
Mama Beca membuka matanya tepat jam dinding yang berada di kamar Al menunjukkan pukul enam pagi, saat dirinya semalam tidur bersama dengan Nisa sang menantu.
Kemudian mama Beca beranjak dari tidurnya, saat mendengar suara dari kamar mandi dengan pintu yang terbuka. Lalu menoleh ke samping di mana semalam sang menantu tidur, namun Nisa sudah tidak berada di sisinya.
Lalu mama Beca turun dari tempat tidur, saat dirinya yakin suara orang yang sedang memuntahkan isi perutnya adalah Nisa sang menantu.
"Sayang ada apa denganmu?" tanya mama Beca saat sudah masuk ke dalam kamar mandi, dan mendapati Nisa sedang muntah muntah di atas closet.
Namun tidak mendapat jawaban dari Nisa yang masih terus mengeluarkan semua isi perutnya.
Dan mama Beca yang tidak tega dengan sang menantu, langsung memijat belakang leher Nisa.
"Sayang, apa kamu baik baik saja?" tanya mama Beca lagi saat Nisa sudah selesai mengeluarkan isi perutnya.
"Tidak Ma, aku terus merasa mual dan juga pening," jawab Nisa lalu memeluk mama Beca dari samping dan menyandarkan kepalanya di pundak mama Beca.
"Jika begitu, mama akan mengantar kamu ke rumah sakit. Mama takut terjadi sesuatu padamu sayang," ujar mama Beca yang sekarang memeluk pinggang Nisa dan keluar dari kamar.
Senyum tersungging dari sebelah sudut bibir Nisa saat rencananya satu persatu akan di mulai.
*
*
__ADS_1
*
Nisa, mama Beca dan juga papa Zack yang ingin menemani Nisa ke rumah sakit, berjalan bersamaan menuju ruangan dokter, saat sebelumnya Nisa sudah membuat janji dengan dokter.
Mama Beca dan juga Nisa duduk di bangku tepat di hadapan dokter yang baru saja memeriksa Nisa, dan papa Zack berdiri tepat di belakang ke duanya, yang begitu penasaran dengan keadaan sang menantu.
"Dok, apa yang terjadi pada menantuku?" tanya mama Beca pada dokter yang sekarang sedang mengulas senyum.
"Selamat," ucap dokter tersebut sambil mengulurkan tangannya ke arah mama Beca yang langsung di jabat oleh mama Beca. "Menantu anda sedang hamil," ujar dokter tersebut sambil melepas jabatan tangannya
Dan papa Zack yang baru saja mendengar apa yang di katakan oleh dokter tersebut, langsung bersorak senang lalu mencium kening Nisa.
"Terima kasih sayang," ucap papa Zack penuh dengan kebahagiaan pada sang menantu yang langsung di balas senyum oleh Nisa.
"Dok, berapa usia kandungan menantu ku?" tanya mama Beca, membuat papa Zack yang berada di belakangan nya langsung memegang ke dua bahu sang istri.
"Ma, kenapa kamu bertanya seperti itu?" bisik papa Zack tepat di telinga sang istri, saat papa Zack merasa mama Beca curiga dengan sang menantu.
"Aku hanya bertanya Pa, apa mama salah?" tanya mama Beca balik dan tatapannya kembali pada dokter yang ada di hadapannya. "Dok berapa usia kandungannya?"
"Baru akan memasuki usia dua minggu Bu," jawab dokter tersebut sambil mengukir senyum ke arah mama Beca.
"Jadi Al berbohong pada ku, jika dia tidak pernah menyentuh Nisa," gumam mama Beca ketika mengingat apa yang di katakan oleh Al.
__ADS_1
Kemudian mama Beca memutar kursi yang di duduki nya untuk menghadap ke arah Nisa, dan mama Beca pun langsung memeluk sang menantu.
"Selamat sayang, sebentar lagi kamu akan memberikan cucu pada mama," ucap mama Beca sambil mengukir senyum saat dirinya yakin bayi yang di kandung Nisa adalah anak Al, dan yang di katakan oleh Al jika tidak pernah menyentuh Nisa adalah kebohongan belaka.
Namun senyum yang menghiasi bibir mama Beca kini memudar, saat mengingat lagi di sisi lain ada Nessa yang juga sedang mengandung anak sang putra.
"Sekarang kita pulang, dan kasih tahu kabar gembira ini pada ke dua orang tua kamu sayang," sambung papa Zack sambil menepuk punggung sang istri, dan juga Nisa yang masih berpelukan.
Dan mama Beca pun langsung melepas pelukan nya, dan satu tangannya membelai wajah menantunya.
"Benar apa yang papa katakan, kita harus memberi tahu ke dua orang tua kamu," ujar mama Beca yang langsung beranjak dari duduknya dan meraih tangan Nisa untuk pulang.
"Mama dan papa keluar dulu dan tunggu aku, sepertinya aku ingin buang air besar," ucap Nisa sambil menahan ingin buang air besar, saat di ruangan dokter tersebut terdapat toilet.
"Baiklah, papa dan mama tunggu di luar," sambung papa Zack yang langsung menggandeng tangan sang istri untuk keluar dari ruangan tersebut.
Dan Nisa pun langsung menuju toilet, namun baru saja dirinya masuk kini keluar lagi, saat tahu ke dua mertuanya sudah keluar dari ruangan tersebut.
Kemudian Nisa menghampiri dokter wanita yang tadi memeriksanya, lalu Nisa memeluknya.
"Terima kasih Intan, aku akan memberikan apa yang sudah aku janjikan padamu," ujar Nisa pada dokter tersebut yang ternyata adalah sahabatnya. Dan Nisa sudah menyuruh dokter tersebut untuk berbohong tentang usia kehamilannya.
Bersambung...................
__ADS_1