
Setelah menyantap makan siang mama Beca menyuruh Nessa untuk istirahat terlebih dahulu.
Sebenernya mama Beca masih ingin berbincang dengan menantu barunya tersebut, namun dirinya tahu Nessa baru melakukan perjalanan jauh.
Dan mama Beca ingin menantunya beristirahat terlebih dahulu, toh setelah Nessa beristirahat dirinya masih bisa berbincang dengan sang menantu sebelum besok dirinya akan kembali ke London.
Al menggandeng tangan sang istri menuju kamarnya, kamar yang sudah di sterilkan dari semua barang barang Nisa yang sempat tinggal di kamar Al.
Senyum terus menghiasi ke dua sudut bibir Al, yang sekarang melepas gandengan tangannya, saat sudah berada di dalam kamarnya.
Kemudian Al mengunci pintu kamarnya membuat Nessa hanya bisa menggelengkan kepalanya, karena dirinya tahu persis apa yang akan Al lakukan padanya.
"Apa kamu siap istriku sayang?" tanya Al yang sekarang menatap ke arah Nessa.
"Siap untuk apa?" tanya Nessa balik yang berpura pura tidak tahu.
"Ehem lah apa lagi," sambung Al yang langsung membopong tubuh Nessa.
"Aku lelah Al,"
"Aku yang bermain dan kamu cukup diam dan menikmati setiap permainanku oke," ucap Al yang langsung menuju ke arah tempat tidur yang berukuran double.
Kemudian Al naik ke tempat tidur dan merebahkan tubuh istrinya, dan tak lupa senyum terus terukir dari bibir Al, yang merasa merdeka, karena setelah sekian banyak halangan hanya ingin ehem, akhirnya sekarang akan melakukannya, dan Al yakin kali ini pasti tidak ada hambatan lagi.
"Tapi Al aku–"
Tahu apa yang ingin istrinya katakan, Al langsung mencium bibir Nessa untuk menghentikan ucapannya.
__ADS_1
Dan Nessa pun hanya pasrah menerima apa yang akan Al lakukan padanya.
Al yang sudah puas dengan bibir sang istri kini melepas tautan bibirnya.
Bukan hanya melepas tautan bibir istrinya, namun Al juga melepas semua pakaian yang menempel di tubuhnya dan melemparnya ke sembarang arah, hingga senjata pusaka nya sudah berdiri sempurna di bawah sana dan terpampang nyata.
Dan Nessa pun hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, pasalnya belum juga apa apa, milik Al sudah berdiri kokoh.
"Jangan tersenyum meledak Nes, ini semua juga karena kamu yang menghilang dariku dan tidak memberikan aku kenikmatan, dan mulai sekarang kamu akan membayarnya," ujar Al yang sekarang mulai melucuti pakaian sang istri.
Dan Al langsung tersenyum senang ketika melihat tubuh sang istri yang sudah polos.
Tubuh yang membuat Al hanyut dalam kenikmatan tiada tara, dan juga tubuh yang sudah menjadi candu baginya.
"Aku janji hanya sekali Nes, tapi nanti sore lagi, malam juga iya, pagi pun iya,"
Nessa tidak jadi meneruskan ucapannya, saat Al sudah menempelkan bibirnya dan kali ini langsung melumatt nya.
Dan Al yang sudah mengungkung tubuh sang istri satu tangannya meremas gunung kembar Nessa bergantian, dan satu tangannya yang lain mulai membuka ke dua paha sang istri, dan jarinya mengusap hutan belantara di bawah sana, pusat kenikmatan yang membuat candu Al.
"Al, em uh," desaah Nessa saat Al kini beralih menyesap boba merah jambu miliknya, tentu saja tangannya di bawah sana terus merangsang hutan belantara agar mengeluarkan danau.
Nessa terus mendessah apa lagi saat bibir Al kini sudah menyesap hutan belantara miliknya.
Mendengar suara desaahan dari bibir sang istri, membuat Al benar benar tidak tahan untuk melakukan aksinya lagi.
Dan Al sekarang menegakkan kepalanya untuk menghadap sang istri.
__ADS_1
"Aku mulai saja ya Nes, aku benar benar tidak tahan," ucap Al yang sudah memposisikan senjatanya tepat di depan hutan belantara milik sang istri.
Dan Nessa yang juga menginginkan nya langsung mengangguk sambil mengigit bibir bawahnya.
Tanpa pikiran panjang lagi Al langsung memasukkan senjatanya. "Em uh Nes, nikmat sekali," ucap Al.
Dan di siang hari bolong, ke duanya larut dalam kenikmatan yang siapa saja tidak akan pernah menolak, namun kali ini ke duanya melakukannya sudah dalam ikatan pernikahan.
Waktu begitu cepat berlalu hingga ke duanya mencapai puncak kenikmatan bersama, dan dengan nafas yang masih memburu Al mencabut senjatanya yang masih kokoh.
Lalu Al merebahkan tubuhnya di samping sang istri, dan membawanya ke dalam pelukan.
"I love you Nessa istriku sayang, dan maafkan kesalahan aku di masa lalu. Dan mulai saat ini, aku akan menebus semua kesalahan aku, dengan mencintai, menyayangi dan juga mengasihi kamu, karena kamu adalah hidupku, dan aku juga akan selalu membuat kamu tersenyum bahagia, sampai tua nanti bersama dengan anak anak kita," ucap Al lalu mencium kening Nessa dan semakin erat memeluknya.
TAMAT
Terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti novel ini sampai tamat, dan ini novel pertama aku yang pengerjaannya sangatlah singkat, hanya membutuhkan waktu satu bulan lebih satu hari 🤭🤭🤭🤭
Maaf jika banyak typo yang bertebaran dan membuat kalian sakit mata, maaf sekali lagi 🙏🙏🙏🙏🙏🤭🤭🤭
Dan untuk Giveaway, novel ini juga akan ada giveaway.
Dan Giveaway kali ini aku akan berikan pada beberapa orang dari kalian dengan komen terwow menurut aku di episode akhir ini ya.
Dan pengumuman pemenang akan aku umumkan di novel baru aku yang akan launching besok. Jadi yang ingin dapat Giveaway dari aku komen terwow dan terkece ya 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Bay bay ketemu lagi di novel baru aku yang akan launching besok.
__ADS_1
Dan iya novel baru aku besok, adalah novel lomba mengubah takdir jadi berikan dukungan terbaik kalian ya. SEE YOU TOMORROW 😘😘😘😘😘😘😘