Hati Putri Dan Sang Pengawal

Hati Putri Dan Sang Pengawal
Dukungan


__ADS_3

Diistana terlihat pangeran Yuan sedang berbicara dengan Raja Kim di aula.


"kudengar ayah mengizinkan Ling untuk pergi bersama pengawal Bin?,,apa itu benar ayah?"


pangeran yuan yang sering keluar istana beberapa hari untuk menyelesaikan tugasnya baru mengetahui kalau adiknya tidak berada diistana.


"benar nak...kau pasti ingin tau alasan ayah bukan.....sebenarnya ayah sedang menguji mereka.ayah ingin lihat bagaimana adikmu bisa menerima keadaan pengawal Bin yang sebenarnya.tanpa ada vasilitas mewah dan


materi yang banyak.ayah ingin adikmu bisa belajar hidup sederhana.Dan ayah ingin lihat juga bagaimana pengawal Bin melindungi dan mengarahkan adikmu agar menjadi wanita yang lebih dewasa."


"tapi ayah apa Ling bisa memyesuaikan diri disana.dari kecil dia tak pernah keluar istana selain di paris saat ia bersekolah."


"tenanglah nak....percayakan pada mereka berdua."dengan menggenggam tangan putranya Raja Kim berusaha menyakinkannya agar tidak terlalu khawatir dengan putri Ling.


Dirumah Bin hari sudah mulai sore


Bin melihat nenek sudah terbangun dari tidurnya.nenek berusaha bangun pelan" dan bersandar pada tiang ranjangnya.


"nenek kenapa harus duduk..berbaringlah..!"


"nenek sudah merasa lebih baik nak...sepertinya ada yang sedang kau pikirkan Bin...katakan saja pada nenek...."


Bin mencoba menyembunyikan perasaannya dari nenek.


"dari kecil nenek yang sudah membesarkanmu Bin.jadi nenek tau jika kau sedang menyembunyikan sesuatu."


raut wajah bin berubah tegang dan gugup.


"sebenarnya.....ada yang ingin kusampaikan nek.....aku sudah mempunyai kekasih dan aku ingin segera menikahinya...."


Mendengar ucapan cucunya.nenek begitu bahagia.


"siapa wanita itu Bin?."


bin terdiam dan sulit untuk mengatakan yang sebenarnya.ia takut nenek tidak akan merestui hubungannya dengan seorang putri kerajaan.karena menyadari perbedaan status sosial yang ckup jauh.


"wanita itu putri Ling kan??"


Tebakan nenek membuat Bin terkejut.


"*k**enapa nenek menebak putri Ling.......?"

__ADS_1


"aku bisa tahu saat pertama kali kau membawa putri kemari,kau bukan tipe pria yang sembarangan mengenalkan wanita keanggota keluargamu.aku juga melihat tatapanmu pada nya sungguh berbeda Bin.sudahlah jangan menutupinya lagi...nenek senang kau bisa menemukan wanita sebaik putri.dia gadis yang baik,perhatian dan penyabar,apalagi dia sangat cantik."


"jadi nenek merestui hubungan kami*??"


dengan wajah berbinar Bin bertanya pada neneknya.


"*tentu nak jika kau bahagia nenek ikut bahagia juga..tapi apa putri mau menerima keadaanmu yang sederhana ini?"


"pasti nek...dia sedang meyesuaikan diri.dia sendiri yang ingin ikut denganku kesini nek...''


" bagus kalau begitu....tapi ngomong"dimana dia nak?


"sepertinya dia agak marah nek...saat tadi pagi soo jin kesini menemuiku.dia langsung memelukku didepan putri*."


nenek terseyum mendengar penjelasan cucunya.


''*oww begitu rupanya......itu wajar bin,wanita lebih lembut perasaannya.dia juga pasti sedikit terkejut dengan kehadiran soo jin.biarkan dia sendiri dulu.nanti kalau rasa marahnya hilang dia akan menemuimu lagi."


"terima kasih nek....."


Tak lama putri keluar dari kamarnya.melihat bin dan nenek yang sudah terbangun.


dengan menghiraukan Bin.putri mendekati nenek dan duduk disampingnya.


"baik aku tinggal kedapur dulu.aku akan merebuskan air untukmu mandi putri."


Bin sengaja pergi memberi kesempatan nenek untuk berbicara berdua dengan kekasihnya itu.


"aku sudah sangat baik putri.trima kasih kau sudah merawatku,,kau begitu perhatian padaku....semoga kau bisa betah disini...."


"aku senang nenek sudah berangsur pulih..merawat nenek adalah tugasku sebagau seorang dokter jadi nenek tidak perlu sungkan padaku.trima kasih nenek sudah mengizinkanku untuk tinggal disini....disini suasananya begitu damai dan tenang."


"*tapi putri disini tidak seperti diistana,banyak fasilitas mewah dan banyak pelayan melayanimu..."


"nek bagiku sama saja,,aku merasa bahagia tinggal disini dan aku sedang beradaptasi dengan lingkungan disini.''


" nenek berharap kau dan Bin bisa saling memahami dan mengerti satu sama lain...nenek juga berharap hubungan kalian semakit erat**."


perkataan nenek kali ini membuat putri tertegun dan memerah dipipinya.


"*apa maksud nenek?"

__ADS_1


"jangan menyembunyikan dariku lagi putri....aku sudah tau semuanya....aku merestui hubungan kalian....semoga kalian cepat menikah*."


Expresi wajah putri berubah menjadi canggung.seyum manis tergurat diwajah cantiknya.


Bin yang mendengar pembicaraan dua wanita yang ia sayangi itu,merasa lega dan bahagia.


"airnya sudah siap putri..kau bisa mandi sekarang,hari sebentar lagi gelap..."


Ucap bin pada putri,,putri pun berpamitan pada nenek untuk mandi.meskipun dia sudah tidak marah lagi pada bin tapi dia masih enggan berbicara.


Hari pun sudah malam.bin sudah selesai menyiapkan makan malam dimeja.nenek pun ikut makan bersama dimeja makan.


Saat hari sudah sangat gelap putri ijin untuk pergi tidur dikamarnya.


Bin hanya melihat putri berlalu.tapi nenek menyuruh bin menemani putri.


saat tiba didalam kamar bin sudah menyusul dibelakang putri.


"kau disini....untuk apa bin keluarlah...."


tanpa banyak kata bin memepet tubuh putri dinding kamarnya.


"*kau ini kenapa lama sekali marahnya....kumohon jangan seperti ini...."


"siapa yang marah...aku hanya sedang malas padamu saja...."


"benarkah.....,?baiklah ayo tidur...aku sudah lelah*...."


Bin sudah berbaring diranjang besar itu.


membuat putri kesal.


"hehhh kenapa kau tidur disini......keluarlah...aku tak ingin kau seperti semalam...."


Putri mendorong tubuh bin untuk segera bangun dari ranjangnya.tapi justru tubuhnya terjatuh dibadan bin.mereka saling terdiam beberapa saat.saling menatap dengan jarak yang dekat.putri pun dengan cepat berdiri.


"tolong jangan tidur disampingku,,aku takuttt......"


Bin menyela perkataan putri.


"baik sayang.....aku tidur diruang tengah saja...kalau kau merasa takut,panggillah aku..."

__ADS_1


akhirnya mereka tidur terpisah.melewati malam yang ckup dingin.


__ADS_2