Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
ATM Berjalan


__ADS_3

Kevin melepas ke dua tangan Nisa yang masih memeluknya, kemudian membalik tubuhnya untuk menghadap ke arah Nisa.


"Aku sudah mengatakan padamu, gugurkan saja bayi itu. Apa kamu menginginkan aku mati di tangan papa kamu?"


"Sayang aku tidak ingin melakukan itu, aku ingin mempertahan bayi ini. Aku ingin mengandung darah daging mu sayang, aku mohon jangan katakan itu lagi padaku," ujar Nisa yang sekarang menghambur memeluk Kevin dengan erat. "Aku sangat mencintaimu dan kamu adalah hidupku sayang,"


Dengan bodohnya Nisa yang sangat mencintai Kevin, tidak dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.


Sudah berulang kali, Nisa memergoki Kevin tidur dengan wanita lain, dan berbuat kasar padanya, namun Nisa tidak peduli, dan cintanya yang sangat besar pada Kevin membutakan mata dan hatinya.


"Jika begitu berikan salah satu perusahan kamu itu padaku,"


Mendengar apa yang di katakan oleh Kevin, Nisa melepas pelukannya lalu menatap wajah Kevin.


"Jika aku bisa, aku sudah memberikan padamu sayang, tapi semua perusahaan dan butik milikku, masih dalam pengawasan papa, dan aku tidak ingin gegabah," jelas Nisa, lalu satu tangannya membelai wajah Kevin dengan sangat lembut. "Tapi aku akan selalu memberikan uang untuk kamu membesarkan usaha yang baru kamu rilis sayang, dan sebanyaknya apa pun uang yang kamu minta, akan aku berikan,"


"Bagus," sambung Kevin singkat.

__ADS_1


"Dan tenang saja untuk anak yang sedang kamu kandung, papa tidak akan curiga jika ini anak kamu,"


Mendengar apa yang di katakan oleh Nisa, Kevin langsung menautkan ke dua alisnya lalu menatap ke arah Nisa yang berada tepat di hadapannya.


"Aku tidak mengerti dengan yang kamu katakan Nis,"


"Aku sudah menikah, dengan pria pilihan papa, jadi papa pasti akan mengira aku mengandung anak dari pria yang sekarang menjadi suamiku," jelas Nisa membuat Kevin langsung tersenyum bahagia.


"Bagus setidaknya aku tidak akan terkena masalah, dan aku bisa menikmati uang Nisa tanpa harus bekerja keras," gumam Kevin, yang selama ini memanfaatkan Nisa, agar dirinya bisa bersenang senang dengan wanita lain di belakang Nisa, dan berkedok sedang mendirikan sebuah kafe, agar Nisa terus memberikan uang padanya.


Kemudian Kevin memeluk Nisa yang ada di hadapannya. "Terima kasih sayang, kamu memang wanita terbaik dan wanita satu satunya yang aku cintai," bohong Kevin padahal yang dirinya ucapkan adalah kebohongan besar, karena dirinya tidak pernah mencintai Nisa, karena bagi Kevin, Nisa adalah ATM berjalan untuk dirinya. Soal Nisa bisa hamil dengannya, tentu saja pria mana pun tidak akan menolak bila di beri umpan yang nikmat, jika nafsu sudah menguasai dirinya.


"Jika kamu mencintai aku, kenapa kamu menghabiskan malam dengan wanita lain?" tanya Nisa.


"Aku hanya terbawa emosi, aku kira pria yang semalam adalah pria suruhan kamu, jadi aku menghabiskan malam dengan wanita yang aku temui di klub malam," bohong Kevin lagi pasalnya wanita yang semalam menghabiskan malam dengannya, adalah kekasihnya yang sesungguhnya.


"Kalau begitu aku akan mengusir wanita jallang itu dari kamar kita," sambung Nisa karena kamar tersebut juga kamar yang sering Nisa dan juga Kevin gunakan untuk menghabiskan malam bersama.

__ADS_1


Kevin mencekal tangan Nisa, yang akan menuju kamar tidurnya.


"Biar aku saja, kamu tunggu di sini, aku tidak ingin permaisuri ku kelelahan," ucap Kevin merayu Nisa.


Membuat Nisa langsung tersenyum bahagia mendengar apa yang di katakan oleh Kevin.


Kevin yang dengan mudah merayu Nisa, langsung menuju kamarnya dan masuk ke dalam kamar.


"Sayang, sekarang lebih baik kamu pergi dari rumahku," ujar Kevin pada wanita yang semalam menemani tidurnya yang tak lain dan tak bukan adalah Juli kekasih Kevin.


"Tapi–"


"Setelah wanita bodoh itu pergi dari rumahku, aku akan ke rumah kamu, dan aku akan mengajak kamu liburan ke luar negeri," sambung Kevin memotong perkataan Juli.


"Apa dia memberikan uang padamu?"


Dan Kevin pun langsung menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Bagus, jika begitu aku pergi dulu," ujar Juli lalu mencium bibir bibir Kevin sebelum keluar dari kamar.


Bersambung.........................


__ADS_2