
Hampir Tiga bulan berlalu
Bin masih bertugas diHanggul.proyek yang ia kerjakan berjalan lancar,dia dibantu oleh wali kota Hanggul.Bin tinggal sendirian disebuah rumah yang disediakan oleh wali kota.kesibukannya membuatnya lupa klo sudah cukup lama dia meninggalkan istana.
Seharian ini dia berada dikawasan proyek hinggal larut malam.merasa capek dia bergegas mandi.sebelum tidur dia menuju balkon kamarnya diluar menikmati udara malam.suasana sepi seperti ini membuatnya inget pada putri,kerinduannya begitu dalam.dia hanya mencoba menahannya sekuat tenaga.lalu dia menuju ke meja dan membuka lacinya.Bin mengambil jepit rambut putri yang sempat ia ambil sebelum ia pergi.
Dia hanya bisa mencium benda itu,sedikit mengobati rasa rindunya yang hampir meledak.ingin rasanya menghubungi putri,tapi itu tak mungkin.seperti ada tembok besar yang menghalanginya.
\*\**Bagaimana kabarmu putri?apa kau baik\-baik saja?apa kau bahagia disana?apa kau semakin dekat dengan pangeran lee?..andai kau tau ,disini aku sangat tersiksa.ingin aku melupakanmu tapi sungguh sulit*...\*\*
Dia hanya bisa berbicara sendiri,merasakan kesepian tanpa ada teman menemaninya.
Di istana putri juga disibukkan dengan berbagai kegiatannya.sengaja ia lakukan untuk menutupi kesedihannya apalagi didepan ayahnya.dia tak ingin ayahnya mengetahui perasaannya yang sebenarnya.
Selain bekerja diRumah sakit,latihan menembak dan menari adalah hal yang ia sukai.sesekali Lee masih menyambanginya untuk mengajak berjalan jalan diluar.hubungan mereka masih sama tak ada perkembangan,hanya sebatas sahabat.
Hari ini akhir pekan Raja kim berkunjung ke istana belakang,tempat adiknya Bibi Han tinggal.mereka kemudian duduk dan berbicara di halaman istana belakang.
__ADS_1
"Tumben kakak mengujungiku,apa ada yang ingin kakak ceritakan?"
Bibi han langsung bertanya pada Raja Kim disampingnya.
"aku sudah lama tidak kesini dan sudah lama pula kita tidak mengobrol seperti ini,aku hanya ingin kesini saja,,tapi kau memang yang paling mengerti aku ,,sebelum aku bicara kau sudah menebaknya.."
Raja Kim sembari terseyum menoleh kearah adiknya,orang yang paling memahaminya.
"apa kakak mengkhawatirkan pangeran Yuan dan putri Ling?"
Bibi han sangat mengerti tentang apa yang dipikirkan kakaknya.
"*kau benar adikku....Yuan sudah ber usia 30 thn.semakin matang ia dalam mengurus semuanya.aku sangat bangga dengan kedewasaannya menghadapi berbagai masalah.aku juga sudah siap jika sewaktu waktu aku sudah bisa menyerahkan kursi kepemimpinan ini padanya.soal jodoh aku tak terlalu khawatir.karena dia lelaki.
Tapi dengan Ling berbeda aku sangat mengkhawatirkannya..!"
"*aku tahu itu adikku, aku sangat bangga.tapi usia Ling sudah 23 thn,harusnya dia mulai mencari pasangan,karena aku ingin melihatnya segera menikah.tapi hubungannya dengan pangeran Lee sepertinya tidak ada perkembangan,padahal Lee adalah calon yang tepat yang aku pilihkan untuk Ling***."
Bibi han merasa ini saat yang tepat untuk mengatakan yang sebenarnya,ia tak mau klo keponakannya menderita lagi karena harus memendam perasaannya sendiri.meskipun agak ragu tapi Bibi han pelan pelan menyakinkan kakaknya.
"*kenapa kakak tidak pernah menanyakan sendiri bagaimana perasaan Ling yang sebenarnya,misalnya siapa orang yang sebenarnya ia cintai*....."
Dengan raut wajah yang bingung raja tak mengerti ucapan adiknya itu.
__ADS_1
"*apa maksudmu adikku?aku tak mengerti.apa ada sesuatu yang disembunyikan putri dariku?apa kau tau sesuatu?''
" kakak harusnya kau lebih paham dengan putrimu sendiri.kau ayahnya,harusnya kau yang mengenal sikapnya dari kecil*."
Raja Kim semakin dibuat penasaran oleh kata kata adiknya yang sedikit menyindirnya
"*aku benar" tidak mengetahuinya,aku hanya merasa akhir"ini Ling sangat sibuk dan terlihat murung,aku merasa itu hal yang wajar.....sebenarnya apa yang terjadi adikku tlong jangan membuatku penasaran."
"*apa kakak tidak merasa klo putri menyembunyikan sesuatu untuk menjaga perasaanmu .dia hanya tak ingin kau marah atau bersedih.sebenarnya dia sangat mencintai seseorang yang tak bisa kau sangka sebelumnya kakak.dia mencoba menutup rapat perasaannya.ini yang aku tahu.sebenarnya sudah lama aku ingin mengatakannya,tapi aku pikir waktu yang akan menjelaskan.dan saai ini adalah waktu yang tepat untuk kau tau yang sebenarnya**.
" *seseorang kau bilang......siapa?aku janji tak akan marah jika kau bilang yang sebenarnya."
"kakak kau juga belum tau .....hemmm baik akan kuberitahu,,orang itu adalah orang kepercayaanmu,orang yang sangat kau andalkan dan selalu melindungimu*..!"
Raja Kim sangat terkejut bahkan sampai beranjak dari kursinya.dia sungguh tak menyangka dengan jawaban adiknya.dia sudah bisa menebak siapa orang itu.
"Kepala pengawal Bin...........aku benar" tak menyangka.kenapa selama ini aku tak tahu.sejak kapan putriku punya perasaan padanya?"
"sejak pengawal Bin terkena tembakan saat melindungi mu kakak,,kau ingat kejadian itu kak,saat ada kabar kalau kakak diserang dan pengawal Bin terluka parah,disaat itu putri sangat terpukul,dia secara tak sengaja memperlihatkan perasaannya yang sebenarnya.disaat itu pula aku langsung mengerti bagaimana perasaan putrimu itu pada pengawal Bin,,"
"lalu bagaimana perasaan pengawal Bin pada putriku,?"
"apa kakak blum mengerti juga,pengawal bin sengaja meminta tugas pergi ke Hanggul itu untuk apa? haaaa.... untuk menjaga perasaanmu kak,padahal dia sendiri tak mau pergi.kalau kakak ingin tahu yang sebenarnya,sebaiknya kakak panggil pengawal Bin.suruh dia secepatnya kembali keistana.....setelah itu kakak baru bisa memutuskan apa yang akan kakak lakukan berikutnya...semoga kakak bisa memahaminya."
__ADS_1
"Baik adik aku akan menuruti saranmu,aku akan lihat bagaimana reaksi Bin setelah tau kalau aku sudah mengetahui smuanya."
Raja Kim pun menyudahi pembicaraannya dengan Bibi Han dan kembali ke istana utama.dengan perasaannya yang masih terkejut dan tak menyangka smua bisa terjadi seperti ini.