
Malam telah tiba waktunya Jamuan makan malam untuk merayakan penobatan raja yang baru.
Semua sudah mengenakan pakaian yang elegant tidak dengan pakaian tradisional lagi.
Semua anggota kekuarga kerajaan sudah duduk dimeja makan besar yang sudah banyak terhidang beraneka macam hidangan.
Hingga Kedatangan pangeran Lee mengejutkan semua orang.
Pangeran Lee dan Pangeran Yuan ckup terkenal dekat dari dulu.
"Kau datang Lee,aku sangat senang!" ucap Yuan saat sudah memeluk Lee yang sudah lama tidak datang keIstana.Lee sengaja karena ia tak ingin selalu mengingat Ling.
"Selamat ya Raja Yuan atas penobatanmu.maaf aku terlambat datang."ucap Lee dengan terkekeh.
Seketika pukulan Yuan jatuh kelengan Lee.
"Jangan memanggilku seperti itu...panggil aku Kak Yuan saja seperti dulu."ucap Yuan yang merasa canggung.
Lee pun memberi hormat pada paman Kimnya.juga mendekat kearah Bin dan Ling.
" Hallo paman Kim,Hallo Ling dan Bin lama tidak berjumpa...ku dengar kau sudah memiliki seorang putra yang tampan ya?"
Raja Kim terseyum kearah Lee.
"Duduklah nak....."
Lee langsung duduk didekat Yuan.
"Iya Lee...dia sedang tidur dikamar.aku senang kau datang lagi keistana.bagaimana kabarmu?" ucap Ling yang terseyum ramah.
Meskipun dihati Lee masih ada perasaan untuk Ling tapi ia mencoba untuk bersikap biasa didepan semua orang apalagi Bin yang menatap dirinya dengan wajah ramah.
"Kabarku baik Ling,maaf aku sering keluar negri jadi tidak bisa main kesini,Kapan kapan aku ingin melihat putramu,apa boleh?"ucap Lee tenang.
" Tentu pangeran Lee..."jawab Bin ramah.
Mereka pun memulai acara makan malam itu.mereka pun dengan kompak bersulang terlebih dahulu secara bersamaan sebelum memulai makan.
Acara makan malam berlangsung hangat diselingi obrolan ringan diantara mereka.
Setelah selesai,mereka kembali kekamar masing masing.tidak dengan Lee yang masih ingin mengobrol dengan sahabatnya Yuan.Yurin mengerti dan meninggalkan suaminya berbincang dengan sahabatnya.
Bin mengandeng tangan Ling,sebelum pergi mereka berpamitan dulu pada Yuan dan Lee.
"Kakak,Lee..aku dan Bin kembali kekamar dulu,kami tidak bisa meninggalkan Jin lama lama dikamar..!" ucap Ling sambil menatap Yuan dan Lee bergantian.
"Iya adikku istirahatlah...!ucap Yuan.
" Iya Ling,aku masih ingin disini bersama kakakmu.kau jaga selalu kesehatanmu.kapan kapan aku kesini lagi melihat putramu!"ucap Lee dengan seyum yang ia paksakan.
"Tentu Lee aku tunggu kedatanganmu lagi diistana ini.." jawab Ling dengan seyum cantiknya yang membuat Lee sulit untuk melupakannya.
Bin dan Ling pun berbalik langsung berjalan menuju kamar mereka.
Lee terseyum kecut melihat kepergian wanira yang masih berada dihatinya itu bersama pria pilihannya.Entah sampai kapan Pria tampan itu bisa melupakan Ling.
**Semoga kau selalu bahagia Ling,aku akan bahagia jika kau bahagia.semoga aku cepat bisa melupakanmu**gumam Lee dalam hatinya.
Lee melanjutkan perbincangannya dengan Yuan hingga larut malam.karena mereka sudah lama tak bertemu.
Sementara dikamar,Ling dan Bin segera berganti pakaian dan langsung merebahkan tubuh dikedua sisi putra mereka.
__ADS_1
Ling mendekap hangat putranya.sementara Bin mengusap lembut kepala putranya yang tertidur.
Bin lalu menatap tajam kearah istrinya membuat Ling merasa ngeri dengan tatapan suaminya itu.
"Sayang kenapa kau menatapku seperti ingin menerkam ku saja...!" ucap Spontan Ling yang bulu kuduknya mulai meremang.
"Memang iya...tapi aku juga sedang cemburu, sepertinya Lee masih mencintaimu.aku bisa melihat dari tatapannya padamu...!" ujar Bin dengan wajah yang terlihat sebal.
Ling terseyum mendengar ucapan suaminya.
Ling dengan cepat mencium bibir Bin kilat.
"Masih cemburu???"Sayang aku ini sudah sepenuhnnya menjadi milikmu.Apalagi kita sudah punya Jin." ucap Ling sambil mengusap lembut pipi Bin.
Seketika Bin berpindah posisi kebelakang istrinya.Ia memeluk posesiv Ling sambil menciumi tengkuk leher putih Ling dengan mesra.membuat wanita itu merasakan gairah suaminya yang mulai naik.
Ling pun segera membalikkan tubuhnya menghadap Bin.
Tanpa berlama lama Bin mendekatkan bibirnya kearah Bibir Ling yang sudah menjadi candunya.
Tapi belum sempat bibir mereka bersentuhan,Jin menangis keras.
Seketika mereka berdua saling bertatapan.
"Sepertinya putra ku sedang cemburu dengan ku ..!ujar Bin dengan wajah yang sudah cemberut karena aksinya gagal.
" Sabar sayang....sebentar ya,biar Jin tertidur lagi..."ucap Ling menenangkan Bin lalu berbalik mendekap tubuh putranya.
