
Bin berjalan kearah ruang kerja kakak iparnya pangeran Yuan.sudah ada rencana untuk keduanya pergi keluar istana untuk meninjau sebuah lokasi yang akan dibangun sebuah proyek baru istana.
Terlihat pangeran juga sudah siap,mereka pun langsung berjalan bersama menuju halaman luar istana tempat terparkirnya mobil yang akan mereka tumpangi.
Bin dan Yuan berada disatu mobil dan ada dua mobil pengawal dibelakang mereka.
Didalam mobil pangeran berusaha membuka percakapan.dilihatnya Bin yang duduk disebelahnya sedang melamun.wajahnya terlihat menyimpan resah.
"ada apa bin....sepertinya ada yang sedang kau pikirkan?bagaimana keadaan ling?"
Pertanyaan pangeran ini membuat lamunan bin buyar.
"keadaan ling baik kak,hanya saja ling merasa sedikit tertekan dengan sikap gadis itu,,aku takut mempengaruhi keadaan kandungannya.
Pangeran terseyum simpul kearah Bin.sebenarnya pangeran sudah tau masalah yang sedang dihadapi bin dan ling,juga tentang Baemin.karena yurin sudah memberi tahunya.
"jangan terlalu mengkhawatirkan ling,,apa kau lupa ling kan seorang dokter,pasti dia lebih paham dengan keadaan tubuhnya sendiri...lalu sekarang langkah apa yang akan kau ambil bin?"
"aku akan menemui gadis itu kak,,aku.akan mengingatkannya lebih tegas."
"aku dukung setiap keputusanmu bin...yang pnting itu untuk.kebahagiaan ling." ucap pangeran sambil menepuk bahu bin.
Tak terasa perjalanan mereka sudah sampai dilokasi.mereka lantas turun untuk menemui beberapa orang yang sudah menunggu mereka.
Dua jam tak terasa mereka keluar istana.saat semua sudah selesai Bin dan Yuan segera kembali keistana.sesampainya diistana Bin langsung bergegas menemui Bae min diRumah sakit.
Saat Bin sampai diloby rumah sakit ia bertemu dengan Dr.Chen.
"selamat siang dokter!.."Bin berhenti berjalan saat Dr.chen sudah didepannya.
" selamat pagi juga Tuan Bin.....ada perlu apa anda kesini...bukannya putri tidak datang keRumah sakit??"
"karena kejadian kemarin saya harus menemui gadis itu...dimana dia dokter?"
"benar tuan,sebaiknya anda lebih tegas pada nona Baemin.biasanya jam seperti ini para perawat ada diruang jaga dilantai satu.anda bisa mencarinya disana."
"baik Dr.chen saya kesana dulu.trima kasih." bin menundukkan sedikit kepalanya sebelum melangkah masuk keRumah sakit istana itu.
Bin berjalan dilantai satu melewati tempat resepsionis dan menuju keruang jaga perawat yang sudah dr.chen beritahu.
Dari jauh Bin sudah melihat baemin sedang duduk berbincang dengan beberapa perawat.
Bin langsung menghampiri mereka.
"selamat siang...nona Baemin apa saya bisa berbicara dengan anda sebentar??"
Baemin terkejut melihat bin sudah ada didekatnya.dia senang bisa melihat pria yang disukainya itu,sementara perawat yang lain juga ikut terkejut melihat siapa pria yang ada dihadapan mereka,membuat mereka gugup karena siapa yang tidak terpikat dengan pesona seorang mantan Kepala Pengawal istana yang begitu tampan dan berwibawa seperti Bin.mereka pun menunduk memberi hormat.
"tentu Tuan Bin...mari kita bicara disana!", jawab Baemin dengan percaya diri sambil berjalan kehalaman belakang rumah sakit.Bin berjalan mengekori.gadis itu pelan.sementara perawat yang lain hanya bisa berbisik dan menduga duga.mereka merasa heran kenapa seorang seperti Bin mencari temannya itu.
" silahkan tuan...anda bisa berbicara disini"ucap baemin setelah mereka sampai ditempat yang lumayan sepi dari hiruk pikuk rumah sakit.
