
"Katakan saja apa yang ingin tante katakan padaku, tapi jangan pernah tante mengatakan akan memberi tahu Al, di mana aku berada. Jika tante memberi tahu keberadaan aku pada Al. Maka aku akan pergi jauh lagi, dan jangan berharap tante bisa menemukan aku," ujar Nessa pada mama Beca yang sudah berjanji tidak akan pernah memberi tahu keberadaannya saat ini.
Sebenarnya dari awal Nessa juga tidak ingin menemui mama Beca, dan juga berniat ingin pergi jauh dari tempatnya sekarang berada, karena dirinya tidak ingin berurusan dengan siapa pun yang masih berhubungan dengan Al.
Namun mama Beca terus memohon pada Nessa dan berjanji tidak akan pernah memberi tahu di mana Nessa berada termasuk pada Al sang putra, ayah kandung bayi yang sedang di kandung oleh Nessa.
Bukannya menanggapi apa yang di katakan oleh Nessa, mama Beca malah langsung memeluk pinggang Nessa dan mengajaknya untuk duduk di pinggiran tempat tidur.
"Aku sudah berjanji padamu Nes, dan pegang lah janjiku ini," ujar mama Beca yang sekarang menggenggam tangan Nessa saat ke duanya sudah duduk di pinggiran tempat tidur. "Mama hanya ingin kamu tidak bekerja lagi dan hanya fokus pada kandungan kamu ini, dan tinggalkan tempat sempit ini, dan aku mohon tinggal di rumah itu," pinta mama Beca yang sudah berulang kali menyuruh Nessa untuk berhenti bekerja dan juga tinggal di rumah yang sudah mama Beca sediakan untuk nya, namun Nessa terus saja menolak.
Tentu saja Nessa menolak, karena dirinya ingin hidup mandiri tanpa bantuan siapa pun, dan membuktikannya dirinya bisa.
"Maaf tante, aku tidak bisa berhenti dari pekerjaan baruku apa lagi tinggal di rumah yang tante siapkan untukku," tolak Nessa dan entah sudah berapa kali dirinya menolak permintaan mama Beca. "Aku tahu tante melakukan ini karena bayi yang ada di dalam kandungan ku, tapi aku katakan pada tante, aku bisa hidup dan membesarkan anak ini seorang diri tanpa bantuan siapa pun, seperti semua ini," ujar Nessa sambil menunjuk semua yang ada di kamar kosnya.
__ADS_1
Dari seluruh perabotan baru yang ada di kamarnya yang baru di ganti oleh mama Beca, dan Nessa beralih menunjuk pada susu hamil dan juga makanan ringan yang sudah memenuhi kamarnya.
Yang selalu mama Beca bawa jika mengunjungi nya, hingga kamar kos Nessa sudah seperti minimarket.
Bukan hanya itu mama Beca juga sudah mengirim uang yang jumlahnya tidak sedikit ke nomor rekeningnya.
Mama Beca semakin erat menggenggam tangan Nessa, entah mengapa meskipun dirinya tahu jika ibu dari calon cucunya itu dulunya adalah kupu kupu malam, namun mama Beca meyakini Nessa adalah wanita baik.
"Kenapa kamu mengatakan itu Nes? Aku melakukan ini bukan hanya untuk bayi yang ada di kandungan kamu, tapi juga untuk kamu ibu dari cucuku," ujar mama Beca, membuat Nessa melepas genggaman tangan mama Beca, lalu beranjak dari duduknya.
Mendengar ucapan dari Nessa, mama Beca beranjak dari duduknya, kemudian menghampiri Nessa yang sedang berdiri di hadapannya, lalu menghadap ke arah Nessa sambil memegang ke dua lengan bagian atas.
"Nes, apa yang kamu katakan ini? Dulu kamu memperbolehkan aku untuk mengunjungi kamu, tapi kenapa kamu sekarang berkata seperti itu,"
__ADS_1
"Agar aku tidak merusak kebahagiaan Al dan juga istrinya," jawab Nessa meskipun dadanya masih terasa sesak saat mengetahui jika Al sudah memiliki istri.
"Jangan katakan itu Nes, aku akan merahasiakan ini dari siapa pun termasuk istri Al, jika kamu mengandung anak Al,"
"Tapi suatu saat kebohongan akan terbongkar, dan sebelum itu terjadi, aku mohon pada tante untuk jangan pernah mengunjungi aku lagi,"
Mama Beca langsung memeluk Nessa setelah mendengar apa yang di katakan olehnya tanpa mengatakan apa pun lagi, karena semua yang di katakan oleh Nessa benar adanya.
Setelah lama memeluk Nessa, mama Beca melepas pelukannya dengan pelan.
"Baiklah aku akan mengikuti perintah kamu, tapi ijinkan aku sesekali untuk berkunjung," ujar mama Beca tapi tidak mendapat jawaban dari Nessa yang masih berdiri di hadapannya. "Dan jangan kamu menolak semua pemberian dari ku Nessa,"
"Maaf tante, aku tidak bisa lagi menerima pemberian tante," sambung Nessa karena di dalam lubuk hatinya merasa cemas, jika suatu saat nanti di balik kebaikan mama Beca ini, dia akan mengambil anak yang sedang di kandungnya.
__ADS_1
Bersambung.............................