
Mendengar apa yang di katakan oleh Al, Nessa hanya mengukir senyum sinis dari sebelah sudut bibirnya.
Tentu saja dirinya tidak akan pernah percaya pada apa yang baru saja Al katakan.
Karena selama mengenal Al, Nessa tahu persis jika Al tidak memiliki hati, bagaimana memiliki hati, saat Nessa berulang kali coba mengungkapkan perasaannya, meskipun tidak secara langsung, namun Al tidak sama sekali merespon dan malah terlihat begitu tidak suka.
Dan itu yang membuat Nessa tidak berani mengatakan perasaan cintanya langsung pada Al, karena bisa bersama dengan orang yang di cintai meskipun orang tersebut tidak mencintainya, sudah membuat Nessa begitu bahagia.
Namun tidak untuk saat ini, setelah kejadian beberapa minggu lalu, Nessa terus mencoba untuk mengikis rasa cintanya pada Al, apa lagi Nessa tahu jika Al sudah memiliki istri.
"Apa kamu tidak sadar dengan yang kamu katakan Al? Bagaimana jika istrimu mendengar perkataan suaminya ini?"
"Aku tidak pernah menganggap dia istriku, dan hanya beberapa hari lagi aku akan segera bercerai dengannya, dan aku akan segara menikahi mu Nes,"
"Dan aku tidak akan pernah mau menikah dengan kamu, pria yang mempermainkan pernikahan, bagaimana kamu bisa menikah dengan istri kamu, jika kamu tidak mencintainya, dan sekarang jangan katakan apa pun lagi, karena semuanya yang kamu katakan adalah omong kosong," ucap Nessa panjang lebar.
__ADS_1
"Tapi cintaku padamu ini tidak omong kosong Nes, dan aku baru menyadari perasaan cintaku padamu setelah aku tahu siapa kamu," sambung Al tanpa kebohongan sama sekali, karena itulah perasaan yang di rasakan nya saat ini untuk Nessa.
"Apa kamu mengatakan hal seperti itu, hanya untuk anak yang sedang aku kandung, dan kamu akan mengambil anak ini dari ku dengan alasan yang tidak masuk akal yang baru saja kamu katakan Al?" tanya Nessa yang tidak percaya sama sekali dengan apa yang di katakan oleh Al. "Dan aku ingatkan padamu Al, sampai kapan pun aku tidak akan pernah menyerahkan anak ini padamu, meskipun ada darah yang mengalir di dalam anakku, kamu paham Al!"
"Nes, aku tidak–"
Belum juga Al meneruskan ucapannya, Nessa sudah membalik tubuhnya lalu melangkahkan kakinya menuju keluar rumah sakit tersebut.
Dan saat Al ingin menyusul Nessa, mama Beca yang sedari tadi mendengar apa yang di bicarakan oleh Al dan juga Nessa, menahan tangan Al yang akan menyusul Nessa, saat mana Beca sudah mendekatinya.
"Biar mama saja yang menyusul Nessa, kamu tetap di sini." ujar mama Beca dan Al yang begitu frustasi mendapati perubahan dari sikap Nessa, langsung mengikuti perintah sang mama, dan berjalan menuju bangku tunggu lalu mendudukkan tubuhnya dengan kasar.
Mama Beca yang keluar dari rumah sakit, mengedarkan pandangannya, ke seluruh penjuru halaman rumah sakit untuk mencari keberadaan Nessa, yang mama Beca yakini Nessa masih berada di depan rumah sakit tersebut.
Dan mama Beca meng fokuskan pandangannya ke arah sebuah kursi panjang di sisi kanan rumah sakit tersebut di mana Nessa sedang duduk sambil termenung.
__ADS_1
Kemudian mama Beca berjalan mendekat ke arah Nessa, lalu mama Beca melepas sweater yang di kenakan nya, dan memakaikannya di punggung Nessa yang hanya menggunakan baju dengan bahan tipis.
"Di luar sangat dingin, tidak bagus untuk wanita hamil sepertimu Nes," ujar mama Beca lalu duduk tepat di samping Nessa, karena memang sudah hampir tengah malam.
Namun Nessa tidak sama sekali menanggapi apa yang di katakan oleh mama Beca, dan dirinya hanya diam bagaikan patung.
Mama Beca pun tidak masalah, saat Nessa tidak menanggapi apa yang di katakan nya.
Dan sekarang mama Beca meraih tangan Nessa lalu menggenggam nya dengan erat.
"Nes, semua yang tadi Al bicarakan padamu bukanlah omong kosong, dia memang sangat mencintaimu, asal kamu tahu dia seperti orang yang hilang kendali semenjak kamu meninggalkannya," ujar mama Beca. "Dan untuk istri Al, dia menikah karena perjodohan, sebelum aku tahu ternyata kamu dan Al sudah tinggal bersama. Dan benar apa yang Al katakan jika beberapa hari lagi mereka akan bercerai,"
"Dan aku tidak ingin di jadikan alasan perceraiannya," sambung Nessa tanpa menatap mama Beca.
"Tentu saja tidak Nes," ujar mama Beca. "Dan ada sesuatu yang ingin aku bicarakan tentang Al dan juga kamu di masa lalu,"
__ADS_1
"Masa lalu, aku dan juga Al?" tanya Nessa penasaran dan sekarang menatap ke arah mama Beca.
Bersambung...........................