
Saat Bin menemui Raja tadi,disisi lain putri sudah selesai berlatih menari.pelayan Byul pun mendekati putri dan bilang tentang kedatangan Bin.
"Putri Ling ada hal yang harus saya sampaikan,,"
"Katakan pelayan Byul..."
''sepertinya saya tadi melihat ada pengawal Bin berdiri disana putri.."
putri yang awalnya duduk karena merasa kelelahan setelah latihan pun tiba tiba berdiri mendengar ucapan Byul,wajahnya nampak terkejut.tapi dia tidak sepenuhnya percaya begitu saja.
''*mungkin kau salah lihat pelayan Byul,mana mungkin ada pengawal Bin.dia masih dihanggul dan proyeknya blum rampung."
"*saya benar benar melihatnya putri,mata saya masih blum rabun.mungkin putri belum percaya kalau tak bertemu langsung dengannya."
"hemmmm ya sudah kalau begitu. aku tak ingin berdebat,aku ingin kekamarku dulu.mandi dan beristirahat."
''baik putri**"
Byul pun menemani putri kemarnya.ia tak ingin membuat putri penasaran.sedangkan putri merasa sedikit risau dengan ucapan Byul.dia tak ingin memastikan apapun.karena selama tiga bulan ini dengan susah payah ia berusaha menata hatinya.
Hari sudah larut, di kamar Bin merebahkan diri sebentar diranjangnya yang sudah lama tidak ia tempati.lalu ia bergegas untuk mandi.
selesai mandi ia mengenakan kemeja panjang hitam yang ia lipat diujung lengan tangannya serta kancing kemejanya paling atas ia biarkan terbuka.dipadu dengan celana pnjg hitam.membuat penampilannya bertambah maskulin.
Bin merasa gelisah dan hanya duduk disofa kamarnya sambil menikmati minuman soda.pikirannya tertuju pada putri yang ia lihat tadi.hati kecilnya berkecambuk menyuruhnya pergi menemui putri meskipun sudah larut malam.akhirnya dia putuskan untuk pergi kekamar putri meskipun malam sudah sangat larut.
Bin melewati jalan rahasia yang ia ketahui.sampailah ia dikamar yang berhias bunga dan bernuasa warna merah muda itu.
Dilihatnya seorang wanita cantik yang tertidur pulas diranjang besarnya mengenakan baju dres tidurnya tanpa lengan
berwarna ungu.membuatnya semakin terlihat cantik.
__ADS_1
Bin mendekati putri Ling dan duduk disampingnya.menatap penuh rasa cinta yang begitu dalam kearah putri.rasa rindunya selama tiga bulan ini terobati.seyum tipis
dibibir Bin saat melihat wajah cantik putri Ling.
Tak sadar Bin sudah mencium kening putri dengan lembut.membuat putri terbangun dari tidurnya.Putri membuka matanya perlahan.betapa terkejutnya dia melihat Bin sudah ada dididepannya.dengan reflek dia menarik selimutnya kedadanya karena merasa malu.
"*pengawal Bin......kau disini*.....!!!!"
Dengan wajah yang masih terlihat bingung putri bertanya pada Bin.
Bin terseyum melihat reaksi putri.
"maaf kalau kedatangan saya membuat putri terkejut,bagaimana kabar putri?apa yang terjadi selama tiga bulan ini ?''
Tanpa menjawab pertanyaan Bin,putri beranjak bangun dari ranjangnya menuju samping jendela kamarnya.dia berdiri sambil menahan air matanya agar tak terlihat oleh Bin.sambil terus menatap langit.putri hanya terdiam.
Bin pun ikut berdiri dan mendekati putri dari belakang,dengan cepat Bin mendekap tubuh putri dari belakang memberi kehangatan pada putri yang hanya mengenakan dres diatas lutut tanpa lengan.putri semakin terkejut dan tak tahu harus bagaimana menghadapi Bin.
" *pengawal Bin,,, apa yang kau lakukan.....lepaskan aku....."
putri masih terdiam,merasakan dekapan Bin yang selama ini ia rindukan.juga aroma tubuh Bin yang khas.tanpa sadar putri meneteskan air mata.sementara Bin menciumi pundak dalan tengkuk leher putri.membuat tubuh putri sedikit bergetar.
Bin menyadari getaran tubuh putri.ia terseyum tipis,mengetahui putri menikmati sentuhannya.Bin dengan cepat membalikkan tubuh putri.sekarang wajah mereka saling berhadapan begitu dekat.Bin memandang lekat kedua bola mata putri yang bersinar. meskipun putri sedang menangis.sementara putri hanya bisa tertegun menatap wajah Bin yang ia rindukan.
hembusan nafas Bin semakin terasa ditubuh putri.tubuh mereka semakin berhimpitan,membuat kedua buah dada putri yang sintal berisi bersentuhan dengan dada Bin yang sedikit terbuka.
