
Diistana terlihat ling yang sedang bersama yurin ditepi kolam.hari mulai sore,sudah lama ling duduk termenung disitu,melamun memikirkan keberadaan Bin.Yurin tak tega melihat kondisi adik iparnya itu.seakan lupa kalau dirinya sedang hamil,ling tak memperdulikan kesehatannya.
Kedua matanya sembab karena sudah beberapa hari ini dia trus menangiz,bawah matanya menghitam tanda dia tak bisa tidur.dan wajahnya begitu pucat karena nafsu makannya sudah hilang sejak kabar buruk kemarin.pandangan matanya benar"kosong mengambarkan situasi hatinya saat ini.dia menyiapkan hatinya untuk kemungkinan paling terburuk yang akan dia terima.
"Ling ayo masuk kekamarku...ini sudah sore...kau sudah lama disini....aku tak mau kau sakit....." yurin berkata pelan sambil menggenggam tangan Ling dan duduk disamping Ling.
"Yurin apa sudah ada kabar tentang Bin dari kakak...??" Putri bicara pelan tanpa menoleh kearah yurin.
"belum ling...tapi kita tak boleh putus asa,kau harus terus berdoa ling....."
"sepertinya aku sudah kehilangan harapan yurin.....aku tak tau bagaimana nasib ankku ini....?"ling mengusap perutnya pelan,matanya terpejam untuk benerapa saat.dia sudah tak bisa untuk menangis,air matanya serasa kering.
" Ling jangan siksa dirimu seperti ini....kau harus kuat demi anakmu....aku mohon..."
Yurin memandang lekat Ling yang begitu terlihat terpukul.dia hanya bisa menemani dan memberi dukungan untuk ling.mereka masih terduduk disamping kolam menikmati udara segar ditempat itu.
Sementara Itu pangeran Bin dan tuan ji sudah turun dali Hely setelah hampir dua jam dalam perjalanan.pangeran dan tuan ji memapah Bin karena tubuhnya masih lemah.luka dikepala dan dibahunya belum pulih benar.meraka menuju istana utama.
Raja Kim yang sudah mengetahui kabar kepulangan bin menunggu didepan pintu utama.hatinya cemas menunggu kedatangan mereka.Tak lama mereka muncul membuat Raja Kim merasa sangat lega dan bahagia.
Raja menghampiri mereka.
"aku lega kalian sudah kembali....dan aku sangat bahagia kau pulang bin......" ucap Raja Kim sambil memandang lekat bin.Bin hanya bisa terseyum dan sedikit menundukkan kepalanya memberi hormat pada mertuanya itu.
"Bin belum pulih benar ayah..." ujar pangeran.
"ayo cepat masuk....dan antar Bin kekamarnya...." intonasi perkataan Raja Kim yang terlihat bahagia.
__ADS_1
"apa ayah sudah memberi tahu Ling soal ini..." pangeran merasa ingin tahu.
"belum.aku ingin memberinya kejutan....ayo cepat masuk...." Raja kim menyuruh putranya.
Pangeran dan tuan memapah Bin menuju kamarnya,saat ingin melewati koridor yang berhadapan dengan kolam.mereka melihat Ling dan yurin yang sedang duduk ditepi kolam.Dari kejauhan mereka berhenti,Bin begitu bahagia bisa melihat istrinya lagi.
Yurin yang menyadari keberadaan mereka dari jauh berusaha memberi tahu Ling,tapi sebelum dia berucap,pangeran menggelengkan kepalanya tanda bahwa yurin tak usah memberi tahu yurin dulu.Yurin pun berpamitan pada ling untuk pergi dulu.sementara yurin masih melamun dan memandang kearah kolam dengan tatapan kosong.Yurin mendekati ketiga pria itu...dia berbicara pelan.
"aku bahagia Bin kau kembali......cepat dekati istrimu...dia benar" terpuruk memikirkanmu..."yurin mengelus bahu sepupunya itu..lalu pangeran dan Tuan ji memapah bin mendekati Ling.kini jarak mereka tinggal beberapa meter saja.
"kami tinggal dulu Bin....bicaralah dengan Ling...." pangeran berkata pelan,mereka pun meninggalkan Bin sendiri,bin masih kuat berdiri sendiri.untuk bebarapa saat dia hanya mengamati wanita yang sangat dia cintai itu.sementara Ling masih berkutat dengan pikirannya yang kacau.Ling benar"tidak menyadari kalau bin sudah ada dibelakangnya.dia memejamkan matanya untuk membuat hatinya sedikit tenang.Expresi muka bin menunjukkan rasa sedih dan bahagia.
"sayang.........." suara bin pelan memecah keheningan sore itu.
Ling membuka matanya,merasa suara itu hanya mimpi atau halusinasinya saja.dia masih duduk terdiam.
"sayang..." suara Bin bertambah keras.Ling dengan sedikit bingung mencari arah suara itu berasal.dia menoleh kesekelilingnya hingga saat dia menoleh kebelakang Dia merasa terpaku dengan apa yang dilihatnya.matanya tak berkedip merasa ini hanya mimpi.ling terdiam.
" Binnnn.....".Ling lalu berdiri dan berlari kearah Bin.memeluk tubuh tegap suaminya dengan sangat erat.air matanya deras mengalir.
