Hati Putri Dan Sang Pengawal

Hati Putri Dan Sang Pengawal
Setia menunggu


__ADS_3

Berjalan masuk keruangan Bin,melihat alat bantu pernafasan terpasang diwajahnya.


Putri duduk mendekati Bin yang sedang terbaring tak sadarkan diri.memandang lekat kearah bin.air mata kembali membasi pipinya saat dia begitu jelas meliahat wajah pengawal Bin yg pucat.


Dalam hatinya berkecambuk rasa bersalah yg begitu dalam.ada rasa menyesal serta rasa takut...entah kenapa dia merasa seperti itu,sejak kapan dia sendiri juga bingung.sesekali putri menyentuh pipi bin meski hanya sesaat.tanpa disadari putri memegang tangan Bin.


"Kenapa kau begitu baik Bin?sudah berapa kali kau menyelamatkan hidupku sekarang kau menyelamatkan hidup ayahku..


ayoo bangunlah aku tidak bisa melihatmu seperti ini,aku rindu saat kau mengajariku menembak...." isak tangis putri Ling pecah.


Dari balik kaca pintu pelayan Byul memperhatikan putri,dia merasa ikut sedih.sebenarnya pelayan Byul sudah merasa ada perasaan antara putri Ling dan pengawal Bin.


Entah sudah berapa lama putri tertegun menatap Bin.pikirannya penuh dengan kegelisahan.Akhirnya putri tertidur meski waktu sudah pukul dua mlm.


Keesokan hari*


Sinar matahari mulai masuk kecelah kamar Bin,mengenai wajah bin dan putri yg masih tertidur disamping Bin sambil masih memegang tangan Bin.


Bin mulai membuka matanya pelan,melihat disekelilingnya merasa aneh.berusaha mengingat kejadian yg terakhir dia alami.


dia terkejut saat pandanganya mengarao ke sosok wanita cantik yg tertidur pulas disamping nya bahkan memegang tangannya.wajah nya terlihat pucat dan lelah,matanya juga terlihat sembab.meskipun demikian tak mengurangi kecantikannya.


Bin bisa sangat jelas melihat wajahnya..


berusaha menganggkat tangannya yang satu untuk membelai rambut wanita cantik itu.

__ADS_1


Dalam hatinya tak percaya.


"Putri kenapa kau disini?bahkan kau menemaniku sampai memegang tanganku?"


Bin hanya bergumam dalam hati.


Tak lama putri terbangun,dia begitu terkejut melihat Bin sudah sadae dan menatapnya.


''Sejak kapan kau sadar pengawal Bin?bagian mana yang sakit?"


"dari tadi putri..saya sudah merasa baik putri,trima kasih sudah begitu baik pada saya".


Mendengar ucapan Bin, putri melepaskan genggaman tangannya pada Bin.


" Apa kau lapar?atau haus?tanya putri sambil merapikan rambutnya yg mulai berantakan.


Putri berdiri mengambil bubur nasi yang sudah disiapkan pelayan byul dimeja.


putri berusaha sedikit mengganjal kepala Bin agar lebih mudah untuk menelan makanan.


Saat putri berusaha mengganjal bantal dikepala Bin,keduanya mlah terpaku dengan saling memandang beberapa saat.jarak mereka begitu dekat membuat jantung keduanya berdegub kencang...


Putri tersadar dari tatapannya,dan bersikap salah tingkah.begitu pula dengan bin yg merasakan hal aneh saat dekat dengan putri Ling.


Suapan demi suapan putri berikan pada Bin dengan lembut.Bin seakan tak percaya putri sendiri yang menyuapinya.hatinya begitu bahagia.

__ADS_1


Tak lama Bin sudah merasa kenyang padahal baru beberapa sendok.


"kenapa putri disini?nanti putri bisa ikut sakit!lagi pula sekarang saya sudah merasa baik.


" Benarkah,,klo begitu aku kembali keistana dulu,kau sendirian tidak apa?klo kau butuh sesuatu panggil perawat saja." sambil meletakkan bubur itu ke meja lagi.putri pun berdiri bersiap untuk kembali keistana.


"baik putri,trima kasih."


"hemmm jangan bilang begitu pengawal Bin,nnati klo aku akan kesini lagi.jaga dirimu baik" ya.sampai jumpa.


Putri berjalan keluar sambil terseyum kearah Bin.membuat Bin merasa semakin bersemangat untuk cepat sembuh.


Bin masih memandamg putri yang berlalu meninggalkan ruan rawatnya.bibir Bin terseyum simpul mengingat momen maniz tadi.


Tak lama seorang dokter setengah baya masuk bersama perawat.


"Selamat pagi tuan Bin.apa sekarang kau sudah merasa baik?aku senang kau sudah melewati masa kritismu.sekarang tinggal masa pemyembuhanmu.kumohon jangan terlalu banyak bergerak,karena lukamu ckup serius..pinta dokter pada Bin.


Bin hanya mengangguk mengerti ucapan dokter itu.


" Anda sangat beruntung tuan Bin,dari tadi malam putri selalu ada disamping tuan menunggu anda sadar,,putri juga terlihat sangat khawatir dengan keadaan anda.tidak sepertinya biasanya sikap putri seperti itu.


baiklah silahkan tuan beristirahat,saya harus kembali memeriksa pasien lain"


"*Trima kasih dokter..."

__ADS_1


Bin melihat dokter berlalu,sambil memikirkan ucapan dokter itu.merasa aneh dan hatinya semakin penasaran dengan putri.


__ADS_2