
**Beberapa minggu berlalu**
Hubungan cinta segitiga ini semakin rumit.putri belum bisa menentukan perasaannya.jarak antara ia dan Bin semakin jauh,dia juga jarang bertemu dengannya.entah apa yang ada dibenak mereka,seperti sedang memberi ruang untuk masing"agar bisa berfikir dengan tenang.
Sementara itu Bin juga mencoba untuk menahan segala emosinya.menyibukkan diri dengan segala tugas yang diberi oleh Raja Kim.
Tidak sengaja mereka bertemu diaula istana.
Bin yang lama tidak melihat putri pun mendekatinya.
"Apa putri baik baik saja?meskipun kita berada disatu istana tapi kita jarang bertemu."
Memandang lekat kearah putri Ling yang berada didepannya.
Sedangkan Putri nampak gugup.
"tentu aku baik baik saja pengawal bin,kau bisa melihatnya...mungkin karena kesibukan kita,jadi jarang bertemu.kau sendiri bagaimana?aku harap semua tugasmu berjalan lancar.."
"aku juga baik putri dan sejauh ini semua berjalan dengan baik."
"kalau begitu aku kesana dulu,,"
Putri berpamitan.
''*kenapa ingin cepat cepat pergi,a*pa putri tidak merindukanku?
Baru berjalan selangkah putri berhenti karena ucapan Bin.Wajahnya tertegun menoleh ke arah Bin.matanya sayu berkaca kaca dan tak bisa menjawab pertanyaan bin.Putri pun berjalan dengan cepat meninggalkan Bin.Hati Bin terasa sesak melihat sikap putri yang hanya diam melihatnya.dia semakin merasa tak percaya diri dan putus asa.setiap menit dia sadar akan kekurangannya yang tidak sepadan dengan pangeran Lee.
Bin kemudian berjalan menuju ruang kerja Raja Kim.disana sudah ada beberapa pejabat dari luar kota yang sedang melaporkan beberapa masalah yang akhir akhir ini terjadi pada sang Raja.Bin mendengar dengan cermat setiap diskusi yang terjadi diruangan itu.
"*Ini tak bisa aku biarkan begitu saja,aku sendiri yang harus kesana menyelesaikan masalah ini,sekalia aku bisa mengawasi langsung proyek baru yang sedang terlaksana disana..tapi ini membutuhkan waktu yang ckup lama.siapa yang akan mengurusi urusan diistana ini,sedangkan Putraku Yuan sedang diluar kota juga*..."
Raja kim pun bingung harus bagaimana,dia sendiri tak mungkin meninggalkan istana dengan waktu yang lama.Terdiam dan masih duduk dikursinya.
Tiba tiba Bin maju mendekati Raja Kim.
__ADS_1
''Maaf Yang Mulia,kalau diperbolehkan biar saya saja yang pergi ke Hanggul.Raja disini saja mengurus istana".
Permintaan Bin ini membuat Raja Kim terkejut.
"Apa kau yakin bisa melaksanakan tugas berat ini pengawal Bin?jarak Hanggul ckuplah jauh,,lagi pula ini memerlukan waktu yang ckup lama,apa kau sanggup?"
Dengan tegas Bin menjawab pertanyaan Raja Kim.
"Saya sudah memikirkannya secara matang Yang Mulia,mengenai tugas berat ini saya akan berusaha semampu saya,,dan saat saya sudah berada disana saya akan selalu mengirim kabar perkembangannya pada anda...."
Raja kim pun semakin percaya dengan kemampuan Bin dan merasa lega.
"Baiklah kalau itu maumu,dan kau sudah mentap pergi kesana....aku hanya bisa mendoakanmi supaya tugas ini lancar dan cepat selesai.disana ada wali kota Hanggul yang akan membantumu.Sebaiknya berangkatlah besok pagi pengawal Bin..."
"*Baik Yang Mulia,saya akan berkemas*."
Bin pun pamit undur diri untuk mempersiapakan segalanya.
Entah apa yang dipikirkan Bin,dia merasa hubungannya dengan putri semakin menjauh.dia hanya ingin menenangkan diri dulu dan berusaha untuk tidak menganggu putri.memberikan waktu untuk hubungan mereka agar sama"bisa berfikir dengan tenang walaupun itu sangat sulit baginya.apalagi dia pergi dengan waktu yang ckup lama,apa dia sanggup menahan rindunya pada putri Ling...
sudah nampak mereka berdua duduk saling berhadapan disatu meja kecil.
