
Seminggu telah berlalu,sejak kejadian kemarin hubungan putri dan Bin semakin dekat.Jisoo menyadarai kesalahannya dan memutuskan untuk kembali ke milan lagi.
sementara itu selama seminggu pangeran terus berkomunikasi dengan Yurin meskipun hanya melalui sambungan telpon.tetapi hubungan mereka berjalan dengan baik.mereka sudah saling memahami satu sama lain.membuat pangeran merasa yakin untuk secepatnya melamar Yurin.
Pangeran pun menemui ayahnya diruang kerjanya.
"selamat siang ayah,,apa aku bisa berbicara sebentar??"
Raja menyuruh putranya duduk bersama disofa ruang kerjanya.
"*tentu nak.....kemarilah.....ada hal penting apa yang ingin kau sampaikan?"
"ayah aku sudah berjanji padamu untuk memberikan keputusan ku secepat mungkin sebelum pernikahan Ling..ayah ingatkan?"
"lalu..apa keputusanmu sekarang nak?"
"selama seminggu ini kami.sudah menjalani hubungan yang baik.kami saling bertukar pikiran,kami saling terbuka dengan hal apapun.itu membuat ku yakin untuk melamarnya ayah...bagaimana menurut ayah...?
" ayah senang mendengarnya yuan,,ayah yakin dengan gadis pilihanmu...kau juga sudah sadar bukan bahwa istrimu kelak akan memiliki tugas yang ckup berat sebagai permaisyuri diistana ini seperti ibumu...gadis itu harus berhati baik,lembut,cerdaz,pintar dan berdedikasi tinggi nak,agar semua rakyat bisa mencintainya...."
"*iya ayah aku sudah sangat paham....terima kasih ayah sudah mengingatkanku.....aku berencana melamarnya setelah acara pernikahan Ling dan Bin selesai ayah...!
" hemmm baiklah nak,ayah mendukungmu."
"trima kasih ayah atas dukungannya...oiya ayah besok keluarga Bin dan gadis yang kumaksud akan datang keistana,,saat dia sudah ada diistana aku akan segera mengenalkan pada ayah...."
"sambut dan jamu mereka dengan baik Yuan....agar merasa merasa nyaman tinggal diistana...baik nak bawa gadis itu kemari untuk bertemu ayah....lalu bagaimana persiapan pernikaham adikmu nak,,tinggal dua hari lagi acara itu digelar,,ayah tidak ingin ada kekurangan sedikitpun.."
__ADS_1
"*Tentu ayah itu akan aku lakukan.apalagi aku sudah mengenal mereka...persiapannya sudah 90% ayah....jangan khawatir ayah semua akan beres tepat waktu***?
" *baik nak ayah percaya padamu...."
"Kalau begitu aku mohon undur diri dulu ayah,aku harus membantu bibi han menyelesaikan semuanya...."
pangeran memeluk ayahnya dulu sebelum keluar dari ruang kerjanya.
Disisi lain dikamar putri nampak ada Bibi han yang sedang berbicara dengan putri ling.
"ling bibi kesini ingin memberitahumu tentang tradisi yang dilakukakan sebelum pernikahan diistana ini khusus untuk mempelai perempuan.karena dua hari lagi adalah hari pernikahanmu jadi kau harus mulai melakukannya sekarang*..."
Putri merasa heran dengan ucapan Bibinya.
"Tradisi apa bibi?aku belum mengerti?"
"sebenarnya ada banyak tradisi yang harus kau lakukan Ling...Dan mulai hari ini kau resmi dipinggit...kau tidak boleh keluar kamarmu...Tidak boleh bertemu dulu dengan Bin,apalagi secara sembunyi" ling.jangan coba coba melanggarnya..hanya wanita yang boleh menyambangimu dikamar ini....dan mulai hari ini juga sampai hari pernikahanmu,porsi makananmu akan berkurang banyak.itu supaya tubuhmu bisa terjaga dan tetap terlihat ramping saat hari pernikahanmu ling.dan agar gaun pengantin yang sudah dipakai secara turun temurun bisa muat kau pakai ling....kau mengerti ling?"
