
Hari mulai malam saatnya untuk makan malam bersama lagi seperti tadi siang.Bin masih setia menemani putri dikamar,putri sudah lebih membaik.dia sudah bisa bersandar duduk diranjangnya.
Yurin yang masih sibuk membantu nenek dan byul didapur menyiapkan hidangan dimeja makan,setelah tadi dia sempat pulang sebentar untuk mandi.
Makanan pun sudah siap dimeja berukuran besar itu.nenek mempersilahkan pangeran dan dr.Chen untuk duduk diruang mkan.
Nenek duduk bersebelahan dengan yurin yang berhadapan dengan pangeran yang ada didepannya.sedangkan byuul duduk disamping yurin,meskipun dia merasa tidak enak karena harus makan semeja dengan pangeran.tapi justru pangeran sendiri yang menyuruh byul makan bersama.sedangkan Bin masih berada dikamar bersama putri.
Mereka berlima mulai menyantap hidangan itu.nampak yurin yang merasa gugup.selama mereka makan hanyaa ada keheningan.nenek dan yurin menghormati pangeran yang sedang makan dengan sikap tenangnya.Tanpa sengaja yuriin memandangi pangeran Yuan yang begitu tampan tapi juga terlihat dingin.sampai sampai yurin hanya memainkan makanan yang ada piringnya.nenek yang mengetahui hal itu langsung menyentuh lengan yurin dengan siku tangannya.membuat yurin terkkejut.pangeran hanya memandang sekilas tingkah laku wanita yang ada dihadapannya dengan wajah datarnya.
Selesai makan ,pangeran kembali keruang tengah.dia fokus pada laptop yang dibawanya,mengerjakan beberapa tugasnya.ditemani dr chen yang sibuk dengan ponselnya.
Bin menghampiri pangeran dan dr.chen.
"maaf pangeran kalau saya menganggu,,kalau pangeran merasa bosan,pangeran bisa kebalkon belakang rumah, disana suasananya begitu nyaman."
pangeran meletakkan laptop dari pangkuannya.
"hemmm bnar aku sedikit merasa bosan,baiklah aku akan kesana,,apa kau ingin ikut denganku dr.chen?"
sambil menoleh kearah Dr.Chen ,panggeran beranjak dari duduknya.
"tidak pangeran saya disini saja....."jawab dr chen yang lebih memilih untuk tetap berada diruang tengah.
" *baik kalau begituu aku kesana dulu...taapii sebelumnya aku ingin menemui Ling dulu dikamar*."
pangeran menuju kamar.terlihat putri Ling yang masih bersandar ditepian ranjang.dia pun duduk disamping adiknya.sambil mengelus rambut panjang coklat adiknya.
"*bagaimana keadaanmu ling?"
__ADS_1
"*aku sudah merasa baikan kak.....trima kasih ya kak sudah mau datang kemari bersama dokter chen....maaf kalau aku merepotkanmu kak......"
"hemmmm kenapa kau harus meminta maaf ling,aku ini kakakmu sudah seharusnya aku menjagamu seperti janjiku pada mendiang ibu dulu.aku akan slalu menjagamu ling sampai kapanpun,meskiipun nanti kau sudah menikah**."
putri ling pun menangis dipeluukan kakaknya.Bin hanya terdiam melihat itu.
"kakak sudah merasa lega karena keadaanmu sudah membaik ling..tapi maafkan kakak karena besok harus kembali keistana dengan dr.chen.kakak tak bisa lama" meninggalkan ayah sendiri mengurus semua urusan istana dan rakyat...dr.chen juga harus mengurus rumah sakitmu bukan....aku juga tak ingin membuat ayah curiga dengan kepeergianku bersama dr.chen...kuharap kau mengerti ling...!"
"iya aku sangat paham kak.....kau begitu sibuk."
"baguss....kau sebaiknya disini dlu sampai kau benar" pulih,setelah kau sehat hubungi aku,aku akan menyiapkan hely untuk menjemputmu...."