"langsung saja nona.....aku hanya ingin memintamu untuk tidak mengganggu rumah tanggaku...aku mohon padamu nona...."
Terlihat seyum licik diwajah baemin.
"kau kesini mencariku hanya untuk bilang itu tuan.....apa istrimu itu mengadu padamu...?"
__ADS_1
Dengan nada berani dan memandang tajam kearah bin,baemin menjawan ucapan bin.
"Ling tidak pernah memberi tahu apapun padaku,,tapi aku dengan mudah tahu apa yang terjadi dengan kalian tempo hari.jadi sekali lagi aku mohon padamu untuk tidak menganggu kehidupan kami...aku sangat mengkhawatirkan keadaan istriku."
Baemin masih menatap Bin.sekarang dengan mata nanarnya yg hampir menangis.
"kenapa kau tidak pernah sedikitpun memikirkan perasaanku tuan...?bahkan aku rela menyerahkan jiwa raga ku untukmu tuan.apa lebihnya dia ??haaaaa"sambil berteriak baemin menggenggam tangan Bin.
Dengan cepat bin melepaskan genggaman Baemin.
" maafkan aku nona...aku tidak bisa membalas perasaanmu dan aku hanya menganggapmu sebagai adik.aku harap kau bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik dariku.jadilah gadis yang baik.baiklah aku pergi dulu ini terakhir kalinya aku berbicara padamu..tlong pikirkan ucapanku...semoga kau bisa berbesar hati nona"
Bin melangkah meninggalkan baemin yang masih diam terpaku ditempatnya dengan air mata yang sudah deras mengalir dari matanya.
''bagaimana kalau aku tidak bisa tuan...bagaimana kalau aku tidak menyerah?
Bin menghentikan langkahnya lalu berbalik menoleh kearah baemin dengan sotot mata yang begitu dingin membuat baemin semakin tertegun.
"maka aku akan membuatmu menyesal nona..."
Ucapan Bin itu seperti satu pukulan yang menghantam keras dada baemin,begitu terasa sakit..membuat baemin mengepalkan kedua tangannya sambil melihat punggung bin semakin menjauh.
**aku tidak akan menyerah tuan....jika aku tidak bisa bersamamu maka wanita itupun juga tidak bisa**gumam baemin dalam hati.
Bin segera keluar dari rumah sakit menuju istana.dia ingin segera menemui Yurin sepupunya.
Terlihat yurin sedang berada di perpustakaan istana dia tidak memperhatikan kedatangan bin karena sedang fokus membaca buku.
"yurin..apa aku menganggumu ?" ucap bin yang sudah duduk didepan yurin.
"bin.....kau disini....katakan ada apa...kau tidak menggangguku...." sambil menutup buku yang ada ditangannya yurin terseyum kearah bin.
Dengan wajah yang resah bin mengutarakan masalahnya.
"bagus bin...lalu apa jawaban gadis itu?"
Bin menarik nafasnya dalam.
"sepertinya dia tidak menyerah yurin..."
"benar" gadis yang keras kepala....dia masih muda belum bisa mengendalikan emosinya."
"tapi yurin aku talut dia bisa berbuat nekad."
Beberapa saat mereka terdiam.
"begini saja bin.sebaiknya kau melarang ling kerumah sakit lagi.apalagi sebulan lagi ling akan melahirkan...dia juga harus banyak istirahat kan.setelah melahirkan kau bisa mengijinkannya kembali bekerja diistana.bagaimana??"
"itu saran yang bagus...yasudah aku kembali dulu,lagi pula ini sudah jam makan siang,aku akan bersama istriku....trima kasih yurin.
" sama-sama bin....."yurin terseyum simpul memamdang kearah sepupunya yang sudah menghilang dibalik pintu.
Dikamar ling sedang berbaring disofa sambil mengusap lembut perutnya.
Bin masuk dan langsung mengecup singkat kening ling.
''kau sudah pulang sayang?"
