Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Tidak Ada Gunanya


__ADS_3

"Siapa Ma?" tanya papa Zack saat sang istri sedang menatap layar ponselnya, yang masih terus berdering.


"Anisa," jawab mama Beca yang langsung mengangkat sambungan ponselnya, dan menempelkan nya di telinga. Berharap sang sahabat memberi kabar baik tentang Nessa.


Mama Beca menghembuskan nafasnya kasar lalu memejamkan matanya sejenak, sebelum menatap ke arah Al yang berdiri tidak jauh darinya, yang juga sedang menunggu mama Beca berbicara dengan dokter Anisa, berharap ada kabar baik.


Mama Beca menutup sambungan ponselnya, setelah sang sahabat menghubunginya.


"Ma bagaimana? Apa yang di katakan oleh Anisa? Apa benar Nessa bekerja di butik yang tadi siang kamu katakan?" tanya papa Zack tidak sabar ingin mengetahui yang sebenarnya.


"Maafkan Mama, ternyata–"


Brak!


Al menendang meja yang berada di sampingnya hingga terlempar jauh, dan memotong perkataan mama Beca.


"Ternyata apa? Ternyata Nessa tidak bekerja di butik itu? Dan mama benar benar kehilangan jejak Nessa!" sambung Al penuh dengan emosi.


"Maafkan mama sekali lagi Al,"

__ADS_1


"Tidak ada gunanya," sambung Al dengan kesal lalu membalik tubuhnya untuk keluar dari dalam kamar kos tersebut.


"Al kamu mau ke mana? Tunggu mama Al," Mama Beca langsung mengikuti sang putra dari belakang, begitu pun dengan papa Zack.


Namun Al tidak menghiraukan apa yang di katakan mama Beca, dan dirinya langsung menuju mobil miliknya yang terparkir tidak jauh dari kamar kos Nessa.


"Al," mama Beca meraih tangan sang putra saat Al ingin masuk ke dalam mobil. "Al kamu mau ke mana?" tanya mama Beca lagi ketika tadi tidak mendapat jawaban dari Al.


"Ke mana lagi tujuan aku saat ini, jika bukan ke kampung halaman Nessa Ma," jawab Al mengutarakan niat awalnya untuk mengunjungi kampung halaman Nessa.


"Mama ikut dengan kamu Al,"


"Ma, biarkan Al saja. Kamu belum sepenuhnya pulih," sambung papa Zack, yang tidak ingin istrinya sakit kembali.


*


*


*

__ADS_1


Tepat pukul sebelas malam, Al, mama Beca dan juga papa Zack yang juga ingin ikut ke kampung halaman Nessa, tiba di bandara kota M setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam dari ibu kota.


Saat tadi ke tiganya setelah pulang dari tempat kos Nessa, langsung menuju bandara menuju kota di mana sekarang ke tiganya berada.


"Al, lebih baik kita menginap di hotel dekat sini, tidak mungkin kita langsung ke kampung halaman Nessa tengah malam seperti ini," usul papa Zack ketika melihat sang putra yang tidak sabar ingin segera menuju kampung halaman Nessa yang jaraknya lumayan jauh dari bandara tempatnya sekarang berada.


"Betul apa yang papa katakan Al," sambung mama Beca membenarkan ucapan sang suami, lalu menepuk punggung Al yang berdiri di sampingnya. "Dan besok pagi kita lanjutkan perjalanan ke kampung halaman Nessa,"


"Tapi Ma, aku sungguh tidak sabar ingin bertemu dengan Nessa," ujar Al sambil mengacak acak rambutnya.


"Mama juga sama Al, tapi jika kita melanjutkan perjalannya sekarang, dan jika nanti kita tersesat, kita mau bertanya pada siapa di tengah malam begini," nasehat mama Beca membuat Al langsung menghembuskan nafasnya kasar.


"Baiklah, aku ikut ucapan kalian," sambung Al yang akhirnya mengikuti saran ke dua orang tuanya.


Kemudian ke tiganya langsung menuju lobi bandara, untuk mencari taksi yang biasa berseliweran di depan bandara.


Dan saat sedang menunggu taksi tepat di depan lobi bandara, tatapan Al tertuju ke arah seseorang.


"Al ada apa?" tanya mama Beca, pasalnya taksi yang sadari tadi di nantinya sudah berada di hadapannya.

__ADS_1


"Nessa Ma,"


Bersambung..........................


__ADS_2