"Tumben kau ingim bertemu denganku pengawal Bin,ada yang ingin kau sampaikan?"
Lee langsung bertanya pada pengawal Bin dengan sikap dan raut mukanya yang tenang.
Sementara Bin terlihat bingung.
"*Besok pagi saya akan berangkat ke Hanggul untuk menyelesaikan pekerjaan disana mungkin butuh waktu yang ckup lama .saya ingin meminta satu perminataan pada pangeran!."
"Permintaan...apa itu*?"
Dengan mengangkat satu alisnya memandang kearah Bin.
"Dlu kita pernah sepakat bukan,untuk bisa berlapang dada jika sudah kalah,sekarang saya merasakannya pangeran,hubungan saya dengan putri semakin menjauh dan saya sadar dengan itu..karena itu lebih baik saya pergi dulu menenangkan pikiran.
__ADS_1
Saya mohon padamu pangeran,tlong jaga putri..semoga hubungan kalian berjalan baik.''
Dengan seyum simpulnya Lee menjawab pernyataan pengawal Bin yang membuatnya sedikit heran.
" *Kau yakin ingin pergi pengawal Bin?kenapa kau menjadi putus asa seperti ini...padahal Ling belum menentukan pilihannya..sungguh sayang aku harus kehilangan Rival sepertimu pengawal Bin.."
"Saya sudah memikirnya secara matang pangeran,saya memang mengakui kalau saya sedikit merasa putus asa.sikap putri
akhir akhir ini membuat saya bingung.oleh sebab itu sebaiknya saya pergi dulu.semoga pangeran bisa memahaminya..."
"Baik kalau begitu,semoga tugasmu disana cepat selesai dan kau bisa secepatnya kembali keistana.agar kita bisa melanjutkan persaingan kita...tentu aku akan menjaga
ling sebaik mungkin."
"*Trima ksih pangeran.kalau begitu saya harus kembali keistana.sampai jumpa pangeran**"
Bin pun membungkukkan badannya dan berjalan keluar restoran.Lee hanya bisa terdiam melihat pengawal pergi.
Malam hari hati Bin semakin gelisah.tidak mungkin dia berpamitan pada putri.tapi dia ingin sekali melihat putri dulu sebelum berangkat besok.
Dia pun nekat menuju kekamar putri lewat jalan rahasia yang hanya Bin yang tau soal itu.
Terlihat sosok cantik putri yang sedang tidur berbaring diranjang besarnya.aura kecantikannya masih terpancar meskipun dia sedang terlelap.Bin duduk disamping ranjang besar itu dan terus memandang lekat wajah putri.Bin tak ingin membangunkannya.hanya ingin beberapa saat didekat putri.bisa berada didekat putri ling saja sudah membuat dia bahagia.tak terasa air mata mengalir dipipi Bin.menjelaskan gurat kesedihannya yang begitu dalam,dan perasaannya yang sangat mencintai putri Ling.
"Aku sangat mencintaimu putri,jaga dirimu baik baik,,aku pergi."
Suara lirih terucap dibibir Bin sambil masih menatap dalam putri yang masih terlelap,dia tak bisa menyentuh putri takut membangunkannya,,lebih baik putri tak tahu kepergiannya.
Bin semakin sulit mengendalikan perasaannya.dia pun beranjak dari tempat duduknya meninggalkan putri,tapi sebelum pergi Bin melihat ke meja rias putri.terlihat jepit rambut berbentuk angsa berwarna emas yang sering putri kenakan,sepertinya itu jepit rambut favorit putri Ling.Bin pun mengambil jepit rambut itu dan pergi dari kamar putri.Bin mengambil jepit itu untuk mengobati kerinduanya pada putri jika berada diHanggul nanti.
Seketika putri terbangun secara tiba tiba,dia merasa baru saja ada orang dikamarnya.dia hanya merasa heran.dan merebahkan tubuhnya lagi diranjang.
**kenapa aku merasa tadi ada orang disini.....lalu kenapa sekarang hatiku merasa risau.....**
Gumam putri dan mencoba memejamkan matanya lagi.
__ADS_1