Hati Putri Dan Sang Pengawal

Hati Putri Dan Sang Pengawal
Emosi


__ADS_3

Malam semakin larut,Bin masih setia disamping istri tercintanya,menggenggam kuat tangan putri Ling,hati Bin sangat cemas dan takut karena Ling belum melewati masa kritisnya.


Sementara diluar ruangan masih ada Pangeran Yuan dan Yurin yang sudah terlelap tidur dipelukan sang suami ditemani dr.Chen yang juga merasa cemas dengan keadaan putri Ling yang sudah ia anggap seperti adik sendiri.


"Bagaimana dokter Chen ini sudah pukul 11,apa Ling belum melewati masa kritisnya?tanya Yuan dengan suara pelan pada Dr.Chen yang duduk disebelahnya.


" Saya akan coba mengeceknya pangeran.!"jawab dokter itu lalu berdiri dan masuk keruang rawat Ling diikuti seorang perawat yang sudah dipanggil Dr.chen untuk membantunya.


Bin melihat Dr.Chen masuk bersama seorang perawat.ia pun menegakkan tubuhnya.


"saya periksa dulu tuan Bin,sepertinya putri dalam keadaan stabil." ucap Dr.Chen.


Dr Chen mengecek detak jantung dan tekanan darah putri,serta pendarahan yang dialami putri apa sudah berhenti atau belum dibantu seorang perawat wanita.


Setelah beberapa saat memeriksa.Dr.Chen pun terseyum lega pada Bin.


"masa kritisnya sudah lewat tuan Bin.ini sebuah keajaiban...tinggal kita menunggu putri sadar kembali.saya akan keluar dulu." jelas Dr.Chen.


Bin begitu senang dan merasa lega,dia tak henti menciumi tangan Ling.


Dr.Chen keluar untuk memberi tahu pangeran kabar baik ini.Setelah mendengar itu,Yuan mencoba membangunkan pelan yurin yang tertidur bersandar didadanya.


Mereka langsung masuk kedalam ruang rawat Ling.

__ADS_1


Yurin merasa sangat bersyukur tentang hal ini,mengamati dengan lekat wajah adik iparnya.


"aku tahu kau pasti bisa melewati ini Ling....ada putra mu yang sudah menunggu dekapan hangatmu..." ucap Yurin pelan.


Bin yang mendengar itu,lalu teringat dengan putra nya yang masih berada diinkubator di ruang bayi.karena pikirannya dipenuhi kecemasan kepada istrinya ia sampai tidak menghiraukan putranya.dengan cepat Bin berdiri.


"kakak,yurin bisa kalian disini dulu,aku ingin melihat putraku,,," pinta Bin.


'tentu Bin,lihatlah anakmu,Ling juga sudah stabil biar kami yang menjaganya."jawab Yurin.


Bin segera keluar menuju ruang rawat bayi yang berada tidak jauh dari ruang rawat Ling.


Bin begitu bahagia melihat dari kaca,putranya sedang tertidur manis didalam inkubator yang hangat.


Yuan ternyata juga menyuruh beberapa pengawal untuk berjaga disekitar ruang bayi tersebut.melihat itu Bin merasa curiga.


Bin yang sudah puas melihat bayinya.lalu pergi menuju kamar Ling lagi.


"ayah pergi dulu ya sayang,,ayah temani ibumu dulu..." ucap lirih Bin dari balik kaca.


Sesampainya Didepan kamar Ling, Bin langsung masuk.memandangi yuan dan yurin dengan penuh tanda tanya.


Yuan dan yurin yang mengerti arti pandangan Bin,lalu mengajak Bin untuk keluar.

__ADS_1


"ayo ikut dengan kami bin,kita keluar dulu ada sesuatu yang perlu kau tahu."ucap Yurin.


Mereka bertiga kemudian keluar kamar.setelah mereka duduk,Yurin memberi laptop yang sudah ia putar tentang rekaman tadi kepada Bin.


Setelah beberapa saat melihat rekaman itu.expresi wajah Bin beribah menjadi dingin dan merah.seakan emosinya mulai memuncak.ia melihat yurin penuh dengan pertanyaan.


" jadi ini bukan murni kecelakaan tapi..."ucap bin terpotong.


"benar Bin,sesuai kecurigaanku.ini.adalah kejahatan yang sudah disusun rapi.tadi aku sudah berdiskusi dengan tuan Kyun dan Dr.Chen.ada satu petunjuk yang bisa kita gunakan untuk menemukan pelakunya.kau tahu bin pelaku itu adalah salah satu pasukan khusus distana.!!" jelas Yurin pada Bin.


"apa????apa kau serius yurin.?''tanya Bin yang merasa tidak percaya dengan penjelasan Yurin.


" kau bisa lihat sendiri kan Bin mantel yang digunakan pelaku itu ada tanda khusus istana.kau dulu juga memakainya kan Bin?lihatlah lagi secara teliti."ujar Yurin tegas.


Setelah melihat gambar yang sudah diperbesar itu,Bin semakin emosi dan mengepalkan kedua tangannya kuat.


"aku tidak menyangka ada teman sejawatku yang ingin mencelakai istri dan anakku..setelah aku tahu siapa orangnya aku tak akan melepaskannya .." ucap Bin dengan nada sarkas.


"tenanglah Bin,aku sudah meminta detektif kepercayaanku untuk mencari pelakunya.kepala pengawal Kyun juga sudah mulai bertindak cepat.sabarlah kita akan tahu siapa orangnya." ucap Yuan menenangkan adik iparnya yang sudah sangat emosi.


"terima kasih kak sudah membantuku dan kau Yurin terima kasih karena dari dulu filingmu selalu tepat."


"sama sama Bin,Ling juga sangat berarti untuk kami.aku pasti tidak akan tinggal diam tentang hal ini." ucap Yuan sambil mengusap bahu Bin.

__ADS_1


Lalu Bin kembali ke dalam kamar rawat Ling setelah yuan dan yurin berpamitan untuk kembali keistana.Mereka berdua juga sudah merasa lelah dengan kejadian hari ini.


"kita istirahat dulu sayang,besok pagi pagi kita kesini lagi untuk bergantian dengan Bin.semoga besok kita sudah mendapat kabar yang baik." ucap Yuan pada istrinya saat mereka berjalan keluar Rumah sakit.


__ADS_2