
Beberapa hari ini putri masih memikirkan kaka kata Yurin.enggan dulu untuk bertanya langsung pada Bin.ling ingin mencari tau kebenarannya dulu.
Hari sudah malam setelah makan malam selesai Bin meminta ijin keluar sebentar pada Ling untuk menemui kepala pengawal untuk membicarakan suatu hal.
"sayang aku keluar sebentar ya.,,aku ingin menemui kepala pengawal dulu..." ucap bin sambil mencium kening Ling.
"*iya pergilah....tapi jangan lama" ya sayang. aku ingin tidur dengan kau peluk..."
"siapp istriku yang manja*...." bin langsung keluar kamar dan berjalan menemui kepala pengawal diruang Cctv.
setelah berbincang lumayan lama Bin segera kembali kekamarnya,dia tak ingin membuat Ling lama menunggu.kehamilan ling yang sudah menginjak 8 bulan membuat bin ingin selalu didekat ling sebagai suami siaga.
Bin berjalan mekewati koridor istana,saat itu suasana sudah sepi karena sudah pukul 10 malam.hanya ada beberapa pengawal yang berkeliling mengecek keamanan istana.
Tak disangka Baemin sudah menunggu Bin lewat.dari jauh baemin terseyum licik dan langsung mendekati Bin.Sedangkan bin merasa terkejut tiba tiba gadis itu ada didekatnya.Bin mencoba menghindarinya tapi baemin menghadang langkahnya.
"apa saya bisa bicara sebentar dengan anda tuan??pinta baemin dengan muka sendunya.
Bin tak bisa menolaknya,dia terpaksa memenuhi keinginan gadis yang sudah menyelamatkan nyawanya itu.
mereka berdiri disamping halaman istana.
" baik nona,tapi hanya sebentar saja..."wajah Bin masih datar tanpa melihat kearah baemin.
"tuan......aku ingin mengatakan sesuatu pada tuan...hemmmmm apa selama ini tuan tidak menyadari perasaan saya kepada tuan....saya menyukai tuan saat tuan koma waktu itu...." ucap baemin dengan lugas sambil menatap wajah bin dalam.
Bin benar"tak menyangka baemin yang ia anggap gadis kecil berani mengutarakan perasaannya secara langsung padanya.
wajah bin menjadi pucat kan kaku.matanya menatap kearah baemin yang sudah semakin dekat dengannya.
"*nona Baemin....apa yang kau katakan...kau sudah kuanggap sebagai adikku.kau tau aku memang berhutang budi padamu tapi maaf aku tak bisa membalas perasaanmu,,aku sudah memiliki istri yang sangat aku cintai...kau bisa mendapatkan pria yang lebih dariku.."
"kenapa sedikitpun kau tak pernah melihatku......aku bahkan rela menjadi simpananmu tuan..."
__ADS_1
"hentikan ucapanmu nona...kau sudah kelewatan.....maaf aku harus pergi*...." bin berusaha mengalihkan pandangannya pada baemin.
"tapi aku sungguh tersiska dengan perasaan ini tuan....aku tak bisa melupakanmu....ini.membuatku gila....." ucap baemin dengan nada tinggi saat melihat bin berjalan melewatinya.
"lupakan perasaanmu itu nona...."
bin segera melangkah pergi dari baemin,dengan cepat baemin menarik tangan bin,lalu degan beraninya ia mencium bibir bin.Bin yang terkejut hanya terdiam,matanya membulat.
setelah benerapa detik bin sadar dengan kelakuan nakal baemin dia langsung mendorong tubuh baemin dan mengusap bibirnya.
"apa kau sudah tak waras nona.....maaf jika aku sudah membuatmu terluka...tapi yang tadi itu tidaklah pantas dilakukan untuk gadis sepertimu...."
mendengar ucapan bin,baemin hanya terseyum kecut sambil melihat bin pergi berlalu meninggalkannya.
Sementara disisi lain ling yang sedari tadi membaca buku dikamar merasa bosan menunggu suaminya.akhirnya dia keluar kamar dan mencari keberadaan bin.
Saat ada diujung koridor putri Ling melihat semua yang terjadi antara Bin dan baemin.matanya tak bisa berkedip.lidahnya kelu dan kakinya lemas.sungguh apa yang dilihatnya ini membuat dia merasa tak percaya....Baemin yang ia anggap polos itu sudah sangat berani menggoda suaminya.Ling pun menangis sambil berjalan cepat kembali kekamarnya.saat itu ling berpapasan dengan kakaknya pangeran Yuan dan Yurin yang sedang santai berjalan menikmati udara malam.
