Hati Putri Dan Sang Pengawal

Hati Putri Dan Sang Pengawal
Kim Jin Sung.


__ADS_3

Dua minggu kemudian.


Ling sudah benar benar sehat ia sudah bisa melakukan aktifitasnya sendiri kecuali satu yaitu bekerja Dirumah Sakitnya karena Sang Suami belum boleh mengijinkannya.


Ia hanya pergi keRumah sakit untuk menjenguk putranya yang masih berada dikotak inkubator.


Pagi ini seperti biasa Ling berjalan bersama Bin menuju rumah sakit untuk menjenguk putra mereka.Ling sebenarnya sudah dari beberapa hari yang lalu diperbolehkan untuk menggendong dan mendekap putranya meskipun hanya sebentar.


Sampailah mereka didepan ruang Bayi.mereka bisa sangat jelas menatap putra mereka yang sedang tertidur dari balik dinding kaca diruangan itu.


"Dia manis sekali sayang saat tertidur?!ucap Bin pada Ling yang masih tertegun melihat expresi muka imut putranya.


" Dia tampan sepertimu sayang..."ucap Ling sambil terseyum menoleh kearah Bin yang sudah merangkul pinggangnya.


Tak lama Dr Chen mendekati mereka.


"Selamat pagi putri Ling dan Tuan Bin..!" sapa dr.Chen.


"Selamat pagi juga dokter...!" jawab Bin.


"Ada kabar baik untuk anda berdua..!!" ucap Dokter yang juga mempunyai paras tampan itu.


Bin dan Ling sangat merasa penasaran.


'"Kabar apa dok?"tanya Ling penuh antusias.


"Putra anda hari ini bisa dibawa pulang,keadaanya sudah sangat sehat,semua organ dalam tubuhnya sudah bekerja dengan normal.Berat badannya pun sudah memenuhi standart normal.." ujar Dr Chen Lugas.


Seketika mata Ling berbinar,ia sungguh tak menyangka putranya secepat ini bisa pulang.


sama halnya dengan Bin yang merasa terkejut.


"Anda pasti heran putri kenapa putra anda bisa secepat ini bisa pulang,Hemm sepertinya putra kecil tampan anda itu kuat dan tangguh seperti ayahnya hahaha!!" ucap Dr Chen yang terkekeh sambil melihat kearah bayi itu.


Ling hanya terseyum kearah Bin yang merasa canggung dengan pujian Dr.Chen.


"Tapi anda harus merawat putra anda dengan beberapa cara yang khusus putri karena dia lahir secara prematur.Dari cara memandikannya sampai cara mendekapnya agar ia selalu merasa hangat...!"

__ADS_1


"iya dokter saya mengerti.''


" Kalau begitu tunggu sampai dia terbangun lalu anda bisa membawanya kembali keistana."


"Baik dokter." jawab Ling.


Mereka pun dengan sabar menunggu buah hati mereka sampai terbangun dari tidurnya.


Tak lama bayi itu menangis dan perawat segera menggendongnya dan memberinya sebotol susu.


Setelah perawat melepas semua alat kesehatan yang ada ditubuh bayi serta memberi baju ganti dan selimut yang tebal.


Bayi itu pun diserahkan pada Ling.dengan pelukan erat Ling memberikan kehangatan untuk putranya.


Merekapun segera kembal keIstana setelah berpamitan dengan Dr.Chen.


Semua orang diIstana begitu bahagia dengan kepulangan bayi Ling dan Bin.Semua merasa gemas dan ingin segera menggendongnya.


Raja Kim begitu bersyukur melihat cucunya sudah bisa dibawa pulang.


"Kalian sudah menyiapkan namanya?"Tanya Raja Kim yang berdiri sambil mengusap lembut kepala putra Bin.


" Sudah ayah,Namanya Kim Jin sung...!!"ucap Bin dengan jelas.


Raja sungguh terkejut ternyata menantunya menyematkan marganya untuk putra pertamanya ini.


