Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Masa Lalu


__ADS_3

Al terus mondar mandir tepat di depan kamar ibu Sumi, yang sedang di periksa oleh petugas medis dari puskesmas tidak jauh dari rumah Nessa.


Pasalnya ibu Sumi tadi jatuh pingsan, saat mengetahui jika Al dan keluarganya sedang mencari Nessa, bukan itu yang sebenarnya membuat ibu Sumi jatuh pingsan, tapi saat mendengar penjelasan Al, jika Nessa sedang mengandung anaknya.


"Al, hentikan langkahmu," ujar papa Zack yang sudah mendekati sang putra lalu menepuk bahu Al yang langsung menghentikan langkah nya.


"Aku sungguh menyesal sudah memberi tahu semua pada ibu Nessa Pa," sesal Al dan begitu kuatir dengan keadaan ibu Sumi, yang Al tahu ibu Nessa tersebut memang sudah sakit sakitan.


"Itu lah Al, kamu terlalu tergesa gesa dalam melakukan apa pun,"


"Bagaimana aku tidak tergesa gesa Pa, saat aku belum tahu keberadaan Nessa,"


"Kamu tenang saja Al, papa sudah menyuruh orang untuk mencari keberadaan Nessa,"


"Tapi Pa–"

__ADS_1


"Al, serahkan semua ini pada papa," sambung papa Zack memotong perkataan Al untuk menenangkan nya, lalu papa Zack langsung mengajak Al untuk duduk di kursi yang ada ruang tamu rumah sederhana tersebut.


"Pa, bagaimana dengan ibu Nessa?" tanya Al saat sudah duduk di ruang tamu.


"Pasti dia baik baik saja kamu tenang saja, mana ada di dalam bersama ibu Nessa,"


"Ahhh ya Tuhan," ucap Al sambil mengacak acak rambutnya kasar, lalu tatapan matanya tertuju ke arah petugas medis yang keluar dari kamar ibu Sumi bersama dengan kakak Nessa yang mengantar petugas medis ke luar rumah.


Setelah kakak Nessa masuk ke dalam rumah kembali, Al langsung beranjak dari duduknya lalu menghampiri kakak Nessa yang bernama Nuri.


"Syukurlah ibu baik baik saja, ibu memang sering tiba tiba pingsan seperti ini," jelas Nuri kaka Nessa. "Kalau begitu aku kebelakang dulu," ujar Nuri yang langsung meninggalkan Al, menuju belakang untuk membuat minuman untuk Al dan ke dua orang tuanya.


Selepas kepergian kakak Nessa, Al ingin melangkahkan kakinya menuju kamar ibu Sumi, namun pundaknya langsung di tahan oleh papa Zack.


"Tetaplah di sini Al, biarkan mama kamu yang bicara, jika kamu yang bicara semuanya pasti tidak beres," ujar papa Zack, dan Al pun mengikuti perintah papa Zack dan kembali duduk di kursi ruang tamu.

__ADS_1


Sementara itu di dalam kamar ibu Sumi, mama Beca yang sedari tadi duduk di pinggiran ranjang terus menggenggam erat tangan ibu Sumi yang sudah sadar dari pingsan nya, dan sekarang ibu Sumi sudah duduk di atas tempat tidur dan menyadarkan punggungnya di sandaran tempat tidurnya.


"Maafkan putra ku Bu," ucap mama Beca tidak tahu harus berkata apa lagi. "Tapi Ibu tenang saja dan tidak perlu kuatir, suami aku sudah menyuruh orang untuk mencari keberadaan Nessa," jelas mama Beca sambil mengeratkan genggaman tangannya.


Namun ibu Sumi tidak menanggapi apa yang di katakan oleh mama Beca, karena sekarang ibu Sumi malah menetaskan air matanya.


Dan mama Beca yang melihat itu langsung menghapus air matanya.


"Kami tahu, kata maaf tidak akan pernah cukup untuk memaafkan semua kesalahan Al putraku, maka dari itu kedatangan kita ke sini juga ingin meminang Nessa untuk menjadi istri Al dan juga menjadi menantu kami," ujar mama Beca. "Karena aku tahu, Nessa dan juga Al sama sama saling mencintai, sebelum kesalahan pahaman ini terjadi dan Nessa menghilang,"


Hembusan nafas kasar keluar dari bibir ibu Sumi mendengar apa yang baru saja mama Beca katakan.


"Apa kalian akan menerima Nessa menjadi menantu kalian jika tahu siapa Nessa putriku?" tanya ibu Sumi sambil menatap ke arah mama Beca.


"Semua orang memiliki masa lalu, namun kita hidup untuk masa depan, jadi biarkan masa lalu hanya ada di masa lalu dan jangan pernah di ungkit lagi," sambung mama Beca sambil mengukir senyum, yang tahu persis jika Nessa dulunya adalah kupu kupu malam.

__ADS_1


Bersambung.........................


__ADS_2