"iya urusanku dengan kakak sudah selesai...ayo kita makan siang diluar.,kau ingin makan apa??"
"tumben mengajakku makan diluar......hemmm aku ingin makan direstoran ramen boleh?"
__ADS_1
"tentu...ayo....."
Bin menarik tangan ling dan membantu ling berdiri.mereka berjalan kehalaman luar istana.mereka langsung masuk kesebuah mobil BMW hitam yang sudah terparkir.
Dengan cepat bin melajukan mobil itu menuju sebuah restoran mewah didekat istana.Bin langsung membuka pintu ling,menuntunnya berjalan sampai kesudut ruang restoran itu.
Semua pelayan dan manager restoran memberi hormat saat kedatangan mereka. seisi restoran itu tau siapa pasangan yg datang siang itu.Tak lama seorang pria paruh baya yang merupakan manager mendekati bin dan ling yamg baru saja duduk.
"selamat datang Tuan bin dan putri Ling direstoran kami...silahkan memilih menunya..." ucap pria itu sambil memberi daftar menu pada bin.
"selamat siang Mananger chao..siang ini istriku ingin makan ramen spesial tapi jangan terlalu pedas.bawakan dua porsi untuk kami."
"baik tuan.segera pesanan anda dibuat...saya permisi dulu..."
saat pria itu sudah pergi,ling mulai menatap suaminya dengan heran.membuat bin tidak nyaman.
"jangan memandangku seperti itu sayang..."
"cepat katakan sayang...ada apa???aku tahu kau ingin menyampaikan sesuatu kan...karena tidak biasanya kau mengajakku makan siang diluar seperti ini....." Ling yang sudah hafak betul dengan sifat bin langsung bertanya tanpa basa basi .
Dengan ragu bin berusaha menyampaikan keinginnya.
"sayang ....hemmmm mulai besok kau tidak boleh keRumah sakit lagi ya.....sebulan lagikan kau kan akan melahirkan...jadi istirahatlah saja..setelah melahirkan kau bisa bekerja lagi dirumah sakit.
"apa???kenapa kau tiba" melarangku sayang....kau kan tahu aku sangat mencintai pekerjaanku...."
"ayolah sayang kumohon....aku hanya khawatir padamu...itu saja....dan aku tidak ingin ada penolakan...titik...."
"tapi sayang........"
"apa tidak ingin menuruti perkataan suamimu??"
Ling merasa terpojok dengan permintaan Bin.selama ini suaminya tidak pernah meminta apapun darinya.tapi sekarang bin meminta satu hal yang ckup sulit untuk Ling penuhi.
Ling terdiam untuk beberapa saat sambil menatap wajah bin yang terlihat begitu memohon padanya.
"baik aku tidak akan kerumah sakit,tapi ada satu syarat....!!
" syarat???,apa sayang???"
"besok ijikan aku sehari saja kerumah sakit.aku ingin menyelesaikan tugas" ku dulu dan menyerahkan semua tanggung jawabku pada dr.chen selama aku cuti..bolehkan?"
walau dengan berat hati bin mengangguk menyetujui syarat dari istrinya ini.
"oke hanya sehari...dan itu hanya sampai jam makan siang."
Ling mengerucutkan bibirnya kedepan...
"iya iya....dasar suami protektif......"
Bin terseyum lebar melihat expresi wajah ling yang terlihat imut.
"kau terlihat menggemaskan sayang......" sambil mencubit pipi ling.
Tak lama pesanan mereka datang.tanpa pikir panjang ling yang cemberut langsung menyantap ramen itu dengan cepat.
Bin hanya menelan saliva nya saat melihat nafsu makan istrinya yang begitu besar.
"sayang pelan pelan oke....kau bisa tersedak...kalau kau kurang kau bisa ambil punyaku ini...."
Ling hanya menyengir kearah bin.setelah selesai makan ,mereka berdua menikmati suasana restoran yang ckup tenang untuk beberapa saat.sampai akhirnya mereka kembali keistana dengan perut yang sudah terisi .
__ADS_1
Bin merasa lega ling mau mendengarkan dan mematuhi perintahnya.