Hati Putri Dan Sang Pengawal

Hati Putri Dan Sang Pengawal
Menyerah


__ADS_3

@**Maaf lama up nya......jangan lupa baca novel ku yang ke dua ya"Bukan Om tapi kekasihku@


hapy reading**.


Dua hari telah berlalu,Bin masih setia menemani dan merawat Ling.kini keadaan Ling sudah membaik,dirinya sudah mampu duduk.


Ling pun meminta Bin untuk mengantarkannya keruang bayinya.akhirnya dengan menggunakan kursi roda Ling ditemani Bin melihat putranya yang masih didalam kotak Inkubator.


Ling begitu bahagia sampai meneteskan air mata saat pertama kali melihat putranya dari luar dinding kaca.


Bayinya terlihat sedang terlelap tidur,ingin hati Ling memeluk dan mendekap bayinya,tapi ia harus bisa menahan dirinya dulu sampai keadaan putranya benar benar


sudah stabil.


"Lihatlah Sayang putra kita baik baik saja kan?dia sangat kuat...dia juga sangat tampan bukan?" ucap Bin yang berdiri dibelakang kursi roda Ling.


Ling yang masih tertegun melihat bayinya dari dinding kaca hanya mengangguk pelan.


"iya dia kuat dan sangat tampan sepertimu...suamiku sayang apa kau sudah menyiapkan nama untuk putra kita?" tanya Ling sambil menoleh kearah Bin.


"Tentu sayang..namanya Kim jin sung,kita pakai marga ayahmu saja sayang untuk menghormatinya,bagaimana?" ucap Bin yang sudah berjongkok didepan istrinya.


"nama yang bagus sayang,tapi apa nenek tidak marah jika putramu tidak memakai margamu?"


"tentu tidak sayang,kau tenang saja...,yasudah ayo kita kembali kekamar,kau harus banyak istirahat..."


Ling pun patuh pada suaminya,ia mengangguk pelan setelah melihat putranya.


Bin mendorong kursi roda Ling menuju kamar inapnya,tapi langkah mereka terhenti ketika Yuan dan Yurin menghampiri.

__ADS_1


"Ling aku senang melihat kesehatanmu cepat pulih seperti ini.." ucap Yuan saat sudah berdiri didekat mereka.


"Terima kasih kak,,"


"kakak ada perlu sebentar dengan suamimu,biar Yurin yang menemanimu dulu ya Ling." ucap Yurin.


Ling merasa penasaran dengan perkataan kakaknya.


"apa ini soal pelaku yang mendorongku kak?" ucap spontan Ling.


Sebenarnya semuanya tak ingin membahas hal itu didepan Ling,karena tak ingin membuat wanita itu mengingat lagi kejadian buruk yang telah ia alami.


Mendengar pertanyaan Ling semuanya tercekat.mau tidak mau Yuan harus berkata jujur.


"Kau benar adikku..sebenarnya aku tak ingin memberitahumu dulu soal ini,karena aku tak mau kau ingat kejadian itu lagi,tapi sekarang mungkin waktunya kau harus tau...pelakunya adalah pengawal Kwok,dia menghilang setelah mendorongmu...Dua hari ini pengawal Kyun terus mengawasi dan melacak dimana keberadaan nya lewat jaringan ponselnya.tapi tak disangka dia justru menyerahkan diri semalam,mungkin karena dia sudah mengetahui kalau aku sudah menyuruh orang untuk menjemput dan menahan orang tuanya diistana.aku memang sengaja menjadikan orang tua pengawal kwok sebagai tawananku untuk memancingnya keluar." jelas Pangeran Yuan kepada Bin dan Ling.


"Pelayan Kwok....bukankah dia teman mu sayang?" ucap Ling yang agak terkejut dan melihat kearah suaminya.


"Maka dari itu ayo ikut aku Bin,kita temui dia.


Sekarang dia sudah berada diruang isolasi tahanan bawah tanah.pengawal Kyun sedang mengintrogasinya."


"baik kak,," ucap Bin sambil menatap kearah Yuan.lalu berjongkok didepan Ling.


"Sayang aku kesana dulu,aku harus menemuninya..biar Yurin yang menemanimu dulu.." ucap Bin sambil mengusap lembut kepala istrinya.


"pergilah, tapi kumohon jaga emosimu...." ucap Ling pelan menatap manik mata Bin.


Bin hanya mengangguk mendengar nasehat istrinya,ia lalu berdiri dan melangkah pergi bersama kakak iparnya.

__ADS_1


"Apa alasan pengawal Kwok melakukan ini yurin?bukankah suamiku adalah temannya...?" ucap Ling dengan pandangan kearah suami dan kakaknya yang mulai menghilang.


"Pasti ada sesuatu Ling,,tapi kau harus tenang dan fokus pada kesembuhanmu ya,,serahkan semua pada suami dan kakakmu..ayo kita kekamarmu..." ucap Yurin sambil mengusap bahu Ling lalu mendorong kursi roda Ling menuju kamarnya.


Sementara Bin sudah sanga merasa penasaran dan ingin segera bertemu dengan teman sekaligus musuhnya itu.


Flash back.


Kemarin sore terlihat pengawal Kwok yang sedang berada ditempat persembunyiannya mencoba menghubungi seseorang setelah ia mengetahui kalau orang tuanya sudah dijemput paksa oleh pengawal istana atas perintah pangeran Yuan.


Tut tut tut.


"Sudah kubilang jangan pernah menghubungiku lagi,apa kau ingin mereka menemukanmu?apa uang yang kuberikan padamu kurang?" ucap seorang wanita dengan nada emosi diujung sambungan setelah panggilan itu terhubung.


"Tutup mulutmu wanita licik,gara gara kau sekarang orang tuaku dijemput paksa oleh pangeran,aku sangat mengkhawatirkan mereka.orang tuaku tidak tau apa apa dan tidak ada hubungannya dengan kejahatanku.bagaimanapun mereka harus bebas,kau harus mengeluarkan mereka atau kau akan menyesal telah melibatkanku...!" ucap pengawal Kwok dengan nada tinggi.


"hahhhh apa kau.mengancamku???" apa kau ini bodoh...mana mungkin pangeran berani melukai orang tuamu...apa kau tidak berfikir kalau pangeran hanya memancingmu..."


"Aku tidak.perduli....yang jelas orang tuaku harus bebas." ucap Pria itu dengan tegas lalu menutup panggilannya.


"Sial.......umpat pengawal kwok.


" Harusnya aku tidak bekerja sama dengan wanita licik itu....aku tak ingin ayah dan ibu menanggung kesalahanku...ahkkkkkrrrrr"teriak pengawal kwok sambil mengacak acak rambutnya.


Setelah berfikir beberapa saat akhinya pengawal Kwok memutuskan untuk menyerahkan diri keistana.ia sadar tak mungkin bisa melawan kekuasaan raja,ia juga sangat mengkhawatirkan keadaan orang tuanya yang sudah lemah.


Pengawal Kwok pun pergi keIstana tanpa sepengetahuan wanita licik yang sudah menyuruhnya.


Kepala pengawal Kyun dan semua pengawal yang sedang berjaga merasa terkejut dengan kedatangan pengawal Kwok yang dengan suka rela menyerahkan diri.

__ADS_1


Pengawal istana pun segera memborgol kedua tangan pengawal Kwok dan menggiringnya keruang tahanan istana diruang bawah tanah.saat itu segera pengawal Kyun menemui pangeran Yuan meskipun hari sudah malam.


Flash Back off.


__ADS_2