Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Rujak


__ADS_3

Awalnya Nessa yang enggan menerima ajakan Ado, kini mau pergi makan bersama, saat Ado terus membujuk Nessa dan menegaskan kembali jika tidak ada niat lain, selain ingin makan bersama sebelum dirinya pergi berlayar.


Tiba lah ke duanya di restoran yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Nessa, restoran yang menyatu dengan alam, yang lumayan terkenal di kotanya.


Ado menarik kursi dan mempersilahkan Nessa untuk duduk, namun Nessa malah menarik kursi yang lain untuk dirinya duduk.


Ado pun tidak masalah, baginya Nessa sudah mau pergi bersama dengannya, suatu kebahagiaan besar bagi dirinya.


Senyum terukir dari sudut bibir Ado sambil menatap ke arah Nessa, meskipun Nessa tidak sedang menatapnya, melainkan sedang menatap hamparan danau buatan yang terdapat di restoran tersebut.


"Nes," panggil Ado, namun tidak di hiraukan oleh Nessa yang masih asik menatap hamparan danau yang di sekelilingnya terdapat bunga bunga, membuat siapa pun yang melihatnya tidak akan pernah bosan. "Sekali lagi terima kasih, kamu sudah mau makan bersama denganku,"


Dan lagi lagi Nessa tidak menghiraukan apa yang Ado katakan.


Hembusan nafas kasar keluar dari bibir Ado, tentu saja dengan bibir yang tidak berhenti untuk tersenyum,


"Nes," panggil Ado kembali, dan sekarang Nessa langsung menolah ke arahnya. "Kamu mau makan apa?" tanya Ado segara sebelum Nessa mengalihkan tatapannya.


"Terserah," sambung Nessa singkat.


"Untuk minumannya?"


"Terserah," Dan kembali lagi Nessa menjawab pertanyaan Ado dengan kata yang begitu menyeramkan.

__ADS_1


"Oh, baiklah," Ado yang tidak ingin bertanya lagi akhirnya memanggil pelayanan.


Selang beberapa waktu, Ado memanggil Nessa yang tatapan matanya terus tertuju ke arah danau, saat makanan pesannya sudah datang semua.


Nessa menoleh ke arah Ado, lalu menautkan ke dua alisnya, saat melihat di atas maja yang ada di hadapannya sudah penuh dengan berbagai makanan dan juga minuman.


"Ado ini a–"


"Aku hanya tahu makan kesukaan kamu dulu, namun tidak dengan sekarang. Jadi aku tidak ingin salah memesan makanan, dan aku memesan ini semua untuk kamu, dan kamu tinggal pilih mana makanan kesukaan kamu," sambung Ado memotong perkataan Nessa, saat dirinya sengaja memesan semua menu makanan yang berada di restoran tersebut.


"Ado jangan bercanda ini tidak lucu,"


"Aku tidak bisa becanda Nes, sekarang makanlah, makanan yang kamu sukai," sambung Ado sambil mengukir senyum.


Namun Nessa bukannya memakan makanan yang sudah di pesan oleh Ado, dirinya malah memalingkan wajahnya menatap ke arah danau kembali.


"Aku sedang tidak ingin makan, saat ini aku hanya ingin makan rujak buah,"


Mendengar apa yang di katakan oleh Nessa, Ado langsung menautkan keningnya.


"Rujak?" tanya Ado bingung, dan refleks beranjak dari duduknya. "Baiklah aku akan mencari rujak untuk mu, dan kamu tunggu di sini hingga aku kembali," ujar Ado lalu keluar dari restoran tersebut.


Setelah kepergian Ado, Nessa langsung menutup mulutnya sendiri, bagaimana bisa dirinya keceplosan mengatakan sesuatu yang baru saja melintas di pikirannya.

__ADS_1


Apa lagi ini sudah petang, bagaimana bisa Ado akan menemukan tukang rujak.


"Ya ampun bagaimana jika nanti Ado kembali, dan menanyakan kenapa aku menginginkan rujak, apa yang akan aku katakan," ucap Nessa lalu meraup wajahnya.


Nessa yang bosan menunggu kedatangan Ado, mengambil ponsel miliknya yang berada di dalam tas. Dan berniat untuk menghubungi nomor ponsel Al. Untuk memastikan apakan nomor Al masih di angkat oleh seorang wanita atau Al sendiri yang mengangkatnya.


"Ya ampun Al, ke mana lagi kamu," keluh Nessa saat menghubungi nomor ponsel Al, namun sudah dua kali tersambung, ponselnya tidak di angkat.


"Al?" tanya Ado yang baru masuk kembali ke dalam restoran sambil menentang kantong plastik berisi bungkusan rujak buah keinginan Nessa.


"Ado," ucap Nessa terkejut, lalu membalik tubuhnya untuk menatap Ado.


"Untung aku menemukan penjual buah tidak jauh dari restoran ini," ujar Ado, coba untuk tidak menanyakan apa yang baru saja dirinya dengar.


Dan tanpa pikir panjang Nessa segera mengambil rujak buah di tangan Ado, lalu memakannya dengan rakus.


Ado yang sudah duduk di kursinya, terus menatap Nessa, yang begitu rakus memakan rujak buah, dan hanya hitungan menit, Nessa sudah menghabiskan rujak buah yang ada di hadapannya.


"Nes, bukannya kamu dari dulu tidak menyukai rujak, kenapa sekarang kamu rakus sekali makan rujak, seperti orang ngidam saja,"


Mendengar apa yang di katakan oleh Ado, Nessa menatapnya, karena benar yang di katakan oleh Ado, dari dulu dirinya tidak menyukai rujak, namun entah mengapa untuk saat ini dirinya suka sekali dengan rujak, hingga dalam hitungan menit bisa menghabiskan rujak tersebut.


"Dulu dan sekarang berbeda Do," bohong Nessa.

__ADS_1


"Terus siapa Al? Apa dia kekasih kamu?" Akhirnya pertanyaan tersebut keluar lagi dari bibir Ado, yang masih penasaran dengan yang di dengarnya tadi.


Bersambung..............................


__ADS_2