Hati Putri Dan Sang Pengawal

Hati Putri Dan Sang Pengawal
gugup dan senang


__ADS_3

 


Pangeran sudah bersiap menjemput Yurin di tempat kosnya.sementara yurin sudah selesai berdandan.mlam ini yurin terlihat anggun mengenakan gaun berwarna tosca yang panjangnya dibawah lutut dengan rambut panjang hitamnya yang digerai,dihiasi jepit rambut berbentuk kupu dan tak lupa sepasang anting panjang dengan ujung berbentuk bulat semakin membuat cantik penampilan yurin.


 


Tok tok tok....seseorang mengetuk pintu kamar kost yurin.yurin pun bergegas membukanya.ternyata pangeran sendiri yang mengetuk pintunya.


"selamat mlm nona yurin,,,apa kau sudah siap?"


yurin mengangguk dan mengambil tas kecilnya.ia pun mengunci pintu kamarnya.mereka berjalan keluar bersama dan pangeran membukakan pintu mobilnya untuk yurin.mobilpun melesat dengan cepat.


Dalam perjalanan pangeran dan yurin hanya terdiam.saling bergantian memandang.mereka sama sama merasa gugup.


Tak lama mobil sudah berhenti didepan sebuah restoran yang terlihat mewah.pangeran membukakan pintu mobil yurin.dan secara berani pangeran mengenggam tangan yurin,sontak membuat yurin terkejut.mereka pun masuk kedalam restoran.restoran itu adalah salah satu restoran mewah yang ada dikota Daegu.yang sengaja dipesan pangeran secara pribadi agar momen makan malamnya bersama yurin tidak terganggu dengan orang lain.


Pangeran menarik sebuah kursi dan mempersilahkan yurin duduk dikursi tersebut.sikap manis yang ditunjukkan pangeran dari tadi membuat yurin merasa sangat bahagia.pangeran memberikan daftar menu pada yurin.


"terserah pada pangeran....saya makan sesuai apa yang pangeran pesan saja..."


pangeran pun memasan beberapa makanan dan minuman pada pelayan.


Tak lama makanan yang sudah dipesan pun datang.mereka pun menyantap makanan yang sudah terhidang dimeja.

__ADS_1


Dengan pelan yurin menikmati makanannya.hingga satu pertanyaan dari pangeran yang membuatnya hampir tersedak.


"apa tidak ada seseorang yang marah,aku mengajakmu makan mlam seperti ini nona yurin??"


Dengan cepat pangeran mendekati yurin dan memijat tengkuk yurin.memberinya air putih.


setelah merasa lebih baik,yurin menjawab pertanyaan pangeran.


"seseorang........apa maksud pangeran....??"


"kekasihmu mungkin..."


"apa itu penting buat pangeran....tapi saya memang tidak punya kekasih....justru saya yang ingin bertanya apa kekasih pangeran tidak marah,pangeran makan malam bersama saya?"


pangeran hanya terseyum mendengar pertanyaan yurin.


"mana mungkin seorang seperti anda tidak memiliki kekasih,dengan gelar yang pangeran sandang,status dan materi yang pangeran miliki pasti banyak wanita yang ingin menjadi kekasih pangeran."


yurin memasang expresi wajah yang menunjukkan ketidak percayaannya pada pangeran.


"kalau aku memiliki kekasih,saat ini aku tidak akan makan malam dengan mu nona yurin.....dan aku ingin memiliki kekasih yang bukan menilaiku dari status atau materi yang kupunya,tapi melihat diriku secara apa adanya serta menerima kekurangan juga kelemahanku."


yurin terdiam dengan jawaban pangeran.baginya mustahil seorang pangeran bisa tidak memiliki kekasih.

__ADS_1


"kau tau nona Yurin menjadi pangeran tidaklah mudah,ada banyak tugas yang harus aku tangani,tanggung jawab yang begitu besar terhadap rakyatku,serta aku harus bisa menjaga sikap ku dimanapun aku berada.sampai" aku lupa memikirkan kebahagiaan diriku sendiri.memang kadang aku merasa capek dengan semuanya.tpi aku teringat kembali ayahku yang slalu mendukungku."


yurin memandang lekat wajah pangeran.dia melihat sisi lain dari pangeran.dia merasa pangeran merasakan kekosongan dalam hatinya.membuat hati yurin bergetar.saat itu yurin tersadar kalau saat ini secara tidak sengaja pangeran sedang mengeluarkan semua yang mengganjal dihatinya.yang pangeran butuhkan sekarang adalah orang yang bisa mendengar segala keluh kesahnya.


Yurin pun menggenggam tangan pangeran diatas meja.


"*aku sangat paham dengan posisi anda pangeran...aku senang anda bisa menceritakan ini ..mulai saat ini jika pangeran merasakan lelah atau bosan,pangeran bisa menceritakan padaku..anggap saja kita sudah bersahabat lama..kapan saja pangeran membutuhkanku,aku selalu siap.aku akan menjadi pendengar yang baik...aku akan mencoba menghibur pangeran..."


"benarkah,,?terima kasih nona yurin....kau sudah membuatku lega*..."


keduanya saling terseyum.mereka pun bergegaz untuk pergi karena mlam mulai larut.acara makan malam pun selesai.pangeran mengantar yurin kembali ke tmpt kosnya.sampai didepan pintu kost,pangeran pun berpamitan.


"*trima kasih nona yurin kau sudah menemani dan menghiburku...semoga kau tidak kapok bersamaku...!"


"tentu tidak pangeran,,suatu kebanggaan bisa bersama pangeran,bukankah ini kesempatan yang ingin dimiliki gadis" lain diluar sana..."


"kau berlebihan nona yurin...baiklah aku pergi dulu...tidurlah dengan nyenyak dan sampai bertemu diistana nnti saat pernikahan adikku dan bin..selamat mlam nona yurin*...."


pangeran pun terseyum pada yurin dan membalikkan badannya berjalan keluar menuju mobilnya.tapi baru beberapa langkah ia berjalan yurin memanggilnya.tanpa disangka dengan cepat Yurin memeluk pangeran dari belakang,membuat pangeran merasa sangat terkejut.


"jaga kesehatan pangeran....dan slalu semangat....oke pangeran.....jangan lupa jika pangeran membutuhkanku pangeran bisa menghubungiku...."


yurin pun melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"maaf pangeran jika saya sudah lancang..." Yurin langsung berlari masuk kekamarnya.sedangkan pangeran masih tidak percaya dengan apa yang yurin lakukan barusan.pangeran masuk kedalam mobil dengan gurat kebahagiaan diwajahnya.sedangkan yurin terdiam dibalik pintu kamarnya.merasa begitu bahagia dan tak menyangka dia sudah begitu berani memeluk pangeran.


Malam itu pangeran langsung kembali keistana dengan helly pribadinya.tanpa menginap dikota Daegu.dia lebih merasa nyaman beristirahat dirumahnya sendiri.Dan hampir tengah malam pangeran baru sampai diistana.pengawal istana yang melihat kepulangan pangeran pun merasa aneh dengan sikap pangeran yang terlihat seyum"sendiri saat berjalan menuju kamarnya.pengawal itu pun tak lupa memberi laporan pada Raja Kim keesokan harinya.


__ADS_2