Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Balas Dendam


__ADS_3

Setelah bertanya ke sana ke mari pada pengelola apartemen X yang tadi di beri tahu dua orang saat mengikuti Nisa, akhirnya mama Beca dan pak Edi menemukan di mana Kevin tinggal yang katanya sepupu Nisa sang menantu.


Mama Beca yang sedari tadi sudah berdiri di depan pintu apartemen Kevin yang tidak tertutup, dan mendengar semua yang di katakan orang yang berada di dalam apartemen tersebut, langsung memundurkan langkahnya saat mendengar ucapan seorang pria yang tidak mama Beca kenal, yang mengatakan jika Nisa mengandung anaknya, membuat mama Beca begitu terkejut dan seketika tubuhnya ambruk.


Untung pak Edi yang sedari tadi berdiri di belakang mama Beca langsung menahan tubuh majikannya tersebut.


"Pak Al tolong!" teriak Paling Edi, membuat Al dan juga semua orang yang berada di dalam apartemen Kevin langsung menoleh ke arah pintu, di mana Pak Edi sudah duduk di lantai sambil menahan tubuh mama Beca.


"Mama!"


"Tante!"


Teriak Al, Jery dan juga Tomi bersamaan yang langsung berlari menuju pintu apartemen Kevin di mana mama Beca berada.


"Pak, apa yang terjadi pada mama?" tanya Al yang begitu kuatir dengan keadaan mama Beca, dan terus menepuk pipinya untuk membangunkan mama Beca.


"Lebih baik kita bawa ibu ke rumah sakit," ujar pak Edi yang ingin mengangkat mama Beca namun di tahan oleh Al.


"Biar aku saja," sambung Al yang langsung membopong tubuh mama Beca, dan langsung meninggalkan apartemen Kevin dengan terburu buru.

__ADS_1


Namun tidak dengan Jery dan juga Tomi yang masih berada di dalam apartemen Kevin, dan menghampiri Kevin dan juga Juli yang masih berpelukan.


"Kamu memang temanku Vin, tapi Al sahabatku, dan untuk saat ini aku akan berpihak pada Al. Lebih baik kamu bertanggung jawab dengan kehamilan wanita itu, dan jangan mengkambing hitamkan Al," ujar Tomi yang sudah mendekati Kevin.


"Aku tidak bisa Tom, aku tidak mencintainya,"


"Jika tidak kenapa kamu bisa menghamili nya?"


"Karena dia yang memaksa aku untuk melakukan itu. Dan aku pria normal tentu saja aku tidak akan pernah menolak Tom, meskipun aku selalu menyesal setelah melakukannya,"


"Menyesal?" tanya Tomi penasaran.


"Iya, kamu tahu kematian ibu aku beberapa tahun silam?"


"Dan kecelakaan itu Toni lah yang sudah merencanakannya," jelas Kevin mengingat lagi, kejadian beberapa tahun lalu yang menewaskan sang ibu dan juga atasannya sudah di rencanakan Toni papa dari Nisa yang tidak ingin bisnisnya tersaingi oleh perusahaan lain.


Dan perusahaan yang bisa menyaingi nya adalah perusahaan di mana ibu Kevin bekerja, yang paling di percaya oleh atasannya karena ibu Kevin termasuk wanita pekerjaan keras.


Dan dari situ awal mula Kevin kehilangan sang ibu, dan Kevin ingin membalas dendam pada Toni dan juga keluarganya saat tahu sang ibu meninggal karena sudah di rencanakan oleh Toni.

__ADS_1


Tomi dan juga Jery tidak bicara apa pun lagi, dan terus mendengarkan semua yang di ceritakan oleh Kevin.


"Siapa Toni?" tanya Tomi penasaran setelah Kevin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Papa dari wanita yang bernama Nisa,"


"Wanita yang sedang mengandung anak kamu? dan istri dari Al?"


Dan Kevin pun langsung menganggukkan kepalanya.


"Aku tidak bisa bicara apa pun lagi, tapi setidaknya kamu jangan mengkambing hitamkan Al,"


"Aku tidak tahu jika Al adalah Sahabat kamu Tom,"


"Sekarang lebih baik kamu klarifikasi pada keluarga Al, agar semua ini jelas, dan untuk orang tua wanita itu, sebisa mungkin aku akan membantu kamu untuk menghadapinya."


"Terima kasih Tom, tapi setidaknya biarkan aku pergi ke Paris untuk melangsungkan pernikahan aku dengan Juli,"


"Tidak bisa," sambung Jery yang sedari tadi tidak bicara apa pun. "Kamu harus klarifikasi dulu terutama pada ke dua orang tua Al, jika bayi yang di kandung oleh istri Al adalah bayimu,"

__ADS_1


"Baiklah aku akan klarifikasi besok," ujar Kevin yang masih memeluk Juli sang kekasih di dalam dekapannya, wanita yang sangat Kevin cintai.


Bersambung...............................


__ADS_2