Hati Putri Dan Sang Pengawal

Hati Putri Dan Sang Pengawal
Belas kasih


__ADS_3

Seminggu setelah penangkapan Baemin,Kini Kondisi Ling sudah membaik.Ia juga sudah diperbolehkan kembali keIstana.Ia pun juga sudah diperbolehkan menggendong putranya.Meskipun hanya sebentar karena berat badan bayinya yang blum memenuhi standart normal.jadi Ling untuk sementara harus bolak balik keRumah sakit untuk menemui putranya.


Ling juga sudah mengetahui tentang Baemin yang sudah ditahan.


Kabar tentang penangkapan Baemin sudah menyebar luas dimasayarakat.Kabar itu akhirnya juga sampai ketelinga tabib Tang,Ayah Baemin.Ia benar benar terkejut dan terpukul dengan kabar itu.Ia benar benar tak menyangka putri kecilnya bisa menjadi orang jahat.


Setelah mendengar kabar itu,Tabib Tang segera berangkat keIstana.ia ingin meminta ampun pada Raja Kim atas kejahatan putrinya.


Diistana ..saat makan malam semua berkumpul menyambut kepulangan Ling dan merayakan kesembuhan Ling.


Disaat mereka sudah selesai makan,Kepala pengawal Kyun menghadap pada Raja.


Ia mengatakan bahwa baru saja Tabib Tang tiba dan ingin menemuinya.


Sontak membuat semua orang terkejut.


Setelah menyuruh pengawal Kyun untuk mengantar tabib Tang diAula istana Raja kim segeta pergi kesana diikuti oleh semua anggota keluarga Istana.


Ling yang masih lemah juga ingin menemui tabib Tang dengan pelan Bin memapah tubuh istrinya menuju Aula Istana.


Raja Kim sudah duduk dikursi kebesarannya,Tabib Tang yang melihat raja dari jauh sudah menunduk dan langsung bersujud didepan Raja.


Sontak semua terkejut dengan sikap Tabib Tang dan hanya bisa diam.


"Maaf kan atas kelancangan saya datang kesini Yang Mulia,Saya datang untuk meminta ampun atas kejahatan yang sudah putri saya lakukan pada putri Ling,hamba mohon Yang Mulia.Baemin masih terlalu muda untuk mendapatkan hukuman yang berat...!!" ucap Tabib Tang dengan air mata yang sudah membahasahi pipinya.

__ADS_1


"Bangunlah Tabih Tang......Aku masih menghargaimu.Soal hukuman untuk putrimu itu akan diputuskan dua hari lagi oleh pengadilan Istana.Aku mengingat kebaikanmu dulu saat menolong menantuku tabib Tang,aku bisa mempertimbangkannya dulu dengan para Hakim Istana. Meskipun pada akhirnya aku sendiri yang akan menentukan hukuman untuk putrimu tapi aku harus berdiskusi dulu karena aku tak bisa menghiraukan begitu saja kejahatan berencana yang dibuat oleh putrimu.Jika aku bersikap tidak adil maka masyarakat akan menilaku sebagai raja yang tidak bijaksana.Dan itu akan berpengaruh buruk untuk rakyatku." tegas Raja Kim yang menjelaskan dengan panjang lebar.


Tabib Tang hanya bisa diam,dia benar benar sudah putus asa.Ia hanya bisa berharap semoga Raja Kim bisa memberikan sedikit kebaikannya untuk meringankan hukuman putrinya.


"Ayah apa boleh aku berbicara?" ucap Ling pelan kearah Raja Kim.


"Tentu nak katakan..!"


"Aku adalah korbannya Ayah,tapi aku menggingat hutang budiku pada Tabib Tang dulu saat menyelamatkan suamiku,kalau bukan karena Tabib Tang mungkin Bin tidak bersamaku sekarang.Jadi aku mohon pada Ayah untuk bisa meringankan hukuman nona Baemin.aku tahu dia sudah sangat jahat padaku tapi aku tahu apa alasannya melakukan itu.aku juga masih mengingat hutang budiku ayah.jadi aku mohon ayah mempertimbangkan perkataanku ini.''ucap Ling yang sontak membuat semua orang menjadi terkejut.Apalagi Bin,Ia tak menyangka istrinya bisa berkata seperti itu.


" Apa yang kau katakan Ling,Dia hampir membunuhmu dan putramu,kenapa kau masih ingin mengampuninya?"ucap Yuan yang merasa bingung dengan sikap adiknya.


"Memang benar kak dia hampir membuatku dan putraku celaka,tapi aku sudah memaafkannya.Aku masih merasa berhutang budi padanya.Yang kuharap sekarang nona Baemin bisa berubah menjadi gadis yang baik lagi.apalagi tabib Tang hanya memiliki putrinya.aku tak ingin membuat Tabib Tang hidup sendiri." Ujar Ling menatap kearah Yuan.


Seketika Tabib Tang Bangun dan bersujud dikaki Ling.


" Terima kasih atas kebaikan putri.Saya tidak bisa membalasnya..!"


"Bangunlah tabib Tang...jangan seperti itu.bukankah kita sebagai manusia harus bisa saling memaafkan..!" ujar Ling yang langsung menunduk membangunkan Tabib Tang untuk berdiri.


"Baiklah kalau begitu,menginaplah disini sampai hari keputusan hukuman putrimu dibacakan tabib Tang..!"


"Terima kasih Yang mulia..." ucap Tabib Tang sambil menundukkan kepalanya.


Mereka semua pun kembali kekamar masing masing.

__ADS_1


Bin yang melihat Ling masih lemah langsung menggendongnya menuju kamar.Setelah sampai dikamar mereka.Bin langsung merebahkan tubuh Ling diatas ranjang.


Bin juga ikut merebahkan tubuhnya disamping istri tercintanya.


Bin memandang lekat kearah wanita yang sangat ia cintai itu cukup lama membuat Ling merasa risi.


"Jangan menatapku seperti itu terus sayang...!!" ucap Ling yang sudah mengusap lembut pipi Bin.


"Aku tak menyangka Istriku ini berhati malaikat...aku benar benar kagum padamu sayang.Ternyata aku sudah memilih wanita yang benar benar sempurna untuk menjadi istriku...!" ucap Bin lalu mencium kening Ling dengan lembut.


"Aku hanya wanita biasa sayang.aku hanya ingin bahagia tanpa ada rasa bersalah dihidupku.kau paham bukan maksudku sayang..,?" ucap Ling yang menatap Bin lekat.


Bin memeluk tubuh Ling dengan erat.memberikan rasa tenang dan keyamanan untuk istrinya.


"Aku semakin mencintaimu sayang....?"


"Aku juga sangat mencintaimu Bin.."


Bin pun memberi ciuman hangat dibibir Ling dan mendekap tubuh istrinya semakin kuat.


"Tidurlah sayang...kau harus cepat pulih kembali demi putra kita..''


Ling pun hanya mengangguk dan perlahan memejamkan matanya.Ling sangat tenang berada dipelukan suami tercintanya.


Bin pun ikut memejamkan matanya sambil. terus memeluk Ling dengan begitu erat.

__ADS_1


__ADS_2