Hati Putri Dan Sang Pengawal

Hati Putri Dan Sang Pengawal
Niat Buruk


__ADS_3

Maaf ya kalau nunggu lama....maksih buat yang udah nunggu.kali ini author mau bkin ceritanya sedikit bikin emosi ya..biar ada gregetnya gitu...hehehe


 


**Hari berlalu dengan cepat**.


 


Sudah seminggu putri tinggal dirumah Bin.dia merasa senang bisa tinggal dirumah itu.keadanaan nenek juga sudah pulih,karena putri merawatnya dengan sangat baik.


Sore hari Bin terlihat memasak didapur.putri yang selesai mandi menghampiri Bin di dapur.


"aku ingin membantumu,,bolehkan?"


Bin menoleh kearah putri dengan seyum maniznya.


"tentu sayang,,kesinilah....apa kau bisa mengupas bawang ini?" Bin memberi putri beberapa buah bawang.


"apa kau mengejekku?tentu aku bisa......tapi kumohon jangan panggil aku seperti itu disini aku tidak enek kalau nenek mendengarnya"


pinta putri pada Bin yang sibuk meracik bumbu.


"baik......kalau itu maumu...."


Keduanya pun melanjutkan kegitan memasak itu dengan diselingi candaan.terkadang bin mengejek putri hinggak putri sering mencubit pingganggya.


nenek yang melihat itu hanya terseyum sambil menggelengkan kepala.tak mau mengganggu kedua anak muda yang sedang kasmaran itu.


Ternyata di depan pintu menuju dapur ada soojin yang entah dari kapan berdiri disitu.Dengan sorot mata yang tajam memandangi bin dan putri yang terlihat begitu dekat.wajah kesal dan marahnya begitu nampak sampai kedua tangannya mengepal kuat.tak bisa dipungkiri kali ini dia sangat cemburu melihat kedekatan Bin dengan putri.

__ADS_1


"tak bisa kubiarkan lagi,wanita itu ada didekat Bin ku.akan kubuat mereka menjauh..!"


Gumam soojin dalam hatinya dengan seyum licik terlihat diwajahnya.


Soojin pun mulai berakting mendekati Bin tanpa memperdulikan keberadaan putri disanpingnya.tiba tiba dia merangkul lengan Bin.membuat kedua orang yang sedang asyik memasak terkejut dengan kedatangannya.


"Kau sedang memasak Bin,,,?aku bantu ya...!"


pinta soojin dengan bergelayut manja dilengan Bin.sontak membuat putri merasa tidak nyaman dengan pemandangan itu.sedikit kesal memang.tapi putri berusaha bersikap tenang didepan soojin.karena dia percaya Bin tak akan mudah untuk tergoda dengan wanita itu.


Bin berusaha melepaskan lilitan tangan soojin dilengannya dengan halus.


"kau datang soojin.....kau tidak usah membantuku..sebentar lagi ini sudah matang,,apa kau ingin makan malam bersama kami?kau tunggu saja disana bersama nenek."


bin terpaksa menawari soojin makan malam dirumahnya..putri hanya bisa melihat itu dengan wajah datarnya.


Soojin pun mengangguk dan berjalan menuju ruang tengah menunggu bersama nenek.


Putri ijin sebentar untuk kekamar mandi sebelum makan.saat selesai dari kamar mandi putri terkejut melihat soojin sudah duduk berada dekat dengan Bin.putri pun duduk berhadapan dengan Bin dan soojin.


Mereka pun mulai menyantap makanan yang ada dimeja itu.putri hanya terdiam.


sedangkan soojim berusaha membuat putri cemburu.sesekali soojin menyuapi bin dan duduk menempel pada Bin.Bin pun tak bisa berbuat banyak.hanya bisa menolak secara halus tapi itu tak membuat soojin menjauhi Bin.putri sangat cemburu melihat pemandangan itu didepan matanya.***** yang mengetahui itu pun langsung menggenggam tangan putri sambil terseyum.nenek tahu kalau saat ini perasaan putri sedang kesal.selesai makan soojin pun membantu bin membereskan meja makan dan membawa piring kotor ke dapur.seakan tidak memberi kesempatan putri untuk berada dekat dengan bin.putri hanya bisa terdiam dan mengalah...


pyarrrrrrr.....terdengar suara piring jatuh....


Ternyata dengan sengaja soojin menjatuhkan piring kelantai dapur.melukai kakinya sendiri demi mendapat perhatian dari bin...


"kakimu berdarah soojin....biar putri yang mengecek keadaan kakiku dia kan seorang dokter" ujar Bin pada soojin.

__ADS_1


putri pun mengecek keadaan luka Soojin dan memberinya obat.


"lukamu lamayan dalam soojin,tapi ini sudah kuperban dan kuobati.jangan terkena air dulu.lain kali kau harus lebih berhati hati."


kata putri setelah selesai mengobati luka dikaki soojin.


"iya,trima kasih putri....oh ya hari sudah petang,aku akan pulang dulu..."


soojin berusaha berdiri dari kursinya tapi dengan sengaja dia menjatuhkan tubuhmya dilantai membuat bin refrex menolongnya.Bin ikut tersungkur kelantai setelah sojiin menarik tangannya ke bawah.


Hal ini membuat putri tertegun.soojin dan Bin saling bertatapan beberapa saat,hingga bin tersadar kalau ada putri yang sedang mengamatinya.Bin mencoba membangunkan tubuh soojin untuk bisa berdiri.


"Bin apa kau bisa mengantarku pulang...?"


permintaan soojin ini membuat bin bingung.ia tak ingin membuat putri cemburu,tapi dia juga berat untuk menolaknya mengingat keadaan kaki soojin seperti itu.


Soojin berpura pura kalau kakinya sangat sakit.membuat Bin semakin tak tega.Bin hanya bisa melihat putri yang masih menunjukkan expresi muka yang datar.


Bin pun merangkul tangan soojin dan memapahnya berjalan pulang.


Dengan seyum licik disudut bibirnya soojin menoleh kearah putri.seakan dia ingin melihat kekesalan diwajah cantik putri.malam ini dia merasa puas membuat putri cemburu padanya.mereka berdua pun berlalu sementara putri masih terdiam berdiri diposisinya.nenek pun mendekati putri.mengetahui suasana hati putri yang sedang buruk nenek mencoba menghibur putri.


"*tenanglah nak...percayalah pada Bin....


kau tau nak soojin itu teman Bin dari kecil,mereka tumbuh bersama,tapi Bin menganggap soojin seperti adiknya sendiri...'"


"*tapi nek kulihat soojin mempunyai perasaan lebih pada Bin*..."


nenek terseyum mendengar ucapan putri.

__ADS_1


"apa kau cemburu nak,,,aku sudah bilang kan percayalah pada Bin*..."


nenek berkata sambil memegang tangan putri.tak lama putri masuk kekamarnya tanpa menunggu Bin pulang.Dia mencoba mempercayai Bin dan mencoba menghilangkan kekhawatiran dihatinya.putri pun terlelap diranjangnya.


__ADS_2