"baik kak,trima kasih....."
Putri melepaskan pelukannya dan menatap wajah kakaknya.
sambil mengelus tangan putri,pangeran beranjak pergi kebalkon.dia mengikuti arah yang sudah ditunjuk oleh Bin.
Dilain sisi yurin yang sudah selesai membantu nenek dan byul membereskan peralatan makan tadi,juga ingin pergi ke balkon.dia tak tahu kalau pangeran sudah ada disana sendirian.
Saat sudah sampai dibalkon atas,betapa terkejutnya dia melihat ada seorang pria sedang berdiri disudut balkon sambil memejamkan matanya.dengan expresi nya yang terlihat konyol yurin terus melotot.ternyata itu pangeran Yuan...dengan cepat Yurin membalikkan badannya dan berjalan pelan pergi dari tempatnya.tapi baru selangkah dia bergerak.ada suara yang memanggilnya.
"kenapa kau pergi nona??"
ternyata pangeran sudah tahu kedatangannya.Yuurin membalikkan badannya dengan seyum yang begitu lebar memperlihatkan susunan giginya yang rapi dan putih.dia merasa salah tingkah.
mencoba berjalan maju mendekati pangeran.
"maaf pangeran saya tidak bermaksuud menganggu anda....saya pergi saja kalau anda tiidak nyaman dengan keberadaan saya"Yurin memandang kearah pangeran yang seakan terpukau dengan pemandangan didepannya.
__ADS_1
" aku tidak merasa terganggu dengan keberadaanmu......aku hanya sedikit merasa bosan..disini udaranya sangat sejuk membuatku sangat nyaman."
yurin tak menyangka pangeran berkata seperti itu.keduanya terdiam terlihat caanggung.saling melempar pandangan kearah yang berbeda.tapi Yurin merasa sanggat bahagia bisa didekat pangeran yang slama ini hanya bisa ia dengar namanya saja.jantungnya berdegup kencang.membuat dia merasa sangat gugup.
"*kalau aku boleh tau jurusan apa yang kau ambil sekarang?"
"saya mengambil jurusan kedokteran pangeran...saya iingin membantu warga disini yaang kurang mampu.agar mendapat pelayanan kesehatan yang baik*."
jawaban yurin membuat dia merasa kagum pada sosok gadis desa disampingnya.
"*berarti sama seperti ling dia juga seorang dokter....hemmm aku merasa senang dengan niat baikmu itu*"
yurin masih memandang kearah pangeran yang masih menatap kedepan.yuriin seakan terbius dengan ketampanan pangeran,apalagi saat sinar bulan mengenai wajah pangeran yang hampir sempurna itu.saat tadi pangeran memperliharkan sedikit seyumnya terlihat begitu menawan apalagi kalau dia terseyum lebar.pasti yurin bisa pingsan.....
"kenapa kau menatapku seperti itu?apa ada yang aneh nona??"
tatapan pangeran sudah tertuju pada yurin yang masih memandanginya lekat.membuat yurin begitu malu....
''maaf pangeran.....kalau saya lancang.,,saya hanya merasa pangeran tak sedingin yang saya sangka...."
pangeran hanya terseyum simpul mendengar ucapan Yurin.
"*saya dengar pangeran akan kembali keistana besok....saya hanya ingin mengucapkan trima kasih,karena anda sudah mau berkunjunng kedesa saya yang kecil ini!''
''hemmn jangan berlebihan seperti itu..walaupun awalnya aku kesini untuk menggecek keadaan adikku,tapi aku jadi bisa tau keadaan beberapa wilayah sekitar sini..aku akan berusaha memajukan wilayaah ini dengan membangun beberapa fasilitas umum disini.tlong dukungan dan doanya*."
sahut pangeran dengab wajah datarnya.
Mereka pun beberapa saat terdiam menikmati suasana malam yang indah dengan udara yan lg begitu segar.
__ADS_1
Tak lama mereka berdua memutuskan untuk kembali ke dalam rumah.mereka menuruni anak tangga bersama.