Ling pun masih tidak percaya dengan tradisi yang harus ia lakukan ini.ia hanya terdiam tak berdaya mendengar penjelasan dari bibinya.baginya akan terasa musah jika harus diet makanan tapi akan terasa sangat berat jika tidak bertemu dengan calon suaminya itu sehari saja,apalagi hampir sampai tiga hari...
"*lalu siapa yang akan memberi tahu Bin,jika ia tidak boleh menemuiku dulu bibi?
" *bibi sendiri yang akan menjelaskan padanya ling....kau tenang saja.bibi yakin kau bisa melakukannya....baik bibi harus pergi dulu untuk menyelesaikan persiapan pernikahanmu...ohya jangan''coba membohongi bibi...karena ada pelayan byul yang akan mengawasimu 24 jam,karena sekarang dia sudah menjadi orang kepercayaan bibi...kau paham ling**"
Bibi han pun berjalan keluar dari kamar putri.
Putri hanya merasa lemas selelah bibi han berlalu.sepertinya ini ckup menguras kesabarannya.Byul hanya terseyum dari sudut kamar melihat reaksi lucu putri ling.
__ADS_1
Ternyata Bibi han menemui pengawal Bin di Ruang Cctv,tempat bin bekerja.
"yang mulia bibi han..ada apa anda kemari?"
Bin langsung berdiri memberi hormat pada bibi han.
"ada yang ingin kusampaikan Bin..bisa kuta berbicara empat mata?"
Bin pun mengajak bibi han disudut koridor istana.
"*langsung saja Bin....pernikahan kalian tinggal dua hari lagi bukan...dan perlu kau tau mulai saat ini putri sudah menjalani beberapa ritual tradisi diistana ini....salah satunya adalah dia harus dipingitt didalam kamarnya sampai hari pernikahan kalian...kalian tidak boleh bertemu dulu,,apalagi secara sembunyi".... jika kau melanggarnya itu akan mengurangi nilai sakral dari pernikahan kalian nantinya...aku harap kau bisa melakukannya...hanya dua hari Bin....itu akan berlalu dengan cepat...apalagi besok keluargamu akan datang keistana bukan,,jadi sibukkan dirimu saja dengan keluargamu dulu agar pikiranmu bisa sedikit melupakan ling....kau paham bukan Bin...??"
''Dipinggit bibi......sebenarnya ini sangar sulit bagiku tapi aku akan berusaha..."
"bagus bin.....oh ya..meskipun kau sebagai calon pengantin pria tidak memiliki tradisi apapun yang harus kau lakukan...tapi ku mohon jaga kesehatanmu..jaga selalu kondisi wajah dan kulitmu,banyaklah beristirahat agar saat hari pernikahanmu nanti kau terlihat begitu tampan...kau juga bisa melakukan pesta lajang bersama pria" distana ini malam sebelum hari pernikahanmu,tapi ingat kau harus menjaga tubuhmu dengan baik''
"tentu bibi...aku pasti akan melakukannya...trima kasih bibi sudah mengingatkan saya...."
"aku pergi dulu.....ada banyak hal yang harus aku kerjakan...."
bin menunduk memberi hormat saat bibi han pergi berlalu.
Bin menggaruk garuk kepalanya meskipun tidak gatal tapi dia merasa stres karena beberapa malam ini tak bisa menemui putri ling.Bin terlihat kacau dengan penampilannya yang terlihat galau...
**beginiya rasanya* kalau mau menikah dengan seorang putri....huftttt....."
gumam bin sendiri.dia pun kembali keruang Cctv tempat kerjanya dengan mukanya yang terlihat sebal...beberapa ank buahnya yang mengetahui tingkah laku pemimpinnya itu seperti anak kecil hanya bisa saling terseyum dan memandang satu sama lain.tak berani bertanya apapun pada pemimpinnya itu.sedangkan Bin hanya memandang banyak layar didepannya dengan wajah kesalnya.
__ADS_1