
"Aku bisa menjelaskan semuanya Pa, tapi tolong aku," ucap Nisa saat masih bersimpuh dan memeluk ke dua kaki papa Zack.
Papa Zack yang mendengar apa yang di katakan oleh sang menantu langsung melepas ke dua tangan Nisa yang masih memeluk kakinya.
Kemudian papa Zack berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Nisa yang masih saja bersimpuh di atas lantai.
"Apa benar yang baru saja papa dengar jika bayi yang ada di kandungan kamu bukan anak Al, melainkan anak dari pria ini?" tanya papa Zack lagi sambil menunjuk ke arah Kevin yang masih berdiri di tempatnya, dan Nisa pun langsung mengangguk.
"Maafkan aku Pa," ujar Nisa namun tidak di hiraukan oleh papa Zack yang kini beranjak dari tempatnya.
Plak!
Tamparan mendarat di pipi Kevin yang di layangkan oleh papa Zack saat sudah mendekatinya.
"Kurang Ajar!" teriak papa Zack dan ingin memukul Kevin kembali, namun langsung di tahan oleh Nisa yang juga sudah beranjak dari duduknya.
"Jangan sakiti dia Pa,"
Mendengar apa yang di katakan oleh sang menantu, papa Zack langsung menatap ke arah Nisa.
__ADS_1
"Nisa dia su–"
"Aku sangat mencintainya Pa," sambung Nisa memotong perkataan papa Zack.
"Jika kamu mencintainya kenapa kamu malah memilih menikah dengan Al dari pada pria ini?" tanya papa Zack, lalu menatap ke arah Kevin. "Dan untuk kamu, kamu harus bertanggung jawab dengan kehamilan Nisa,"
"Aku akan bertanggung jawab, tapi aku tidak ingin menikahi Nisa, karena aku tidak sama sekali mencintainya,"
Plak!
Tamparan mendarat lagi di pipi Kevin yang di layangan oleh papa Zack setelah mendengar apa yang baru saja di katakan nya.
Dan Nisa begitu terkejut mendengar pengakuan Kevin yang tidak mencintai nya, kemudian Nisa menatap ke arah Kevin dengan air mata yang siap untuk meluncur bebas.
"Aku berbohong mengatakan hal itu, bukan tanpa alasan aku melakukan nya karena–"
Belum juga Kevin menyelesaikan ucapannya, papa Zack sudah mendorong tubuh Kevin hingga terbentur tembok.
"Apa kamu sudah gila, bagaimana bisa Nisa hamil jika–"
__ADS_1
"Aku pria normal. Seperti kucing saja, jika di sodorkan ikan pasti tidak akan menolak, begitu pun dengan aku,"! sambung Kevin memotong perkataan papa Zack.
Papa Zack yang benar benar tidak habis pikir dengan ucapan Kevin, ingin memukulnya kembali, namun di tahan oleh Al yang menghampiri sang papa saat melihat situasinya sudah tidak kondusif.
Nisa yang sedari tadi menahan untuk tidak menangis, akhirnya kini air matanya tidak bisa di tahan dan jatuh membasahi ke dua pipinya.
"Sebenarnya kenapa kamu melakukan ini pada Nisa?" tanya Al yang sedari tadi menyimak semua yang di katakan oleh Kevin, dan Al juga belum tahu motif Kevin yang mendekati Nisa hanya ingin membalas dendam.
"Ini semua karena Toni sialan itu," ujar Kevin penuh emosi.
Papa Zack, Al, mama Beca yang masih berada di ranjang perawatan nya, langsung menoleh ke arah Kevin setelah mendengar apa yang di katakan oleh nya, begitu pun dengan Nisa.
"Papa? Ada apa dengan papa?" tanya Nisa penasaran.
"Baiklah, aku akan menceritakan semuanya pada kalian, dan terutama pada kamu Nisa, agar kamu tahu siapa papa kamu yang sebenarnya itu," ujar Kevin yang langsung memberi tahu apa yang sebenernya terjadi, tentang kematian ibunya, balas dendamnya dan juga mendekati Nisa untuk apa, tanpa ada yang di tutup tutupi.
Karena sebenarnya Kevin sudah bosan hidup bersandiwara seperti ini untuk membalas dendam pada Toni, manusia yang tidak memiliki hati sama sekali, karena di dalam hidupnya hanya ada uang dan uang.
Papa Zack meraup wajahnya dengan kasar setelah mendengar semua penjelasan Kevin, karena dirinya pernah mendengar berita kecelakaan yang baru saja Kevin katakan beberapa tahun lalu yang menyangkut nama Toni, namun berita tersebut hilang bagai di telan bumi.
__ADS_1
"Jadi kamu selama ini–" belum juga Nisa meneruskan ucapannya, tubuhnya kehilangan keseimbangan dan jatuh pingsan, untung Al yang berada tidak jauh dari Nisa langsung menahan tubuhnya.
Bersambung....................