Ling hanya berlalu sambil mengusap air matanya.tanpa menghiraukan yuan dan yurin.membuat keduanya merasa heran dan khawatir.
"*yurin apa yang terjadi dengan ling...."
dari kejauhan terlihat bin yang berjalan cepat.lalu menghampiri keduanya.
"dari mana kau. bin..kenapa tadi ling berjalan sendiri tidak menunggumu.....dia sepertinya menangis,,apa yang terkadi??
ucap pangeran yuan dengan hati penasara nya.
Bin tertegun mendengar pertanyaan dari kakak iparnya itu.dia baru sadar teryata ling melihat semua kejadian tadi.bin benar" bingung harus bagaimana.
"*apaa???jadi ling tadi lewat sini....?
" iya....ayo bin katakan apa yang sebenarnya terjadi*?ucap yurin pelan.
sebenarnya bin merasa tidak enak menceritakan pada kedua orang yang ada didepannya ini.
"*yurin apa ling mungkin tadi melihatku sedang bersama Baemin?aku bingung...tadi baemin begitu nekat.....ini tidak seperti yang ling lihat..."
__ADS_1
"hemmmm jadi ini karena wanita ular itu.....yasudah cepat kau temui ling...luruskan semua kesalah pahaman ini....tanpa kau bercerita pun aku sudah tau yang sebenarnya*...." perintah yurin pada bin yang terlihat dengan muka gugupnya.
Bin segera pergi kekamarnya menemui ling.
sementara yuan dan yurin kembali berjalan.
"sayang aku tidak mengerti...sebenarnya apa yang terjadi?selidik yuan yang masih bingung dengan semuanya.
" sebaiknya aku cerita sekarang padamu sayang....sebenarnya aku sudah lama mengetahui kalau baemin putri tabib tang itu menyukai Bin....kau tau sayang....meskipun wajah gadis itu terlihat polos tapi dia gadis yang sangat berani,dia selalu mencoba mendekati bin....aku sudah memperingatkan ling sayang...."jelas yurin dengan wajah yang mulai emosi.
"*apa???gadis kecil itu menyukai bin....aku sungguh tak menyangka.....lalu sayang apa yang harus kita lakukan....aku tak ingin rumah tangga ling hancur karena gadis itu..."
"*aku akan pelan''membantu bin meluruskan semua ini....kau tenang saja sayang...."
"baik aku serahkan urusan ini padamu**...''
yuan lalu menggandeng tangan yurin sambil terus berjalan.tapi tak mereka sangka mereka berpapasan dengan Baemin.gadis itu memasang seyum buayanya sambil menunduk memberi hormat pada yuan dan yurin.
" *selamat malam pangeran dan putri.....apa anda berdua sedang mencari udara segar?"
"iya benar....lalu kenapa malam" seperti ini kau masih diluar...?apa ada sesuatu yang pnting yang membuatmu keluar kamar selarut ini nona baemin*?"ucap yurin yang sudah memasang wajah dinginnya.
Baemin masih bersikap santai didepan yuan dan yurin.
"iya putri saya ada hal penting dengan seseorang tadi...kalau begitu saya undur diri dulu..''
baemin langsung melangkah melewati dua orang itu.
Yurin semakin emosi dengan tingkah gadis ular itu.yurin ingin sekali menampar wajah baemin,namun saat ia hendak maju ,tangan yuan memegang lengannya. dari gelengan kepala dan tatapan suaminya itu memberi isyarat agar yurin lebih tenang dan tidak melakukan hal" yang bisa mencemarkan nama baiknya sebagai calon permaisyuri.
saat Baemin sudah tak terlihat yuan mencoba menangkan istrinya itu.
"sayang....tenanglah...jangan terbawa emosi okey...aku tahu kau sangat mengkhawatirkan hubungan bin dan ling...tapi kita juga harus mencari cara yang tepat untuk menangani masalah ini.....kau pahamkan sayang?"ujar pangeran sambil mengelus bahu yurin istrinya.
" *baik sayang...maaf aku tadi terpancing...gadis sungguh pintar bersandiwara.....aku akan lebih tenang menghadapi ini.....''
"ya sudah kita kembali kekamar.....besok coba kau temui ling dan bicaralah dengannya*..."
__ADS_1
Yurin hanya mengangguk pelan menuruti perkataan suaminya.
mereka berdua lalu berjalan kembali kekamar.suasana istana sudah sangat sepi karena mlam sudah mulai larut hanya terdengar suara angin yang berhembus.