat sudah mendekatinya.
"Kebetulan papa datang, perkenalkan ini Kevin," ujar mama Beca sambil menunjuk ke arah Kevin yang masih berdiri tidak jauh dari tempatnya berada.
"Siapa dia?" tanya papa Zack lagi yang baru pertama kali melihat Kevin.
Kemudian Kevin menoleh ke arah Tomi sebelum mengulurkan tangannya ke arah papa Zack.
Karena Tomi juga menyuruh Kevin untuk mengklarifikasi apa yang terjadi pada papa Zack.
Papa Zack pun langsung menjabat tangan Kevin.
"Aku Kevin, dan aku ayah dari bayi yang di kandung oleh Nisa," jelas Kevin, namun malah membuat papa Zack tertawa kencang.
__ADS_1
"Berapa uang yang telah Al berikan padamu, sehingga kamu mau mengatakan hal tidak masuk akal ini?" tanya papa Zack sambil menatap ke arah Al.
"Tidak ada," jawab Kevin dengan pasti. "Aku datang ke sini hanya ingin mengklarifikasi jika Nisa sedang mengandung anakku bukan anak Al, terserah anda percaya atau tidak, namun yang aku katakan adalah suatu kebenaran," ujar Kevin dengan pasti. "Sekarang kalian semua sudah tahu yang sebenarnya, dan sekarang aku pamit dulu,"
Kemudian Kevin membalik tubuhnya lalu menggandeng tangan Juli sang kekasih yang sedari tadi terus berdiri di sampingnya untuk segera meninggalkan ruangan tersebut.
Di dalam hati Papa Zack terus menepis apa yang baru saja di katakan oleh Kevin. Dan masih meyakini jika sang menantu sedang mengandung anak Al sang putra.
"Pa, cucu kita bukan berada di kandungan Nisa melainkan di dalam kandungan Nessa, dan kita tidak boleh menelantarkan cucu kita sendiri," ujar mama Beca namun tidak di hiraukan oleh papa Zack yang masih menatap punggung Kevin yang ingin keluar dari ruang perawatan sang istri, namun saat Kevin ingin meraih gagang pintu kamar perawatan mama Beca, pintu tersebut tiba tiba di buka dari luar oleh Nisa.
"Se– la–"
Lalu Nisa beralih menatap wanita yang berada di samping Kevin, yang memeluk lengan Kevin dengan mesra.
Dan Nisa tahu persis siapa wanita tersebut, karena sudah sering melihatnya.
"Kevin," ujar Nisa membuat papa Zack sekarang menautkan ke dua alisnya, mengetahui sang menantu mengenal pria tersebut.
"Iya aku di sini," sambung Kevin tanpa ekspresi.
__ADS_1
"Kamu ke mana saja, sejak semalam aku mencari mu, dan untuk apa wanita ini memelukmu," ucap Nisa yang langsung menutup mulutnya karena dirinya lupa sedang berada di mana sekarang.
Dan papa Zack benar benar tidak percaya dengan ucapan sang menantu.
Namun tidak dengan Al dan juga mama Beca yang sudah mengetahui Nisa sedang mengandung anak Kevin.
Jery dan juga Tomi yang masih berada di ruangan tersebut, langsung keluar dari ruang perawatan mama Beca, karena tidak ingin ikut campur lebih jauh lagi dengan apa yang terjadi.
"Tentu saja Juli akan bersama denganku ke mana pun aku pergi, karena sebentar lagi kami akan menikah," ujar Kevin yang tidak lagi ingin menutupi yang sebenarnya.
"Menikah? Apa aku tidak salah dengar? Lalu bagaimana dengan anak ini," sambung Nisa yang tidak bisa lagi mengontrol apa yang di katakan nya. Saat mendengar pengakuan dari pria yang sangat di cintainya.
Dan papa Zack sekarang melangkahkan kakinya mendekat ke arah sang menantu, setelah mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Nisa.
"Nisa apa yang baru saja kamu katakan?" tanya papa Zack penasaran saat sudah mendekati sang menantu. "Jadi anak ini–"
Papa Zack tidak jadi meneruskan ucapannya, saat tiba tiba Nisa bersimpuh lalu memeluk kakinya.
Bersambung.....................
__ADS_1