Hanya PEMUAS

Hanya PEMUAS
Karena Aku Mencintaimu


__ADS_3

Papa Zack dan juga Al, menatap ke arah mama Beca setelah mendengar perintahnya.


Lalu ke duanya langsung menautkan ke dua alisnya saat tidak ada lagi air mata yang jatuh dari ke dua pelupuk mata mama Beca, karena sekarang mama Beca malah mengukir senyum sambil menatap ke arah pintu rumah sakit tersebut.


Al dan papa Zack pun langsung mengikuti arah pandangan mama Beca.


"Nessa," ucap Al sambil mengucek ke dua matanya, takut jika yang dirinya lihat bukanlah Nessa.


Namun sudah berapa kali Al mengucek matanya, tetap saja wanita yang sekarang menghentikan langkah nya memanglah Nessa.


"Nessa!" teriak Al yang langsung berlari menuju ke arah Nessa yang sedang berdiri di tempatnya saat melihat ada Al dan juga mama Beca yang sudah Nessa kenal, namun tidak dengan papa Zack yang belum di kenalnya.


Nessa dengan segera membalik tubuhnya dan ingin keluar dari rumah sakit tersebut, saat melihat Al berlari ke arahnya.


Namun belum juga Nessa ingin melangkah kan kakinya keluar rumah sakit, Al sudah memeluk nya dari belakang dengan erat.

__ADS_1


"Nessa," ucap Al dengan nafas yang memburu tepat di belakang telinga Nessa, ketika Al baru saja berlari dengan sekuat tenaga untuk menghampiri Nessa, wanita yang sudah sangat di rindukan nya.


Namun Nessa tidak menanggapi perkataan Al, karena dirinya coba untuk melepas tangan Al yang memeluknya dengan erat dari belakang.


"Lepaskan!" perintah Nessa yang terus mencoba untuk melepas pelukan Al.


"Tidak akan, aku tidak akan pernah melepaskan pelukan ini Nes, aku tidak ingin kehilangan kamu untuk yang ke tiga kalinya," ucap Al membuat Nessa langsung menautkan keningnya, mendengar apa yang baru saja Al katakan.


Tentu saja Al mengatakan hal seperti itu, karena dirinya sudah kehilangan jejak Nessa dua kali, dari beberapa minggu lalu, dan juga beberapa tahun silam saat Al mencari wanita yang sudah di lecehkan nya yang ternyata adalah Nessa.


Nessa hanya diam tanpa mengatakan apa pun, dirinya memang begitu kecewa dengan Al, yang seolah oleh tidak menginginkan bayi yang di kandungnya, namun di sisi lain dirinya begitu nyaman berada di dalam pelukan Al, pria yang sangat di cintai nya, meskipun Nessa akui dirinya begitu bodoh mencintai pria seperti Al, yang tidak memiliki hati.


Nessa tahu persis jika Al sedang terisak sambil memeluknya dari belakang, namun entah mengapa mendapati Al begitu lemah seperti sekarang membuat Nessa begitu muak.


Dan Nessa dengan sekuat tenaga bisa melepas tangan Al yang masih memeluknya. Lalu Nessa membalik tubuhnya untuk menghadap ke arah Al yang sekarang sedang menghapus air matanya.

__ADS_1


"Maaf mulai sekarang kita tidak saling mengenal, dan lupakan jika kita pernah bersama," ucap Nessa namun tidak di dalam hatinya. Karena hatinya begitu sakit saat bibirnya baru saja mengatakan hal seperti itu.


Bukan tanpa alasan Nessa mengatakan hal itu, karena dirinya sudah bertekad untuk membesarkan anak yang sedang di kandungnya seorang diri.


Hingga Nessa memutuskan pulang kampung, dan ingin menceritakan semuanya pada sang ibu, karena cepat atau lambat sang ibu akan mengetahui apa yang terjadi padanya, dan dari pada sang ibu mengetahui dari orang lain lebih baik memberi tahu sendiri, itu yang terpikir oleh Nessa.


Namun saat Nessa sampai di rumah, tetangganya mengatakan jika sang ibu di bawa ke rumah sakit oleh kakaknya Nuri, tanpa mengatakan jika ada Al dan juga keluarnya.


"Bagaimana jika aku tidak akan pernah melupakan, kalau kita pernah bersama?"


"Jangan bicara omong kosong, untuk dirimu sangat mudah untuk melupakan seseorang, karena kamu hanya membutuhkan seseorang untuk pelampiasan nafsumu saja Al,"


"Tapi tidak dengan kamu Nes, aku tidak bisa melupakan kamu, karena aku mencintaimu,"


Bersambung..............

__ADS_1


__ADS_2