"Nama yang bagus,tapi ayah terkejut kalian menyematkan marga ayah bukan margamu Bin?" ucap Raja Kim.


"Tidak apa apa ayah.Nenek juga tidak keberatan." ucap Bin menenangkan ayah mertuanya.


"Maaf ayah tidak tahu kalau hari ini Pangeran Jin pulang jadi ayah tidak merayakannya putriku...!"


"Pangeran Jin....ayah ??" ucap Ling yang merasa heran .


''iya,nama panggilannya adalah Pangeran Jin.kalian paham?"ucap Sang Raja yang menatap semua orang yang berada disitu secara bergantian.


"Panggilan yang Bagus ayah....soal perayaan,Ling Lebih memilih untuk memberika santunan dan bahan pangan untuk panti asuhan dan panti jompo yang lebih membutuhkan.Apa ayah setuju?" tanya Ling pelan..

__ADS_1


Raja Kim dan semua orang dibuat terkesima lagi dengan sikap putri yang begitu baik lembut dan dermawan.


"Tentu putriku ayah sangat menyerujui idemu.baiklah besok ayah akan menyuruh Tuan Ji mengirim santuan berupa sandang pangan untuk Panti asuhan dan panti Jompo yang ada Dikota Seuol ini sebagai ungkapan rasa syukur ayah karena Cucu pertama ayah yang bernama pangeran Jin sudah sehat.!" ujar Raja Kim dengan seyum lebarnya.


"Terima kasih ayah..." ucap Ling kearah Raja Kim.


"Iya putriku...oh ya Ayah juga ingin memberitahukan kepada kalian bahwa dua hari lagi akan ada acara penobatan Putraku Yuan untuk menjadi Raja menggantikanku!" ucap Raja kim yang sontak membuat semua merasa terkejut apalagi Yuan yang merasa belum sepenuhnya siap untuk posisi itu.


"Kenapa buru buru ayah??" ucap Yuan yang mendekati ayahnya.


"Ayah sudah tua nak,ayah ingin istirahat dan menghabiskan waktu menikmati hidup dan bermain bersama pangeran Jin..ayah yakin kau bisa mengemban tanggung jawab besar ini.Apalagi ada Adik iparmu Bin yang akan selalu disampingmu membantumu.kau siap kan Bin selalu mendukung kakakmu?" ujar Raja yang menepuk bahu pangeran Yuan lalu menoleh kearah Bin.


"Iya Ayah dengan senang hati dan sepenuh jiwa saya akan membantu kakak mengemban tugasnya." ucap Bin tegas.


"Bagus ayah sudah tidak khawatir lagi....yasudah Kalian cepat kembali kekamar,jangan sampai Jin merasa Kedinginan karena terlalu lama diluar." perintah Raja pada Ling dan Bin.


Semua pun kembali ketempatnya masing"


.


Bin dan Ling akhirnya sampai dikamar.Ling dengan sigap meletakan tubuh mungil putranya diranjang.ia sengaja belum menyiapkan keranjang bayi karena Ling ingin tidur bersama bayinya.


Ling berbaring kesamping sambil mendekap tubuh putranya yang terlelap.


Bin juga ikut berbaring disisi lain ikut mendekap bayinya.


"Pangeran Kim Jin Sung.....sebutan yang keren kan sayang...?" ucap Bin pelan pada Ling yang mengusap lembut kepala putranya.


"Iya sayang itu sangat bagus...ehmmm aku lelah,aku mau tidur dulu ya sayang..." ucap Ling.


Bin pun langsung paham istrinya dari pagi belum beristirahat.


Bin pun mendekap tubuh Ling dari depan. Lalu mencium kening istrinya dengan lembut hingga Ling tertidur.


Jin semakin merasa hangat berada ditengah ayah dan ibunya.


Bin menatap Dua orang yang begitu berharga dihidupnya itu ckup lama.hingga ia pun ikut terlepap.

__ADS_1


__ADS_2