"bin...kau sudah kembali....ini keajaiban..aku sangat merindukanmu.terima kasih tuhan......." masih memeluk erat Bin.
"aku juga sangatttt merindukanmu sayang...."ckup lama mereka terdiam dengan posisi itu,menyalurkan rasa rindu mereka.
Bin memcium ujung kepala istrinya.Ling mengamati wajah Bin dengan sangat dekat,dilihatnya bin masih pucat.perban masih membalut kepalanya.ada balutan dibahu kanan Bin.
"kau masih belum pulih sayang ayo kita kekamar,aku akan memapahmu..."
Ling pun memapah sampai kekamar mereka.
setelah berada dikamar,ling merebahkan tubuh Bin di ranjang besar mereka.melepas sepatu dan jas bin pelan.Bin menyandarkan kepalanya ditepi ranjang menyandarkan tubuhnya.Saat Ling hendak memgambil pakaian ganti untuk Bin. dengan cepat tangan bin menarik tangan istrinya.hingga posisi mereka sangat dekat.Bin memperhatikan dengan jelas wajah cantik istrinya meskipun kedua mata ling sudah sembab,penampilannya acak''an.
__ADS_1
"sayang...apa kau benar" menghawatirkan aku..."Tangan kiri bin mengusap lembutt pipi mulus istrinya itu.lalu mencium bibir ling pelan.
"aku hampir mati memikirkanmu.....kenapa lama sekali kau kembali??apa kau ingin membuatku benar" menjadi gila sayang...."jawab ling pelan.sambil meraba bibir sexi Bin.
"ceritanya panjang sayang,nanti aku akan menceritakkaan padamu.....aku ingat kau sempat mengirimiku pesan..katamu kau akan memberi kbar kejutan untukku..."selidik Bin yang tangannya masih mengelus wajah mulus istrinya.
Mendengar ucapan suaminya ling langsung teringat dengan kehamilannya.Ling memegang tangan Bin dan meletakkannya diperut bawahnya.Bin masih bingung dengan sikap istrinya itu.
" apa kau tak ingin menyapanya sayang...dia sudah berumur 8 minggu....."jelas ling dengan nada pelan dan terseyum pada Bin.Bin benar"terkejut dengan kabar baik ini...
"Kau hamil sayang........" ling hanya terseyum mendengar pertanyaan suaminya itu.
Bin memeluk erat istrinya itu,dia menciumi setiap jengkal wajah Ling.dia sangat bahagia...ini yang dia nanti selama ini...
Bin mengusap halus perut Ling.
"sejak kapan kau tahu kalau dirimu hamil sayang?"
"sehari setelah keberangkatanmu itu aku pingsan.Dr.chen memeriksa keadaaku,ia pun memberitahu kalau aku hamil,dan janin ku sudah berumur 8 minggu."
"maaf ya sayang saat kau membutuhkanku aku tidak ada...."
"sudah ah jangan bilang itu......yasudah aku ganti pakaianmu dulu oke...lalu kita makan bersama,,....."ling berdiri mengambil baju untuk suaminya itu.dengan penuh perhatian dia merawat Bin,mengobati luka Bin.sampai malam tiba ling juga menyuapi dan makan bersama satu piring.setelah selesai Ling bergegas mandi menyegarkan badannya.ia ingin melayani suaminya dengan penampilan rapi.Tak lama dia keluar dengan memakai baju tidurnya.Ling lalu merebahkan tubuhnya disisi Bin.mencari tempat yang paling nyaman buatnya.Dengan cepat Bin memeluk erat tubuh istrinya dari belakang.tubih Ling benar" wangi membuat Bin ingin terus memeluknya.mencium tengkuk indah leher ling.terus mencumbuinya ckup lama.Ling membalikkan tubuhnya dan menatap bin sangat dekat.
"lain kali jangan seperti itu lagi y sayang. aku bisa mat....." ucapan ling terhenti saat bibir Bin sudah menempel dibibirnya.ciuman itu pelan tapi begitu dalam.mereka sudah lama tak menikmati momen itu.Bin terus memberikan pagutan demi pagutan dibibir istrinya itu.tangan kiri bin sudah berkelana ditubuh Ling.ling hanya terdiam menikmati setiap sentuhan suaminya itu,sentuhan yang begitu memabukkan dan sangat ia rindukan.
Tak lama Bin melepas ciumanya karena merasa nafas ling sudah terengah&engah."'
"aku sangat mencintaimu ling....aku rindu didekatmu sayang.....tapi sekarang aku belum bisa melakukan itu...karena tubuhku masih lemah...." sambil meletakkan kepala Ling di dadanya.
"sayang...aku juga sangat merindukanmu...mlam ini jngan nakal dulu ya...kau masih sakit.....bsok kalau kau sudah pulih benar,kau bisa meminta itu....terserah berapa ronde aku akan menerimanya..." mata ling menatap wajah suaminya dengan mendongakkan sedikit kepalanya.
__ADS_1
"benarkah berapapun pun rondenya kau akan melayaniku sayang....'baiklah sekarang kita istirahat......mimpi indah belahan jiwaku...'''sambil mengusap pelan perut istrinya,bin menguatkan pelukannya ditubuh indah istrinya.sementara Ling terus membenamkan wajahnya didada kekar bin menikmati kehatangan yang bin berikan padanya..mlam yang begitu bersejarah untuk kedua insan itu.merekapun terlelap tidur .