Tak lama Jin tertiidur lagi.Ling pun segera berbalik kearah suaminya yang sudah memunggunginya.
"Sayang..kau mau lanjut tidak??" goda Ling didekat telinga Bin.Ia merasa kasihan pada suaminya itu karena sudah lama mereka tidak melakukan itu.
Mendengar godaan Ling,Bin langsung bangun dan meniindih tubuh Ling yang semakin berisi.
Tangan Bin juga sudah membuka semua pakaian Ling.
Bin melepas pagutannya karena nafas mereka sudah terengah engah.
Seketika Bin terpana dengan aset gunung kembar Ling yang semakin besar dan berisi
Bin beberapa saat melihat kearea intim itu membuat Ling merasa malu.
"Sayang jangan memandangi itu terus...." ucap Ling dengan suara paraunya.
"Kenapa?malu.....?Tapi aku suka sayang....itu bagian vaforitku..." ucap Bin sambil terseyum simpul.
Mereka kini sudah benar benar polos,Tanpa berlama lama Bin langsung menerkam habis bagian yang ia senangi itu.
Ling seketika mengerang kuat.kedua matanya terpejam.
Bin yang seakan belum puas trus melakukan itu sambil melancarkan senjatanya masuk kearea sensitif istrinya.
Ling semakin kelonjatan menahan gairah yang mulai memuncak.
Ling mencengkeram kuat punggung Bin hingga meninggalkan bekas.
Bin juga sudah memberikan tanda kepemilikan begitu banyak dileher dan dada Ling.
Ling benar benar kewalahan melayani suaminya yang hasratnya tak pernah habis jika berhubungan dengannya.
Hingga lewat tengah malam mereka baru selesai.Bin langsung menjatuhkan kepalanya didada Ling.nafas mereka hampir habis.dengan jelas Bin bisa mendengar detak jantung Ling yang begitu kencang.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Bin menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua.
Bin memeluk tubuh Ling dari depan.menatap wajah cantik istrinya yang sudah berkeringat.
Pandangan mereka beradu.
"Sayang katakan jujur padaku,Apa kau bahagia menikah dengan pria biasa sepertiku?"tanya Bin yang masih menatap dalam kearah Bin.
"Apa kau masih ragu,Aku sangat sangat bahagia sayang...."
Bin terseyum sambil mencium kilat bibir Ling.
"Terima kasih kau telah melahirkan putraku yang tampan...terima kasih sudah menerima segala kekuranganku.."
"Iya suamiku yang tampan dan sexi...aku juga sangat bersyukur kau mau menerima kekuranganku dan menjadi suami yang baik untukku..!!"
"Apa aku benar benar terlihat sexi sayang dimatamu?" tanya Bin sambil menaikkan kedua alisnya.
"Tentu,kau sangat Sexi.kau tahu apa yang aku rindukan denganmu??yaitu dadamu yang bidang ini,aku merasa candu saat menyelungsup berada dalam pelukan dadamu yang hangat ini...aku menyukainya sayang..!ucap Ling dengan suara paraunya dan jari jarinya yang meraba raba dada Bin.
Bin yang mendapat sentuhan sentuhan itu seketika libidonya naik lagi.
" Sayang kita buat adik untuk Jin sekarang...!!"
"Apa....sayang Kau jangan nakal ah....aku capekkkk,Kau ini membuatku benar benar kewalahan.apa yang tadi belum cukup???" tanya Ling yang wajahnya sudah cemberut.
"Iya maaf,aku memang terus ketagihan jika bersamamu sayang....tapi besok lagi ya sayang yang lebih lama dari ini...!"pinta Bin dengan nada pelan.ia sudah terbiasa meminta jatahnya lagi dan lagi.
" Iya sayang,,aku akan berusaha memenuhi tanggung jawabku sebagai istri dengan baik untuk membahagiakanmu...!!"
"yasudah tidurlah......Dan mulai sekarang aku akan lebih berusaha lagi menjadi suami dan ayah yang baik.Aku akan menjaga keluarga kecil kita ini." ucap Bin Sambil memeluk erat tubuh Ling yang masih polos.Ling pun juga membalas pelukan Bin.
"Aku sangatt mencintaimu sayang,suamiku yang tampan dan gagah ini...''Ucap Ling sambil mengusap lembut pipi.Bin.
" Aku juga sangat mencintaimu istriku yang sangat cantik dan baik hati..kita akan menua bersama ya Sayang......."ujar Bin lalu mencium kening Ling cukup lama.
Ling pun memejamkan matanya sambil wajahnya berada didekapan dada Bin yang selalu menjadi candunya.
Jin tidur tenang seakan tahu kebahagian yang dirasakan kedua orang tuanya.
Bin terseyum memandangi istri dan putranya yang sudah tertidur tenang.
Ia benar benar merasa beruntung hidupnya benar benar sudah lengkap dan bahagia.
Bin janji pada dirinya sendiri akan selalu melindungi keluarga kecilnya dengan sekuat tenaganya.Juga menjadi jendral yang lebih tangguh lagi diIstana.
Ia pun kelamaan juga ikut hanyut kealam bawah sadar yang indah.
**The End......
@@Terima kasih ya yang sudah setia membaca novel pertamaku,maaf jika ada kekurangan..Kebahagiaan tersendiri buatku jika karyaku dibaca dan menjadi hiburan untuk banyak orang.terus Like dan komen ya...
Jangan Lupa baca juga novel kedua ku yang udah End juga.
@Bukan Om tapi kekasihku@
Juga novel ketiga dan keempatku yang baru Up.
@Terpesona Duda Keren@
@Cintamu seperti Mimpi@
__ADS_1
Terima kasih sekali lagi dan sampai jumpa dikaryaku selanjutnya...Bye**........