Putri berusaha melepaskan himpitan ditubuhnya,dia merasa malu karena Bin sudah menyentuh daerah sensitifnya yang belum pernah disentuh oleh pria lain.
Tapi dengan cepat Bin mencium bibir mungil putri Ling.membuat putri tak bisa lagi menolak.
ciuman Bin semakin dalam,membuat putri yang awalnya hanya pasif menjadi lebih agresif. putri membalaz setiap ******* dibibirnya.mereka sangat kenikmati ciuman pertama mereka ini.sesekali Bin dan putri mengambil jeda untuk mengambil nafas lalu melanjutkan pagutan mereka.******* demi ******* trus bersautan.sesekali tangan Bin menyentuh dada putri yang montok berisi itu.membuat putri semakin bergairah.hingga suara desahan kecil keluar dari bibir putri saat mereka berciuman,semakim membuat Bin bersemangat memberikan *******"yang lebih dalam lagi dibibir putri.semakin menempel tubuh mereka.
Cukup lama mereka berciuman melepaskan rasa rindu dihati mereka selama ini.
Akhirnya putri melepaskan bibirnya dan mencoba menjauhi bin.tatapannya begitu tajam ke Bin.tangannya memegang bibirnya seakan tak percaya dengan apa yang barusan mereka lakukan.
"Apa yang kau lakukan pengawal Bin.....kau sudahhhh menciumku,bahkan kau sudah menyentuh daerah sensitif ditubuhku......"
Tangan Bin masih memegang pinggang putri.
__ADS_1
"*maaf sayang aku terbawa suasana,aku tak bisa mengendalikan perasaanku.tapi kau juga menikmatinyakan?akhirnya aku bisa mendapatkan ciuman dibibirmu putri*"
putri semakin malu didepan Bin yang masih mendekapnya.
"*Sayang.......kau memanggilku dengan sebutan itu pengawal Bin.
" Memangnya kenapa dengan panggilan itu,,ingat putri setelah aku mendapatkan ciummanmu aku sudah menganggapmu sebagai kekasihku.Dan aku tak akan melepasmu lagi untuk orang lain.aku juga akan menyakinkan raja.apapun konsekuensinya nanti akan aku tanggung*."
Bin lalu menggendong putri keranjangnya dengan halus dan menidurkan putri disana.putri hanya bisa terpaku merasakan tubuhnya sudah diangkat Bin.hatinya melayang tak karuan.
"ijinkan aku untuk tidur disini putri,aku janji tak akan melewati batas.aku ingin melakukannya setelah kau resmi menjadi milikku....aku hanya ingin melepaskan rinduku malam ini."
Bin pun langsung berbaring disamping putri mendekap tubuh putri dan meletakkan kepala putri didadanya yang kekar.
sementara itu putri hanya bisa diam,seakan mulutnya terkunci tubuhnya kaku tak bisa beranjak dari situ.tapi sejuujurnya dia sangat bahagia bisa ada didekapan Bin seperti ini.
"*Pengawal Bin kau sadar yang kau lakukan ini,kalau sampai kakak atau ayahku tahu bisa fatal*......"
Bin masih terus mendekap tubuh sexi putri diranjang.tak ingin melepasnya.sambil Bin sesekali mencium kepala putri.
"tekadku sudah bulat ,,besok aku akan mengakuinya pada raja.aku serius padamu sayang....."
Putri sedikit mendongak menatap wajah Bin.
lalu Bin mencoba mencium bibir putri lagi tapi putri berhasil menghindar.
"*kenapa kau sangat ingin menciumku trus pengawal Bin??"
"*karena aku sangat sangat merindukanmu putri apalagi bibir tipismu ini."aku tak ingin bersikap pura pura didepanmu lagi putri.sekarang cepatlah tidur ,,aku akan menjagamu...."
Bin menguatkan dekapannya diranjang.menarik selimut untuk mereka berdua..sementara putri merasa sangat nyaman berada dipelukan Bin.secara tak sadar dia sudah menerima Bin menjadi kekasihnya.Bin pun sedikit menunduk menatap putri yang mulai terlelap dalam dekapannya,meskipun posisi tubuh putri miring membuat siluet belahan dadanya yang indah terlihat oleh Bin,membuat naluri kejantannannya bangkit tapi Bin masih bisa mengatasinya.Dia sangat bahagia putri ada didekapannya seperti ini.seperti tak percaya**.
__ADS_1
Bin juga mulai tertidur lelap.malam ini benar"mereka habiskan dengan momen momen kebersamaan yang begitu indah..dan tak akan bisa mereka lupakan.